5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . 6 mins read
Bagikan sekarang

Suasana hati yang berubah-ubah dan depresi postpartum (pasca-melahirkan) memang dapat berdampak pada seluruh anggota keluarga, termasuk para ayah. Berikut ini ada beberapa tips peran ayah dalam membantu ibu melewati depresi postpartum. 

Peran ayah membantu ibu yang mengalami depresi postpartum

pasangan butuh sendiri

Bagi para ibu yang baru saja melahirkan, terutama untuk anak pertama, tentu akan menghadapi berbagai tantangan baru. Selain mempunyai bayi yang perlu dirawat, banyak ibu yang mengalami kurang tidur hingga merasakan sakit di payudara saat menyusui. 

Terlebih lagi, kadar hormon yang berubah-ubah dapat menyebabkan depresi yang berhubungan dengan kehamilan dan pasca-persalinan. Bentuk depresi yang disebut sebagai depresi postpartum ini cukup umum terjadi dan dapat dimulai kapan saja saat tahun pertama bayi. 

Depresi postpartum berbeda dengan baby blues karena gejala seperti rasa sedih, putus asa, dan perasaan bersalah masih terus berlanjut hingga berminggu-minggu. Jika para ayah mengetahui hal ini terjadi pada sang ibu, sebaiknya jadilah peran dalam bantu melewati masa-masa depresi postpartum melalui hal-hal berikut.

1. Mendengarkan keluh kesahnya

Tidak Pernah Bertengkar dengan Pasangan

Salah satu peran ayah dalam membantu ibu melewati depresi postpartum adalah mulai mendengarkan keluh kesahnya. Begini, depresi pasca-melahirkan biasanya menimbulkan perasaan bersalah, merasa sendiri, sedih, dan para ibu menganggap mereka bukan ibu yang baik. 

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang selalu merasa cemas dan marah setelah melahirkan. Sebagai sang ayah, Anda bisa membantu mereka dengan tidak mengabaikan gejala depresi postpartum tersebut. 

Selain mendengarkan keluh kesahnya, Anda juga bisa menunjukkan pada ibu bahwa diri ini akan selalu ada untuknya. Dengan selalu berada di sana dan mencoba memahami apa yang ibu lalui, mereka mungkin merasa aman dan didukung oleh orang yang dicintainya. 

Satu hal yang perlu diingat bagi para ayah adalah Anda tidak perlu selalu menjadi orang yang mencari jalan keluar. Cobalah untuk mulai mendidik diri sendiri dengan membaca tentang depresi postpartum. Lalu, dampingi sang ibu setiap saat, seperti menemaninya berkonsultasi ke dokter jika memungkinkan. 

2. Tidak membandingkan

berubah demi pasangan

Jika para ayah ingin membantu ibu melewati depresi postpartum dengan baik, usahakan untuk memilih kata-kata saat berbicara. Salah satunya adalah tidak membandingkan pengalaman orang lain atau saudara yang mungkin sudah memiliki anak dengan sang ibu. 

Dilansir dari Psychology Today, ada beberapa ucapan yang perlu dihindari saat mencoba membantu ibu mengatasi depresinya, seperti:

  • Ia perlu segera mengatasi masalahnya sendiri
  • seharusnya sang ibu merasa bahagia karena memiliki anak
  • semua ibu baru merasakan hal yang sama
  • mengaturnya untuk melakukan sesuatu agar mereka lebih baik

Kebanyakan ibu yang mengalami depresi postpartum merasa mereka bukan ibu yang baik atau tidak lebih baik dari orangtua lainnya. Dengan membandingkan situasi mereka dengan orang lain atau memaksa untuk cepat-cepat menyelesaikan masalah ini sendiri justru menambah rasa bersalah sang ibu. 

3. Membantu menyelesaikan urusan rumah

istri cerewet suami sehat

Selain berada di sampingnya dan memilih kata-kata saat berucap, para ayah bisa membantu ibu melewati depresi postpartum dengan menyelesaikan pekerjaan rumah. 

Anda mungkin sudah pernah menawarkan bantuan kepada sang ibu, tetapi mereka menolak karena tidak ingin terbebani oleh orang lain. Apabila hal ini terjadi pada Anda, usahakan untuk membantu menyelesaikan urusan rumah tangga tanpa perlu diminta, seperti:

  • masak sarapan atau makan malam
  • membantu mengawasi bayi selama beberapa jam agar ibu bisa beristirahat
  • membantu menjawab panggilan telepon 
  • meringankan tumpukan pakaian kotor dengan mencucinya sendiri

Beberapa hal di atas adalah satu dari sekian banyak pekerjaan rumah tangga yang bisa para ayah lakukan untuk membantu ibu melewati depresi postpartum. Hal ini bertujuan agar ibu dapat beristirahat dengan tenang dan beban pekerjaan mereka menjadi lebih ringan. 

4. Mendukung keputusannya

pasangan seks

Para ibu yang mengalami depresi postpartum biasanya merasa sendiri, sehingga peran ayah dan orang terdekatnya selalu diperlukan untuk mendukung mereka. Terlebih lagi saat mereka sedang mencari pengobatan. 

Pada saat ibu sedang menjalani perawatannya, dokter mungkin akan menyarankan beberapa jenis pengobatan, seperti minum obat. Sebagai suami yang baik, Anda diharapkan untuk dapat mendukung keputusannya mencari pertolongan dari ahli untuk mengatasi depresi postpartum

Selain itu, tidak jarang saat masa sulit seperti ini ibu memutuskan untuk berhenti menyusui. Apabila hal ini terjadi di kehidupan rumah tangga Anda, cobalah untuk mendiskusikan hal tersebut dengannya dan pastikan ia merasa didukung. Jangan lupa untuk tidak membandingkan apa yang mereka putuskan dengan orang lain perbuat. 

5. Menghadapi emosi ibu dengan baik

bertengkar dengan pasangan

Salah satu gejala depresi postpartum adalah para ibu mungkin akan sering lebih cepat marah dan emosional. Kunci dari menghadapi situasi ini adalah tetap bersabar dan jangan tinggalkan mereka dalam keadaan seperti itu. 

Berhadapan dengan ibu yang mengalami masalah ini sebenarnya bisa dilakukan dengan baik lewat beberapa tips di bawah ini:

6. Membantu mengurus bayi

Sumber: Baby Center

Bayi yang baru lahir tentu membutuhkan perhatian yang lebih, terutama dari kedua orangtuanya. Sebagai ayah yang siaga dalam membantu ibu dengan depresi postpartum, mereka juga perlu membantu mengurus bayi.

Mulai dari menggantikan popok, memandikan bayi, hingga memandikannya saat ibu tengah sibuk mengatasi masalahnya sendiri. Dengan begitu, bayi dapat diurus dengan baik dan ibu tidak terlalu terkuras tenaga dan emosinya karena kebingungan mengurus semuanya sendirian.

Peran ayah dalam membantu ibu mengatasi depresi postpartum sangat penting karena dapat membuat perbedaan besar dalam proses pemulihannya. Hal ini dikarenakan proses pemulihan mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan Anda harus rela melewati ini bersama-sama.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Bagi-Bagi Tugas Rumah Tangga Dengan Pasangan Semasa Liburan

Padatnya pekerjaan mungkin membuat Anda kesulitan membagi tugas rumah tangga dengan pasangan. Nah, Anda dapat memanfaatkan masa liburan untuk melakukan ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/12/2019 . 4 menit baca

3 Cara Menjadi Sosok Ayah yang Baik untuk Anak

Menjadi sosok ayah yang baik namun tangguh memang tidak mudah. Oleh karena itu, untuk memudahkan Anda, cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 05/11/2019 . 5 menit baca

4 Masalah Kulit yang Mungkin Muncul Usai Melahirkan

Bagi para wanita yang baru saja menjalani proses persalinan, tidak jarang muncul masalah kulit setelah melahirkan yang cukup mengganggu, apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Melahirkan, Kehamilan 29/09/2019 . 3 menit baca

10 Tips Mudah untuk Sembuhkan Kaki Bengkak Setelah Melahirkan

Kaki bengkak bisa mulai terjadi selama kehamilan, bahkan terus bertahan sampai setelah melahirkan. Apa penyebabnya? Dan adakah cara untuk memulihkannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 16/08/2019 . 9 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
menghukum anak berbohong

Segudang Ide Aktivitas Seru Antara Ayah dan Anak Perempuannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/03/2020 . 4 menit baca
sindrom sheehan

Sindrom Sheehan dan Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentangnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/03/2020 . 4 menit baca
afirmasi positif ibu hamil dan melahirkan

Manfaat Afirmasi Positif Ibu Hamil dan Ibu Melahirkan Bagi Kesehatan Jiwanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/01/2020 . 4 menit baca