Anda mungkin tidak pernah membayangkan sebelumnya saat orangtua memberi tahu bahwa Anda seorang anak adopsi. Kabar ini tentu menjadi pukulan keras dalam hidup Anda. Rasanya ingin marah, kecewa, menangis sekencang-kencangnya, bahkan mulai menyalahkan takdir. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk meredam gejolak emosi yang dirasakan? Berikut penjelasannya.

Kunci meredam emosi saat mengetahui Anda anak adopsi

“Dunia ini tidak adil!” Kalimat tersebut mungkin langsung terucap begitu mengetahui bahwa Anda seorang anak adopsi. Bagaimana tidak, orangtua yang selama ini dianggap sebagai orangtua kandung, ternyata hanyalah orangtua angkat yang sudah berbesar hati menerima Anda.

Anda mungkin merasa kecewa dan timbul perasaan tidak dicintai. Padahal kenyataannya tidak demikian. Buktinya, masih ada orangtua angkat yang menganggap Anda layaknya anaknya sendiri.

Meski tidak mudah, yuk, coba kendalikan emosi Anda dengan berbagai cara berikut ini:

1. Luapkan emosi secukupnya

penyebab depresi

Wajar saja kalau Anda merasa marah, kecewa, dan sakit hati begitu mengetahui bahwa Anda adalah anak adopsi. Di dalam benak Anda muncul berbagai kekhawatiran, entah perasaan akan diabaikan atau dianaktirikan dalam keluarga.

Anda mungkin masih merasa kesal ketika melihat wajah orangtua angkat Anda, meskipun Anda tahu bahwa ini bukan kesalahannya. Ada baiknya, hindari pertemuan dengan orangtua angkat Anda untuk sementara waktu.

Dilansir dari Psychology Today, menghindari keadaan yang memicu emosi negatif bisa membantu menenangkan diri lebih cepat. Anda bisa berdiam diri di kamar untuk sementara waktu sampai perasaan Anda jauh lebih tenang.

Namun jangan dibiarkan berlama-lama, ya. Luapkan emosi Anda secukupnya, entah itu marah atau menangis, setelah itu berusahalah untuk melapangkan hati seluas-luasnya.

2. Tarik napas dalam-dalam

latihan pernapasan

Anda boleh marah, kecewa, atau menangis sampai merasa tenang dan bisa menerima keadaan Anda sebagai anak adopsi. Namun ingat, jangan biarkan amarah dan rasa kecewa tersebut berlarut-larut dan terus menggerogoti hati Anda.

Coba tarik napas dalam-dalam dan pejamkan mata Anda sejenak. Ketika menarik napas dalam, akan ada banyak oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Teknik pernapasan ini dapat membantu memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah yang naik saat marah. Hal ini akan membuat Anda jauh lebih tenang dan mampu meredam emosi dengan baik.

3. Bersyukur

agar hidup bahagia

Meski terasa menyakitkan, coba lapangkan hati Anda dan bersyukurlah. Ingatlah bahwa orangtua angkat Anda saat ini sudah bersusah payah membesarkan Anda dengan penuh cinta dan kasih sayang. Justru, Anda harus berterima kasih kepada mereka karena telah menerima Anda dengan sepenuh hati.

Menjadi anak adopsi bukanlah suatu hal yang buruk atau memalukan. Bersyukurlah bahwa Anda memiliki hidup yang lebih layak bersama orangtua angkat Anda saat ini. Jangan biarkan rasa kesal dan amarah ini membuat hubungan Anda dan orangtua angkat jadi tidak akur, ya.

4. Lakukan hal-hal yang positif

menulis tangan vs mengetik

Merasa sedih dan kecewa memang hal yang wajar. Namun, ini bukan berarti Anda bisa terus-terusan menyalahkan keadaan, bukan?

Menenangkan diri ketika sedang frustasi memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun, jangan menyerah dulu. Coba alihkan perhatikan Anda dengan hal-hal positif, misalnya pergi berlibur, berbagi ke sesama, menulis jurnal, olahraga, atau hal apapun yang Anda sukai.

Dengan menulis jurnal, misalnya, Anda dapat menumpahkan semua yang Anda rasakan. Tuliskan hal-hal apa saja yang membuat Anda sedih dan solusi yang dapat dilakukan. Hal ini bisa menjadi salah satu terapi yang ampuh memulihkan perasaan setelah mengetahui kenyataan bahwa Anda seorang anak adopsi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca