Mual Sampai Ingin Muntah Saat Cemas dan Panik? Ini Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Cemas, panik, dan gugup merupakan bagian dari emosi yang Anda alami setiap hari. Akan tetapi, bila emosi tersebut dirasakan berlebihan, tubuh akan memberikan reaksi, seperti mual salah satunya. Anda bisa jadi sangat ingin muntah saat merasa cemas, namun tetap tak ada yang berhasil Anda keluarkan dari perut Anda.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab mual dan ingin muntah saat cemas, panik, dan gugup

Rasa panik, cemas, atau gugup biasanya akan membuat Anda tidak tenang dan berkeringat dingin. Efeknya tidak hanya itu saja. Anda bisa juga mengalami dry heavy atau muntah kering.

Berbeda dengan muntah pada umumnya, muntah kering tidak akan membuat Anda memuntahkan apa pun. Anda hanya merasa mual parah dan berusaha keras untuk mengeluarkannya.

Namun, apa hubungannya perasaan ingin muntah ini saat seseorang merasa cemas?

Menurut laman konsultasi yang dikelola oleh Columbia University, muntah merupakan refleks tubuh untuk mencegah seseorang tersedak atau menelan zat-zat tertentu.

cemas berlebihan

Biasanya refleks muntah akan sangat aktif ketika Anda mencium bau tidak sedap atau sensitif dengan kandungan makanan atau minuman tertentu.

Tidak hanya itu, stres, panik, dan cemas yang berlebihan juga bisa memicu aktifnya refleks muntah. Perasaan ingin muntah saat cemas dan stres ini kemungkinan besar terjadi akibat meningkatnya produksi hormon serotonin.

Hormon serotonin diketahui ikut berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Jika kadarnya berlebihan, produksi asam lambung akan meningkat dan sinyal mual di batang otak akan diaktifkan.

Itulah sebabnya saat panik, cemas, dan gugup Anda akan merasakan mual sampai-sampai ingin muntah.

Tips mengatasi perasaan ingin muntah saat cemas dan panik

penyebab sirosis hati

Terus mual dan ingin muntah saat cemas atau stres, tentu akan mengganggu aktivitas Anda. Namun, Anda tidak perlu khawatir.

Kondisi ini bisa diatasi jika Anda mampu menghadapi penyebab utamanya, yaitu stres, kecemasan, rasa panik, atau kegugupan yang muncul.

Nah, untuk mengurangi atau menghilangkan emosi yang berlebihan tersebut, Anda bisa mengikuti beberapa cara berikut ini:

1. Tenangkan diri

Rasa cemas dan stres akan semakin parah jika perasaan Anda terus gelisah. Akibatnya, hal itu akan membuat Anda mual dan berujung ingin muntah saat perasaan stres dan cemas tak kunjung diatasi.

Untuk itu, Anda perlu menenangkan diri. Cobalah untuk mencari tempat yang jauh dari keramaian. Kemudian, lakukan terapi relaksasi dengan menarik napas dalam-dalam lewat hidung dan membuangnya secara perlahan lewat mulut.

2. Alihkan emosi negatif Anda ke hal lain

Cemas, stres, dan panik cenderung membuat otak Anda memikirkan hal negatif. Semakin Anda terlarut dalam pikiran tersebut, semakin sulit nantinya bagi Anda untuk mengatasinya.

Jadi, hentikan pikiran negatif yang muncul dengan memikirkan hal lain, seperti mencoba untuk berjalan-jalan di sekitar rumah, membaca buku, memainkan permainan di ponsel, atau menonton video lucu.

3. Hindari segala hal yang bisa memperburuk kondisi Anda

Kurang tidur merupakan salah satu hal yang bisa membuat pikiran Anda tidak jernih.

Apalagi, jika Anda punya kebiasaan minum alkohol atau kopi di malam hari, kecemasan dan stres dapat bertambah buruk. Akibatnya, perasaan mual dan ingin muntah saat cemas, panik, dan stres akan terus-menerus kambuh.

tes alkohol

Untuk menenangkan pikiran sebelum tidur, Anda bisa mencoba berendam air hangat. Air hangat akan melonggarkan otot tubuh yang menegang sekaligus menenangkan pikiran Anda.

Hindari atau bahkan hentikan kebiasaan minum alkohol, merokok, atau minum kopi menjelang waktu tidur supaya tidur Anda tidak terganggu.

4. Konsultasi ke dokter

Cara-cara mengatasi mual dan perasaan ingin muntah saat cemas yang telah dijelaskan sebelumnya, mungkin berhasil membantu Anda. Namun, ada kalanya cara itu tidak berhasil.

Anda mungkin sjaa membutuhkan bantuan dokter atau psikolog untuk mengatasinya. Jadi, jangan ragu untuk melakukan perawatan lebih lanjut pada dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca