Codependent Relationship, Ketika Anda Terlalu Banyak Berkorban Demi Pasangan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/11/2019
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasa sudah banyak berkorban demi pasangan, tetapi balasan yang didapatkan tidak setimpal? Jika iya dan sering merasa seperti itu, kemungkinan besar Anda sedang terjebak dalam hubungan yang disebut codependent relationship. Apa itu?

Apa itu codependent relationship?

memaafkan pasangan yang selingkuh

Codependent relationship adalah sebuah pola hubungan yang membuat diri Anda tergantung pada persetujuan pasangan terhadap hampir setiap keputusan yang dibuat.

Misalnya, Anda rela berkorban demi memuaskan kebutuhan pasangan dengan menomorduakan prioritas.

Menurut Scott Wetzler, PhD, ahli psikolog di Albert Einstein College of Medicine, hubungan yang seperti ini termasuk tidak sehat. Hal tersebut dikarenakan salah satu dari pasangan tersebut tidak mandiri, alias dinilai tidak memiliki pendirian. 

Seperti yang dilansir dari laman WebMD, kondisi ini bisa saja muncul ketika seseorang memiliki masa kecil yang kurang menyenangkan.

Misalnya, pernah dilecehkan oleh orangtua sendiri secara emosional atau merasa terabaikan ketika remaja. 

Akibatnya, ia merasa keinginan dan kebutuhannya tidak penting. Bahkan, ia juga kesulitan mengenali perasaan dan kebutuhannya sendiri.

Tanda-tanda Anda berada dalam codependent relationship

memulihkan diri pasangan manipulatif

Untuk mengetahui apakah Anda atau orang terdekat berada dalam hubungan tersebut atau tidak, ketahui tanda-tandanya.

Mungkin cukup sulit membedakan codependent relationship dengan clingy alias nempel terus. Akan tetapi, orang yang sering berkorban demi pasangan punya beberapa kebiasaan yang sering dilakukan, yaitu:

  • Tidak merasa puas atau bahagia jika tidak melakukan sesuatu untuk orang lain. 
  • Tetap menjalin hubungan dengan pasangan yang sudah melakukan tindakan kasar dan menyakitkan. 
  • Bersedia melakukan apa saja agar pasangannya puas dan senang, apa pun risikonya. 
  • Merasa bersalah ketika mengutamakan keinginannya sendiri dan cenderung menutupi apa yang mereka inginkan

Contoh mudahnya, Anda bersedia membatalkan janji bersama teman hanya karena pasangan malas ikut dan ia meminta Anda untuk tidak pergi.

Menurut sebuah penelitian dari jurnal Addict Health, hubungan ini sering ditemukan pada pasangan yang sedang merawat pecandu narkoba.

Di dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa wanita yang berpasangan dengan seorang pecandu membuat mereka kurang kurang terbuka.

Hal tersebut dikarenakan para wanita ini memprioritaskan kebutuhan pasangannya yang membutuhkan perawatan dibandingkan dirinya sendiri. 

Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua pasangan yang memiliki suami atau isteri yang merupakan seorang pecandu berperilaku demikian. 

Akibat berada dalam hubungan codependent terlalu lama

mengatasi rasa sedih

Membahagiakan pasangan memang hal yang perlu dilakukan dalam sebuah hubungan.

Akan tetapi, menomorduakan kebutuhan Anda sendiri hanya untuk berkorban demi pasangan bukan hal yang dianjurkan.

Jika hal ini terjadi, kemungkinan besar Anda sedang berada dalam hubungan yang tidak sehat

Menurut Shawn Burn PhD, seorang profesor psikologi di California Polytechnic State University, codependent relationship hanya membuat Anda cepat lelah.

Terlebih lagi, pola seperti ini membuat Anda mengabaikan hal-hal penting lainnya termasuk mencintai diri sendiri.

Selain itu, ada beberapa dampak lainnya yang sifatnya mungkin bertahan lama, seperti:

  • Mengubah Anda yang dahulunya mandiri menjadi tidak tegas. 
  • Menguras perasaan.
  • Berisiko mengembangkan krisis identitas, gangguan kecemasan, dan sering menyalahkan diri sendiri. 
  • Tidak dapat tinggal sendiri karena bisa membuat Anda stres sehingga berpotensi mengalami masalah kesehatan berupa hipertensi atau masalah jantung.
  • Jika tidak bisa diperbaiki, bisa menimbulkan kecanduan narkoba, alkohol, dan gangguan makan. 

Pasangan yang menjalani codependent relationship mungkin terlihat bahagia dari luar. Akan tetapi perlu diingat bahwa pola hubungan ini sangat tidak sehat.

Jika Anda atau pasangan mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya segera cari bantuan untuk bisa keluar.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Dampak Buruk yang Dihasilkan dari Gaslighting dalam Hubungan Asmara

Gaslighting adalah istilah baru untuk mengungkapkan manipulasi dalam sebuah hubungan. Dampaknya tentu saja cukup memengaruhi kehidupan korbannya, apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Tanda yang Muncul Saat Pasangan Sudah Terlalu Mengatur Media Sosial Anda

Pasangan yang terlalu mengatur media sosial Anda dan ikut campur dalam ranah pribadi tersebut termasuk dalam kekerasan dalam hubungan. Apa saja tandanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Selain Orang Luar, Ternyata Anda Juga Bisa Merusak Hubungan Asmara Sendiri

Salah satu faktor berakhirnya sebuah hubungan ternyata bisa dari diri sendiri. Ini dia beberapa tanda yang menunjukkan Anda merusak hubungan sendiri

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Tanda-Tanda Insecure dalam Hubungan yang Mungkin Tidak Anda Sadari

Perasaan insecure yang muncul dalam sebuah hubungan sebenarnya menjadi akar dari hubungan yang tidak sehat. Apa saja tanda-tandanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan berjalan terlalu cepat

7 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berjalan Terlalu Cepat

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
membandingkan hubungan orang lain

Sehatkah Suka Membandingkan Hubungan Asmara dengan Orang Lain?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020
tidak disukai pacar sahabat

Pacarnya Sahabat Tidak Suka Dengan Anda, Perlu Menjauh Atau Tidak, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/02/2020
menghadapi pasangan marah saat LDR

4 Tips Hadapi Pasangan LDR yang Sedang Marah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 02/02/2020