5 Mitos Keliru Tentang Masturbasi yang Diam-Diam Masih Dipercaya Banyak Orang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21 September 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Di tengah zaman yang makin modern, masturbasi masih saja dianggap sangat tabu untuk dibicarakan terang-terangan. Maka tidak heran jika kegiatan seks solo satu ini terus diselimuti oleh mitos-mitos yang menyesatkan. Anda pasti familiar, kan, dengan bisik tetangga yang bilang bahwa masturbasi bisa bikin lutut kopong atau bikin jerawatan? Bahkan, ada juga yang bilang bahwa orang yang suka masturbasi dianggap tidak normal. Apa kata dunia medis soal mitos masturbasi yang seliweran di masyarakat?

Berbagai mitos masturbasi yang ternyata salah besar

cara masturbasi

Demi menjawab pertanyaan Anda, berikut ini mitos masturbasi yang perlu Anda tahu kebenarannya.

Mitos 1: “Masturbasi tidak ada manfaatnya”

Faktanya, menurut Justine Marie Shuey, PhD, seorang seksolog ternama di Philadelphia, bahwa masturbasi punya sejumlah manfaat baik bagi kesehatan. Mulai dari membuat tidur lebih nyenyak, membantu mengelola stres berat, meredakan sakit kepala, meningkatkan konsentrasi, hingga membuat tubuh terasa lebih bugar.

Bahkan bagi wanita yang mulai memasuki usia lanjut, melakukan masturbasi bisa bantu mengatasi vagina kering yang sering mengakibatkan sakit saat berhubungan seks.

Mitos 2: “Terlalu sering masturbasi bisa menyebabkan impotensi”

Mitos masturbasi yang satu ini mungkin sudah cukup sering Anda dengar. Padahal sebenarnya, bukanlah masturbasi yang membuat seorang pria mengalami impotensi. Melainkan sentuhan dan gesekan dari tangan Anda yang secara tidak langsung telah membuat penis terbiasa dengan gerakan itu.

Akhirnya, Anda jadi kesulitan untuk mencapai orgasme bersama pasangan, dijelaskan oleh Susan Kellog-Spadt, PhD, selaku direktur pengobatan seksual di Center for Pelvic Medicine di Bryn Mawr, Pennsylvania.

Mitos 3: “Anda boleh sering melakukan masturbasi”

Tidak ada jumlah pasti yang mengatur berapa kali Anda boleh masturbasi dalam sehari. Hanya diri Anda sendiri yang bisa menentukan sekaligus membatasinya.

Yang terpenting, jangan sampai frekuensi masturbasi ini justru mengganggu rutinitas seks Anda dengan pasangan. Atau bahkan sampai membuat Anda kecanduan dan sulit berhenti.

Mitos 4: “Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang tidak normal”

Dr. Shuey menuturkan bahwa sah-sah saja untuk melakukan masturbasi, baik bagi pria ataupun wanita. Ya, masturbasi sebenarnya termasuk aktivitas seksual normal yang dilakukan beberapa orang. Dengan catatan, frekuensi melakukannya masih dalam batas normal sehingga tidak membuat kecanduan.

Mitos 5: “Masturbasi dilakukan karena pasangan kurang memuaskan”

Tidak sedikit orang yang menangkap basah pasangannya melakukan masturbasi, lalu tanpa pikir panjang menduga kalau dirinya tidak mampu memberikan seks yang memuaskan.

Padahal di satu sisi, memang ada beberapa orang yang melakukan masturbasi sendiri hanya untuk memuaskan keinginannya saja. Bukan karena ada yang kurang dalam rutinitas seksualnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?

Masturbasi saat hamil kabarnya mampu memberikan kenikmatan yang lebih memuaskan daripada hubungan seksual. Namun, apakah aman?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

3 Gaya Masturbasi yang Aman untuk Pria

Tahukah Anda bahwa terdapat gaya masturbasi yang dapat dilakukan para pria tanpa perlu mengkhawatirkan organ intim mereka akan mendapatkan tekanan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit

Alami 3 Tanda Ini, Itu Artinya Anda Terlalu Sering Masturbasi

Masturbasi membantu memuaskan keinginan seksual. Namun, bila terlalu sering dilakukan, masturbasi bisa menimbulkan tanda-tanda seperti berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Masturbasi Bikin Ukuran Penis Mengecil, Mitos Atau Fakta?

Tidak sedikit yang percaya bahwa masturbasi dapat menyebabkan penis mengecil. Sebenarnya, adakah hubungan antara masturbasi dengan ukuran penis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 3 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencapai multiorgasme

7 Cara Mencapai Multiorgasme Saat Seks (untuk Wanita)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
cara masturbasi wanita

Panduan Masturbasi Aman untuk Perempuan, Bagaimana Caranya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
menghadapi anak masturbasi

Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
masturbasi memengaruhi nafsu seks

Apakah Masturbasi Bisa Memengaruhi Nafsu Seks?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit