Bagaimana Mau Hidup Bahagia Jika Masih Punya 4 Pola Pikir Ini?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hidup manusia tidak pernah lepas dari emosi. Baik itu emosi positif seperti senang, bahagia, dan bersyukur maupun emosi negatif seperti sedih, marah, dan kecewa. Semua emosi yang Anda rasakan tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental.

Jika Anda lebih sering merasakan emosi negatif, maka kesehatan mental akan semakin memburuk. Itu artinya, hidup Anda tidak bahagia karena mudah stres atau rentan dengan depresi. Kita-kira, apa saja pola pikir negatif dan membuat Anda sulit hidup bahagia?

Pola pikir yang membuat hidup Anda tidak bahagia

Berbagai pola pikir yang berkaitan erat dengan emosi negatif, namun perlu Anda singkirkan untuk mencapai hidup bahagia, antara lain:

1. Menyimpan dendam

depresi cepat marah

Teman Anda melakukan sebuah kesalahan dan Anda bilang, “Oh, nggak apa-apa, kok.” Namun, bukan berarti Anda telah memaafkan kesalahannya. Anda mungkin masih menyimpan secuil rasa benci atau kesal karena telah disakiti atau dirugikan. Terlebih jika Anda sama sekali tidak mau menerima permintaan maaf tersebut, permusuhan bisa saja terjadi.

Menyimpan dendam atas perbuatan orang lain bisa membuat Anda stres atau depresi karena terus mencari cara untuk membalas dengan hal yang setimpal, bahkan lebih buruk lagi. Hal ini tentu menjauhkan Anda dari hidup bahagia.

Memaafkan kesalahan orang lain memang tidak mudah. Namun, harus Anda lakukan jika ingin memiliki hidup yang lebih baik. Anda hanya perlu membebaskan diri dari kebencian karena telah disakiti, berusaha move on dari situasi tersebut, dan tentunya tidak menuruti ego Anda untuk balas dendam.

2. Kejam pada diri sendiri

depresi karena patah hati

Semua orang pernah berbuat salah, termasuk Anda. Saat kesalahan yang Anda lakukan sulit untuk dimaafkan, perasaan menyesal, malu, dan bersalah mungkin menghantui Anda. Perasaan tersebut cenderung membuat Anda berpikiran negatif, cemas, dan memandang usaha apa pun dengan pesimis. Ini menandakan Anda tidak dapat memaafkan diri sendiri.

Saat Anda berbuat salah, menyadari kesalahan diri memang perlu. Hanya saja, jangan terlalu kejam dan membiarkan perasaan bersalah terus  mengekang Anda. Sebaliknya, Anda jadikan masa lalu sebagai pengingat agar Anda tidak melakukan kesalahan yang sama.

3. Mudah pesimis dan tidak yakin dengan potensi diri

stress akibat masalah keuangan

Semua orang tentu ingin hidup bahagia dan bebas dari masalah. Salah satu syarat untuk mencapainya adalah dengan memiliki rasa percaya diri dan mengenal potensi diri. Sayangnya, banyak orang yang mudah putus asa. Perlu Anda ketahui bahwa sikap tersebut cenderung memunculkan berbagai pikiran negatif. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada kesehatan mental dan membuat Anda tidak bahagia, bukan?

Jika emosi ini terus menguasai Anda, hidup akan makin terpuruk dan jauh dari kebahagiaan. Jadi, Anda harus mampu meyakini diri sendiri bahwa semua usaha yang dilakukan, tidak selalu berakhir dengan kegagalan. Yang terpenting jangan takut mencoba dan percaya diri dengan kemampuan yang Anda miliki.

Saat Anda menghadapi masalah atau harus mengambil suatu keputusan yang cukup rumit, jangan sungkan untuk minta bantuan keluarga atau sahabat. Tidak semua hal bisa Anda selesaikan sendiri, jadi harus paham betul seberapa besar kemampuan Anda.

4. Tidak mau menyesuaikan diri

melihat bullying

Bukan hanya hewan dan tumbuhan, manusia juga perlu berdaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hal ini bertujuan sebagai cara untuk seseorang dapat bertahan hidup dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

Jika Anda sulit untuk menyesuaikan diri dan selalu menuntut orang lain untuk menyesuaikan diri dengan Anda, tentu hubungan tidak akan berjalan langgeng. Anda bisa saja dijauhi atau tidak disukai karena sifat Anda yang suka memerintah dan mem-bully. Dijauhi atau ditakuti orang lain akan membuat Anda sendiri tidak nyaman, mudah stres, dan tidak bahagia meskipun kadang Anda tidak menyadarinya.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan? Anda perlu mempertajam rasa empati dan kepekaan terhadap lingkungan. Selain itu, cobalah untuk bersikap luwes dan mampu menempatkan diri dalam berbagai macam situasi. Caranya yaitu dengan mendengarkan orang lain dan bersikap terbuka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Perasaan Bahagia, Gali 8 Emosi Positif Ini di Diri Anda

Emosi positif bukan hanya bahagia. Ada banyak emosi positif yang perlu Anda tahu agar kualitas hidup meningkat. Apa saja emosi positif selain bahagia?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Psikologi 5 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

Merasa Terjebak Dalam Hubungan yang Tidak Bahagia? 3 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

Tidak sedikit orang yang malah merasa terjebak dalam hubungan tidak bahagia, tapi tetap memaksakan diri untuk terus menjalaninya. Kenapa bisa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 25 Juli 2018 . Waktu baca 3 menit

Ingin Merasa Lebih Bahagia? Yuk, Contek 5 Kebiasaan Harian Ini

Terkadang kebahagiaan tidak datang begitu saja dan perlu diusahakan. Yuk, mulai praktikkan lima kebiasaan ini setiap hari agar lebih bahagia.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Psikologi, Fakta Unik 21 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

7 Kalimat Positif untuk Menyemangati Diri Sendiri Saat Sedang Bad Mood

Daripada terus bermuram durja dan larut dalam kesedihan, yuk bangkit kembali dengan mengucapkan kata-kata semangat ini untuk diri sendiri!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Psikologi 16 Maret 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
alexithymia adalah

Mengenal Alexithymia, Kondisi yang Bikin Anda Susah Ungkapkan Emosi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Perempuan marah berlatar merah muda

Ternyata Marah-Marah Bisa Bikin Orang Bahagia, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2019 . Waktu baca 4 menit
jenis emosi

Pahami 7 Jenis Emosi Dasar yang Ternyata Punya Fungsi Masing-masing

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit