Bolehkah Berhubungan Seks Setelah Melakukan Pap Smear?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/01/2018
Bagikan sekarang

Pap smear merupakan tes pemeriksaan wajib dilakukan wanita di usia dewasa, terlebih saat Anda telah menikah atau sudah aktif secara seksual. Ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebelum atau sesudah pap smear, salah satunya adalah berhubungan intim. Peraturannya, Anda diwajibkan untuk tidak melakukan hubungan seks satu hari sebelumnya. Namun, kalau sudah pap smear, apa sudah boleh bercinta lagi dengan pasangan? Berikut jawabannya. 

Apa itu pap smear?

Sebelum Anda mengetahui kapan diperbolehkan berhubungan seks setelah pap smear, ada baiknya ketahui dulu penjelasan mengenai tes untuk wanita ini. Pap smear adalah tes yang dilakukan untuk mencari perubahan dalam sel-sel serviks (leher rahim) yang dapat menunjukkan gejala-gejala kanker serviks atau kanker leher rahim.

Selama tes, sebuah alat kecil akan dimasukkan ke dalam vagina Anda. Ini bertujuan untuk mengambil sampel kecil dari sel-sel pada permukaan leher rahim. Sampel tersebut kemudian disebar pada slide (Pap smear) atau dicampur dalam fiksatif cair (sitologi berbasis cairan).

Lalu sampel akan dikirim ke laboratorium untuk diteliti di bawah mikroskop. Sel diperiksa untuk kelainan yang mungkin menunjukkan perubahan sel abnormal, seperti displasia atau kanker leher rahim.

Selain itu pap smear biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan panggul. Seluruh wanita dianjurkan untuk melakukan pap smear pada usia 21 tahun. Tes pap ini dilakukan untuk mendeteksi dini adanya kanker leher rahim. Wanita usia 21-29 tahun dianjurkan untuk melakukan tes ini setiap tiga tahun, tanpa disertai tes Human papillomavirus (HPV).

Lalu, bolehkah melakukan hubungan seks setelah pap smear?

Berhubungan seks setelah pap smear boleh saja dilakukan. Akan tetapi, hal ini berlaku ketika tidak ada kondisi kesehatan vagina yang terjadi setelah tes pap, seperti perdarahan. Vagina mengeluarkan darah setelah berhubungan seks masih terbilang normal dan umum terjadi. Hal ini belum tentu disebabkan oleh pap smear itu sendiri. 

Namun, kalau memang Anda mengalami perdarahan setelah tes, ada baiknya Anda tidak melakukan hubungan seks terlebih dahulu. Selama mengalami perdarahan sehabis tes, gunakan pembalut. Penting juga untuk menghindari pemakaian tampon, berhubungan seks, ataupun berenang.

Jika perdarahan setelah pemeriksaan masih berlanjut dan semakin parah, segera hubungi dokter Anda. 

Di samping itu, seks setelah pap smear tidak dianjurkan apabila sebelum pap smear Anda memang sudah mengalami gejala-gejala dan mencurigai penyakit kelamin tertentu. Untuk mencegah penularan penyakit kelamin, sebaiknya tunggu dulu sampai hasil pap smear Anda keluar.

Perhatikan hal berikut ini sebelum melakukan pap smear

Tidak banyak hal yang dilarang setelah melakukan pap smear. Hal ini juga dipertimbangkan dengan kondisi kesehatan Anda setelah melakukan tes Pap. Namun, ada baiknya Anda memerhatikan beberapa hal yang harus Anda persiapkan sebelum melakukan pap smear. Ini berguna untuk memaksimalkan keakuratan hasil tes. Hal tersebut yaitu:

  • Tidak berhubungan seksual dua hari sebelum pap smear.
  • Tidak membersihkan vagina dengan douche atau sabun kewanitaan dua hari sebelum pap smear. Cukup bersihkan vagina Anda dengan air hangat.
  • Hindari kontrasepsi vagina seperti busa, krim, atau jeli yang diletakkan di vagina dua hari sebelum pap smear.
  • Hindari juga penggunaan obat-obatan untuk vagina (kecuali yang diresepkan dokter Anda) dua hari sebelum pap smear.
  • Kosongkan kandung kemih Anda sebelum melakukan pap smear.

Anda juga harus memberi tahu dokter sebelum melakukan pap smear, jika Anda:

  • Sedang mengonsumsi obat-obatan, misalnya pil KB yang mengandung estrogen atau progestin. Obat tertentu dapat memengaruhi hasil tes.
  • Pernah melakukan pap smear sebelumnya dan hasilnya tidak normal.
  • Anda sedang hamil.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020