5 Tanda Anda dan Pasangan Belum Siap Punya Momongan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pasangan yang sudah menikah memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai arti berumah tangga. Sebagian pasangan suami istri merasa sudah siap untuk menambahkan kehadiran buah hati di tengah-tengah keluarga kecil mereka sesegera mungkin. Namun, tak jarang pula terdapat pasangan yang ingin menunda memiliki anak, bahkan mengaku belum siap. Lantas, apa saja yang biasanya menjadi pertimbangan atau pertanda Anda dan pasangan belum siap punya anak?

Apa saja tanda-tanda Anda dan pasangan belum siap punya anak?

Memilih untuk punya anak memang merupakan suatu keputusan besar yang diambil ketika telah berkeluarga, terlepas dari seberapa lama usia pernikahan Anda dan pasangan. Tentunya, tidak semua pasangan suami istri memiliki kesiapan yang cukup untuk menghadapi perubahan tersebut.

Umumnya, alasan-alasan yang menyebabkan sepasang suami istri belum siap untuk punya anak adalah sebagai berikut:

1. Belum siap secara finansial

Bukan rahasia lagi bahwa memiliki anak berarti Anda dan pasangan harus dapat mendukung anak secara finansial dalam merawat dan membesarkannya. Mulai dari biaya pendidikan, kebutuhan sehari-hari, hingga uang jajan sudah harus Anda persiapkan sejak awal.

Selain itu, ketika Anda memutuskan untuk punya anak, Anda harus mempersiapkan kemungkinan mengurangi pengeluaran untuk hal-hal yang Anda dan pasangan sukai, misalnya hobi, liburan ke luar negeri, atau membeli barang-barang tertentu.

Anda dan pasangan mungkin belum siap untuk punya anak apabila hal tersebut masih menjadi salah satu kekhawatiran utama.

2. Tujuan-tujuan lain dalam hidup belum tercapai

Ada kalanya Anda dan pasangan masih memiliki tujuan atau visi hidup yang belum sempat tercapai, baik itu adalah tujuan berdua maupun masing-masing. Misalnya, Anda masih ingin fokus berkarir, atau cita-cita pasangan Anda untuk keliling dunia belum tercapai.

Kadang kala, tujuan-tujuan hidup seperti yang telah disebutkan sebelumnya akan menyita waktu dan perhatian yang banyak, sehingga memiliki anak dipercaya beberapa orang hanya akan menjadi distraksi.

Selain itu, jika Anda dan pasangan mempunyai pemikiran bahwa memiliki anak sama dengan mengorbankan tujuan-tujuan dan visi hidup, itu artinya Anda dan pasangan belum siap punya anak.

3. Adanya rasa takut gagal menjadi orang tua

Banyak pasangan suami istri yang khawatir tidak dapat menjadi orang tua yang baik untuk anaknya kelak. Beberapa alasan di antaranya adalah proses melahirkan yang berisiko, memikirkan cara mendidik anak yang paling tepat, hingga menghadapi masalah-masalah ketika si kecil telah beranjak remaja.

Ketakutan ini biasanya muncul karena mendengar cerita dari teman, keluarga, atau bahkan berasal dari pengalaman pribadi di masa kecil. Apabila kekalutan ini masih Anda rasakan, itu mungkin merupakan pertanda Anda dan pasangan belum siap punya anak.

4. Masih merasa nyaman hidup berdua saja dengan pasangan

Masa-masa awal pernikahan umumnya memang merupakan masa paling indah bagi hampir setiap pasangan suami istri. Anda akhirnya dapat menghabiskan waktu lebih banyak berdua dengan pasangan,

Mungkin salah satu di antara Anda atau pasangan takut akan munculnya hal baru yang dapat mengubah kedekatan dalam pernikahan. Salah satunya adalah kehadiran seorang anak.

Perlu Anda ketahui bahwa perubahan pasti akan terjadi dalam pernikahan setelah Anda melahirkan, dan hal tersebut mustahil untuk dihindari. Namun, jika Anda khawatir perubahan bersifat negatif akan lebih banyak terjadi dibanding dengan yang positif, mungkin ini belum waktu yang tepat untuk Anda mempunyai momongan.

5. Anda dan pasangan berharap punya anak dapat memperbaiki hubungan

Sejumlah pasangan suami istri dengan hubungan yang tidak harmonis meyakini bahwa dengan memiliki anak, hal tersebut dapat mengembalikan kehangatan dan kedekatan dengan masing-masing pasangannya. Nyatanya, hal ini tidak selamanya benar.

Menurut Dr. Liz Higgins, seorang psikolog keluarga yang dikutip dari Elite Daily, memiliki harapan bahwa kehadiran anak dapat memperbaiki keharmonisan pernikahan justru merupakan tanda Anda dan pasangan belum siap punya anak.

Dr. Higgins menambahkan, memiliki anak lebih menciptakan banyak tantangan dan risiko terjadinya konflik dibanding pasangan yang tidak punya anak.

Oleh karena itu, dibanding dengan berpikir bahwa anak dapat menjadi solusi rumah tangga yang berantakan, lebih baik berfokus terlebih dahulu dalam memperbaiki hubungan Anda dan pasangan sebelum memutuskan untuk memiliki momongan.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Kesehatan ibu hamil perlu dijaga dengan baik agar tidak memengaruhi kondisi janin. Lalu, apakah ada pengaruh TBC pada ibu hamil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Batuk, Health Centers 11 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Terapis seks hadir untuk Anda yang membutuhkan saran tentang persoalan hubungan intim yang mungkin sulit dikomunikasikan. Bagaimana memilih terapis seks?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda-tanda selingkuh

6 Tanda Pasangan Anda Selingkuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit
air mani untuk masker wajah

Benarkah Masker dari Air Mani Pria Bisa Membuat Kulit Wajah Mulus dan Awet Muda?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 4 menit
mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit