Cara Menolong Orang yang Sengaja Menyakiti Diri Sendiri

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 07/10/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Terkadang, sulit untuk melihat ciri-ciri orang yang sengaja melukai diri sendiri. Orang-orang di sekitar Anda mungkin memiliki kecenderungan tersebut tanpa Anda ketahui. Pasalnya, orang yang melakukan hal tersebut biasanya menutupi bekas-bekas lukanya dengan mengenakan pakaian tertutup, atau tidak mau diajak berbicara soal permasalahannya. Semakin cepat Anda mengetahui bahwa seseorang memiliki kecenderungan yang bisa berakibat fatal tersebut, semakin besar pula kemungkinan untuk menolongnya. Apabila ada orang terdekat atau anggota keluarga Anda yang sengaja melukai diri sendiri, Anda membutuhkan pendekatan khusus untuk mendampinginya. Simak baik-baik panduan menolong orang yang menyakiti diri sendiri berikut ini.

Mengapa seseorang sengaja menyakiti diri sendiri?

Siapa pun bisa melakukan tindakan ini, entah pria, wanita, remaja, maupun orang dewasa. Umumnya, mereka sengaja melukai diri sendiri akibat emosi, situasi, memori, atau kejadian yang sangat sulit untuk dicerna. Sebagai bentuk pelampiasan, mereka pun akan secara sengaja menimbulkan luka, rasa sakit, atau sensasi fisik tertentu pada tubuh mereka sendiri.

BACA JUGA: Berbagai Penyebab Utama Seseorang Ingin Bunuh Diri

Harap diperhatikan, informasi dalam paragraf ini mungkin sulit untuk diproses dan membuat Anda tidak nyaman. Jika saat ini Anda sedang merasa rentan atau timbul keinginan tertentu untuk melukai diri, sebaiknya jangan lanjutkan membaca. Ada beberapa cara yang ditempuh seseorang untuk menyakiti tubuhnya. Contohnya antara lain menyayat dan menggaruk kulit sampai luka, membenturkan kepala, atau membakar anggota tubuh tertentu. Dalam kasus lain, proses menyakiti diri sendiri ditempuh dengan cara minum racun atau overdosis obat.

Pada beberapa orang, tindakan tersebut bisa menjadi bukti bagi dirinya sendiri bahwa ia masih hidup dan tidak mati rasa. Akan tetapi, orang-orang tertentu justru tidak merasakan apa pun ketika melukai diri sendiri karena fungsi otak yang mengatur rasa sakit sudah terganggu akibat trauma psikologis atau gangguan kejiwaan tertentu.

BACA JUGA: 4 Ciri Orang Terdekat Anda Mengalami KDRT

Bagaimana saya bisa menolong orang yang melukai diri sendiri?

Untuk menolong orang yang menyakiti diri sendiri, perlu diingat bahwa Anda butuh kesabaran karena menghentikan kebiasaan ini tidaklah mudah dan bisa makan waktu yang lama. Namun, setiap saat dan usaha yang Anda berikan untuknya sangat berharga.

1. Cari tahu soal kebiasaan melukai diri sendiri

Supaya pertolongan dan dukungan yang Anda berikan padanya sesuai dengan kondisinya, sebaiknya Anda mempelajari soal kebiasaan menyakiti diri sendiri dari berbagai sumber-sumber terpercaya. Dengan begitu, Anda jadi mampu memahami pola pikir dan perilakunya dan bisa bertindak sesuai dengan situasi.  

2. Bersikap positif

Bukan berarti Anda memaklumi perbuatannya, tetapi lebih kepada menunjukkan bela rasa dan kasih sayang. Menghakimi atau memanggilnya dengan sebutan “gila” atau “tidak waras” tak akan membantunya menghentikan kebiasaan tersebut. Menyalahkannya karena berbuat demikian juga justru akan membuatnya semakin rentan.

Daripada menghakimi dan bersikap negatif, tanyakanlah apa yang ia rasakan dan apa yang bisa Anda lakukan supaya ia bisa merasa lebih baik. Sampaikan padanya bahwa Anda yakin ia bisa keluar dari pola pikirnya. Hal ini memang tidak mudah karena belum tentu ia mau langsung bercerita atau menghentikan perbuatannya, tetapi lama-kelamaan ia akan merasakan energi positif Anda.

3. Jangan membuatnya merasa bersalah

Ketika menolong orang yang menyakiti diri sendiri, fokuslah pada dirinya. Jangan pada Anda sendiri, keluarganya, atau orang lain. Hindari kata-kata seperti, “Kasihan orangtuamu, mereka pasti sedih dan malu kalau kamu seperti ini.”

Saat ini, yang ia butuhkan adalah perhatian dan kepedulian Anda pada dirinya karena besar kemungkinan ia merasa gagal dan tidak berharga. Membuatnya merasa bersalah justru semakin membenarkan pola pikirnya bahwa dirinya adalah sebuah kegagalan dan kesalahan yang pantas disakiti. Meskipun kadang sulit bagi Anda sendiri untuk menerima dan memahami apa yang ia perbuat, hargailah perasaan dan pikirannya dengan hati yang terbuka.

BACA JUGA: 8 Hal yang Tak Boleh Diucapkan Pada Orang yang Depresi

4. Menyediakan waktu

Pada banyak kasus, orang yang menyakiti diri sendiri hanya membutuhkan waktu dan kesediaan Anda untuk mendengarkan keluh kesahnya. Ia tidak membutuhkan hadiah, wejangan, atau ceramah dari Anda. Maka, pastikan bahwa orang terdekat Anda tahu bahwa Anda siap untuk mendengarkan masalah dan curahan hatinya. Anda juga bisa menyediakan waktu untuk mengajaknya melakukan hal-hal yang positif bersama. Cari tahu kegiatan apa saja yang disukainya dan tempat-tempat yang menarik buatnya.

5. Jangan mengancam

Anda tidak akan menolong orang yang melukai diri sendiri dengan ancaman dan peringatan. Misalnya ancaman untuk mengusir anak dari rumah kalau kedapatan melukai diri sendiri, atau mengancam akan mengeluarkan seorang murid yang melukai diri sendiri dari sekolah. Ancaman tersebut hanya akan membuat pandangannya semakin kabur dan sulit untuk mengambil keputusan yang bijak ketika emosinya terpicu.   

6. Ajak untuk mencari bantuan profesional

Ingatlah bahwa Anda mungkin membutuhkan bantuan psikolog atau psikiater untuk menghentikan kebiasaan melukai diri sendiri. Tak perlu memaksa atau menyeretnya ke klinik psikologi, tapi beri pemahaman terus-menerus bahwa ada orang lain yang bisa membantunya keluar dari lubang hitam tersebut. Akan tetapi, jika ia berada dalam situasi yang membahayakan, segera hubungi layanan darurat atau bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

    Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

    Ginseng Korea diyakini bisa mengatasi masalah pria, dari impotensi hingga ejakulasi dini. Tapi apakah manfaat ginseng ini sudah terbukti dan teruji klinis?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

    Dewasa ini, pijat prostat mulai banyak dicari. Banyak yang yakin pijat ini bisa jadi solusi berbagai keluhan di area prostat. Apa memang benar?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Urologi, Prostat 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit

    Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

    Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    sarang nyamuk

    4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    bibir gatal

    7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 12/08/2020 . Waktu baca 3 menit
    mengobati infeksi saluran kencing obat cefixime antibiotik

    7 Pengobatan Alami Mengobati Infeksi Saluran Kencing

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 8 menit
    penyebab infeksi saluran kencing

    Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit