Psst, Jangan Buru-Buru Jatuh Cinta Nanti Jadi Cepat Benci!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebenarnya Anda tidak perlu terburu-buru dalam urusan cinta, Anda hanya harus menunggu, percaya dan berikan waktu cinta untuk berkembang dan tumbuh lebih dalam. Namun beberapa orang mungkin bisa cepat jatuh cinta, tapi pada akhirnya timbul rasa benci. Sebenarnya, kenapa sih orang bisa cepat jatuh cinta kemudian saling benci?

Hati-hati, cepat jatuh cinta bisa bikin benci kemudian

Anda mungkin bisa cepat jatuh cinta, tapi beberapa waktu kemudian timbul rasa benci, tentu masih pada pasangan yang sama. Hal ini sebenarnya bisa dijelaskan dalam penjelasan ilmiah.

Ya, beberapa peneliti berpendapat bahwa cinta merupakan bentuk kegilaan sementara, kegilaan manis yang memungkinkan Anda untuk mengabaikan kekurangan orang terkasih sampai akhirnya tersadar dan rasa itu berubah jadi benci.

Namun tenang, tak semua orang yang cepat jatuh cinta bisa langsung berubah benci, kok. Ada juga yang memang menemukan cinta sejati dengan cepat dan hubungan langgeng hingga maut memisahkan.

Mungkin yang dirasakan itu bukan cinta sebenarnya

Jadi, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa orang yang cepat jatuh cinta dan tertarik pada pasangannya cenderung timbul rasa benci dalam waktu yang tak lama. Penelitian ini melihat sebuah perilaku beberapa pria muda yang diminta untuk menyebrangi sebuah jembatan dan kemudian menemui seorang wanita di ujung jembatan tersebut. Jembatang yang disediakan oleh peneliti ada dua, yaitu jembatan yang sudah reyot dan jembatan yang masih bagus.

Kemudian, diketahui bahwa beberapa pria yang menyebrangi jembatan yang sudah reyot ini sebagian besar merasa tertarik dengan wanita yang ada di ujung jembatan tersebut. Sementara kelompok pria yang melewati jembatan yang bagus tidak merasakan apapun.

Para ahli menyatakan bahwa rasa tertarik yang dimiliki kelompok pria yang melewati jembatan reyot ini sebenarnya bukan karena alasan jatuh cinta atau suka. Hal ini disebabkan karena selama para pria menyebrangi jembatan reyot tersebut, mereka mengalami peningkatan hormon adrenalin. Hormon adrenalin membuat jantung bergedup kencang, napas jadi lebih cepat, dan memengaruhi emosional para pria.

Pada akhirnya, kelompok pria ini menganggap bahwa ini adalah tanda mereka tertarik dengan wanita yang ada di ujung jembatan. Sedangkan pria yang melewati jembatan bagus tidak mengalami perubahan hormon tersebut dan tak merasakan ketertarikan yang sama.

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa seseorang dapat dengan mudah merasa tertarik dan kemudian merasa dirinya jatuh cinta. Padahal, cinta butuh waktu lama untuk tumbuh lebih mendalam.

bertengkar dengan pacar

Sebenarnya, rasa suka dan benci menimbulkan efek fisiologis yang sama

Orang yang merasakan suka atau tertarik pada seseorang bisa saja menyalahartikan apa yang ia rasakan saat itu. Pasalnya, perubahan tubuh yang terjadi ketika itu hampir sama dengan rasa cinta. Bahkan, perubahan ini juga terjadi ketika Anda merasa benci dengan seseorang.

Perubahan atau efek fisiologis yang akan timbul yaitu jantung berdebar-debar, napas memendek, dan aliran darah menjadi lebih cepat. Semua hal itu sebenarnya Anda rasakan ketika merasa benci ataupun tertarik pada seseorang. Hal ini yang kemudian membuat seseorang sangat mudah merasa jatuh cinta dan akhirnya cepat benci, karena gejala yang dirasakan sama saat itu.

Cinta itu butuh waktu, tidak bisa secepat kilat

Mungkin hal yang membuat rasa benci itu muncul sangat tiba-tiba karena Anda terlalu cepat menyimpulkan kalau Anda sedang jatuh cinta. Ya, rasa suka dan tertarik dengan seseorang sebenarnya wajar tapi tentu itu bukan berarti cinta.

Cinta itu butuh proses, apalagi jika Anda ingin selalu bersamanya dan menghabiskan sisa waktu dengan si pasangan. Cinta tak hanya mendapatkan sesuatu dari pasangan yang membuat bahagia, tapi juga memahami karakter dan mengerti

Jika Anda terburu-buru jatuh cinta kemudian mengetahui berbagai kekurangan pasangan dan Anda belum siap menerimanya, bisa jadi rasa cinta yang sebelumnya Anda katakan berubah jadi benci.

Terlalu cepat jatuh cinta bisa jadi hanya perasaan sesaat yang akhirnya membuat Anda tidak merasakan kenikmatan dan keindahan dalam menjalin hubungan.

Ini juga dapat mengganggu keromantisan Anda dan pasangan. Biasanya orang yang cepat jatuh cinta, akan lebih sering bersemangat menjalani hubungan di awal dan mudah bosan dan terkesan malas dia akhir dalam menjalani hubungan.

Lebih baik jalankan saja pelan-pelan dan nikmati waktu pendekatan Anda dan pasangan sampai Anda dan pasangan sama-sama merasa siap untuk berkomitmen.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Awet Bersama Pasangan dengan Borderline Personality Disorder

Memiliki pasangan dengan borderline personality disorder memang membuat Anda lebih sulit mempertahankan hubungan. Begini alasan dan tipsnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/07/2020 . Waktu baca 7 menit

‘Bucin’ Alias Budak Cinta, Fenomena Ketika Cinta Menjadi Candu

Fenomena bucin alias budak cinta kini marak dibicarakan sebagai orang yang terlalu sayang dengan pasangannya. Begini penjelasan dari sisi psikologis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Tidak Selamanya Gagal, Ini Alasan Mengapa Jual Mahal Kadang Berhasil

Sikap tarik ulur alias jual mahal terkadang membuat orang justru menyerah di tengah jalan. Namun, tidak sedikit pula yang berhasil. Mengapa demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Selain Hubungan Seks, Ada Masalah Hubungan Asmara pada Penderita ADHD

Selain kehidupan seks, penderita ADHD juga memiliki sejumlah tantangan dalam menjalani hubungan asmara mereka dan berasal dari gejala yang dialami.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nafsu seks

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit menular seksual

7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 13 menit
menyimpan rahasia dari pasangan

Pro dan Kontra Menyimpan Rahasia dari Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit