Rasa Sedih dan Amarah, Tak Selamanya Buruk. Ini Manfaatnya Bagi Otak

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/04/2020
Bagikan sekarang

Emosi negatif seperti kesedihan, rasa takut, amarah, atau khawatir merupakan fase perasaan sementara, begitu juga dengan perasaan senang dan bahagia. Kebanyakan orang menghindari emosi negatif dan berusaha untuk berpura-pura merasakan bahagia. Namun sebetulnya, emosi negatif memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan mental.

Manfaat merasakan kesedihan dan emosi negatif lainnya

Suatu studi menunjukan bahwa emosi negatif bisa memiliki efek positif karena hal ini merupakan bagian dari evolusi emosi manusia. Emosi negatif berperan sebagai cara adaptasi yang menyebabkan tubuh mengenali dan mengingat situasi tersebut, sehingga kita dapat menjaga diri lebih baik lagi, serta meningkatkan kemampuan kognitif otak seseorang.

Berikut beberapa efek postif yang dapat muncul dari merasakan emosi negatif:

1. Meningkatkan kemampuan memori

Pada dasarnya, kemampuan mengingat dapat diganggu oleh informasi lainnya, sehingga kita cenderung mengingat lebih sedikit. Namun hal tersebut dapat dikurangi ketika seseorang merasakan emosi negatif.

Suatu percobaan dilakukan untuk menguji kekuatan memori pada saat sedang turun hujan, dibandingkan dengan pada saat hari cerah. Ternyata, efek cuaca hujan yang dianggap memicu emosi negatif justru menyebabkan informasi yang diingat malah lebih mendetail, dan lebih sedikit terjadi kesalahan informasi.

2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi

Saat sedang mengalami bad mood, seseorang cenderung lebih memperhatikan detail dan lebih perhatian terhadap hal yang dibicarakan seseorang. Emosi negatif tersebut juga mendorong seseorang untuk menggunakan opini yang persuasif dalam meyakinkan seseorang, serta lebih memudah memahami pernyataan yang ambigu.

3. Memicu pengambilan keputusan yang lebih baik

Kekhawatiran akan kegagalan di masa lalu dapat memberi Anda pelajaran tentang apa yang harus dilakukan dan harus dihindari. Sehingga, jika digunakan dengan tepat, rasa cemas tersebut dapat digunakan sebagai bahan perencaaan dan pengambilan keputusan di masa yang akan datang.

4. Meningkatkan fokus

Sebagai mekanisme adaptasi, perasaan bad mood juga meningkatkan kemampuan untuk fokus terhadap masalah atau situasi yang sedang dihadapi. Hal ini juga dapat mendorong otak menjadi lebih baik untuk berpikir kritis dalam mencari penyelesaian masalah.

Ini berbanding terbalik dengan perasaan senang, yang berperan sebagai sinyal yang menunjukkan situasi familiar atau aman, dan menyebabkan otak memproses informasi dengan detail dan fokus yang lebih sedikit.

5. Meningkatkan kemampuan analisis dan penilaian

Emosi negatif seperti kekhawatiran atau ketakutan dapat meminimalisir terjadinya bias dalam menilai sesuatu, karena seseorang cenderung lebih sensitif terhadap kesalahan. Selain itu menghadapi rasa takut dan cemas juga dapat mendorong seseorang memproses informasi dengan lebih efektif.

6. Berperan sebagai katalis

Pada dasarnya, rasa takut merupakan suatu hal yang wajar untuk dirasakan setiap manusia. Di satu sisi, rasa takut merupakan mekanisme yang melindungi diri dari bahaya, tetapi rasa takut akan kegagalan juga dapat memicu dorongan terkuat untuk melakuakn sesuatu dan membuat perubahan. Itulah sebabnya, menghindari rasa takut ataupun rasa cemas untuk berubah juga dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesempatan untuk berkembang.

Emosi negatif berbeda dengan gangguan mental

Meskipun sering dikaitkan dengan gangguan mental, emosi negatif merupakan sesuatu yang jauh berbeda. Gangguan mental seperti depresi atau gangguan kecemasan  dapat mengganggu kesehatan dengan munculnya berbagai gejala yang mengganggu aktivitas, berkurangnya energi, gangguan pola tidur dan kesulitan berkonsentrasi. Sedangkan emosi negatif dalam batas wajar hanya memberikan sangat sedikit pengaruh pada aktivitas sehari-hari karena hal tersebut merupakan suatu respon yang wajar dan masih dapat dikendalikan.

Selain dari manfaat yang telah disebutkan diatas, pada dasarnya munculnya emosi negatif berperan sebagai penyeimbang. Perlu disadari bahwa emosi negatif dan positif dapat datang secara bergantian. Keduanya memiliki peran masing-masing sehingga tidak perlu dihindari. Merasa sedih ataupun senang membantu diri kita menyesuaikan dengan situasi yang dihadapi dan mendorong hal yang perlu dilakukan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17/05/2020

Apa Itu Detoks Digital dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Beragam manfaat detoks digital mengarahkan Anda untuk memiliki hubungan lebih baik dengan. Namun, apa sebetulnya detoks digital itu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Fenomena Kelulusan Pelajar dan Mahasiswa yang Dilewatkan Akibat Pandemi

Momen kelulusan pelajar dan mahasiswa harus dilewatkan saat pandemi COVID-19. Bagaimana hal ini berpengaruh pada kondisi psikologis mereka?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 13/05/2020

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
teman sedih

Saat Teman Sedang Sedih dan Berduka, Lakukan 4 Hal Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
mengubah sedih jadi senang

4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020