Fenomena Kesurupan, Dilihat Dari Sisi Medis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sering kali kita mendengar cerita horor mengenai orang kesurupan di mana tubuh orang tersebut dirasuki oleh hantu yang berada pada dimensi yang berbeda dengan kita sebagai manusia. Banyak cerita horor mengenai kesurupan yang berkembang sehingga menjadi suatu kepercayaan.

Kesurupan dipercaya terjadi karena tubuh seseorang telah dirasuki oleh roh atau hantu. Di Indonesia, kesurupan bisa terjadi karena faktor yang tidak disengaja maupun yang disengaja. Beberapa ritual adat sengaja memanggil roh nenek moyang untuk masuk ke dalam tubuh salah satu anggota di desa adat tersebut untuk tujuan tertentu.

Namun, sebenarnya di mata medis, kesurupan merupakan suatu penyakit gangguan mental, dan bukan menjadi suatu hal yang mistis. Gangguan mental ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor sosial dan psikologis.

Bagaimana ilmu medis menjelaskan kesurupan?

Kesurupan biasanya terjadi pada negara-negara yang masih menganut budaya atau kepercayaan tentang hal-hal berbau mistis. Namun, ternyata kesurupan juga dapat dijelaskan dalam sisi medis.

Kesurupan di mata medis disebut dengan “Possession Trance Disorder”. Trance and possession disorder  merupakan kategori diagnostik baru dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV (DSM-IV). DSM sendiri merupakan standar klasifikasi gangguan mental yang dipergunakan oleh para profesional kesehatan mental di Amerika Serikat.

Dalam DSM-IV, possession trance disorder termasuk dalam kategori dissociative disorder alias gangguan disosiatif. Gangguan disosiatif adalah hilangnya sebagian atau seluruh integrasi antara kenangan masa lalu, kesadaran identitas, dan sensasi serta kontrol dari gerakan tubuh. Ini berarti bahwa possession trance disorder dapat diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk dari gangguan mental terkait perubahan identitas diri.

Jika diartikan secara terpisah, trance didefinisikan sebagai keadaan mental di mana individu tidak memiliki kesadaran atas mental dan/atau lingkungannya dalam jangka waktu yang lama. Sedangkan possession disorder merupakan sebuah istilah dari pengalaman yang terjadi dalam masyarakat atau istilah yang menggambarkan pengaruh dari agen kekal (Cardena, 1992).

Berdasarkan WHO dalam ICD 10 versi 2008, possession trance disorder adalah gangguan di mana terjadi kehilangan sementara identitas pribadi dan kesadaran penuh dari lingkungan. Termasuk di sini kondisi kesurupan yang disengaja atau yang tidak disengaja, terjadi di luar situasi keagamaan atau penerimaan budaya. Hal ini berarti kesurupan bukan terjadi karena suatu kepercayaan agama atau budaya, melainkan lebih kepada faktor mental seseorang.

Apa saja tanda-tanda kesurupan?

Ketika tubuh seseorang kehilangan identitasnya, tentu ia tidak menjadi diri sendiri dan berlaku seperti orang lain. Sehingga saat kesurupan atau mengalami possession trance disorder, orang tersebut bertingkah aneh, membicarakan hal yang tidak biasa, dan dengan nada berbeda. Seringnya setelah kesurupan terjadi, orang yang bersangkutan tidak ingat apa yang telah dilakukannya.

Dilansir dari psychnet-uk.com, possession trance ditandai dengan perubahan sementara dalam identitas di mana identitas yang normal seseorang sementara diganti atau seolah-olah dimiliki oleh “roh, hantu, kekuatan, dewa, atau orang lain”. Pengalaman menjadi yang “dimiliki” oleh entitas lain, seperti orang, dewa, setan, binatang, atau benda mati, mempunyai arti yang berbeda dalam budaya yang berbeda dan karena itu diagnosis untuk gangguan ini mungkin terikat budaya.

Saat seseorang sedang diambil alih kepemilikan identitasnya atau sedang kesurupan, orang tersebut biasanya mengalami berbagai tanda, seperti:

  • Kehilangan kontrol atas tindakannya
  • Perubahan perilaku atau bertindak berbeda
  • Kehilangan kesadaran lingkungan
  • Kehilangan identitas pribadi
  • Kesulitan membedakan kenyataan dari fantasi pada saat kesurupan
  • Perubahan nada suara
  • Perhatiannya berkeliaran
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kehilangan kesadaran waktu
  • Kehilangan memori atau ingatan
  • Penampilan tubuhnya berubah

Terkadang, tanda-tanda possession trance disorder tersebut sama dengan tanda-tanda gangguan mental lainnya, seperti demensia, epilepsi, skizofrenia, sindrom Tourette, dan amnesia disosiatif. Sehingga, harus diketahui perbedaan antar penyakit tersebut agar possession trance disorder dapat didiagnosis dengan tepat.

Apa yang dapat menyebabkan kesurupan?

Kondisi possession hanya dapat dipahami melalui kombinasi perspektif biologis, antropologis, sosiologis, psikopatologis dan eksperimental. Kesurupan atau possession trance disorder dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor spiritual, sosial, psikologis dan fisik. Dengan melakukan pemeriksaan mendalam, mungkin faktor penyebabnya bisa diketahui.

Gangguan disosiatif juga dapat menyebabkan possession trance disorder ini. Karena trauma psikologis dan kekerasan yang berulang menyebabkan tekanan sosial dan mental. Pengalaman disosiatif ini berubah dari nonpatologis ke patologis. Namun, belum ada teori biologis tentang asal-usul gangguan possession trance disorder ini.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Era Modern: Kasus Depresi pada Anak Remaja Meningkat

    Beberapa tahun terakhir terdapat peningkatan signifikan dalam persentase remaja atau orang muda berusia 12-20 tahun yang tercatat mengalami depresi berat.

    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Psikologi 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

    Tanda yang Muncul Jika Anak Anda Jadi Korban Bullying

    Bullying bisa terjadi pada siapa saja termasuk anak Anda. Kenali tanda saat anak menjadi korban bullying dalam ulasan berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

    7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

    Gejala-gejala berikut ini sering diabaikan dan dianggap normal, padahal ini adalah tanda jika Anda sedang mengalami stres.

    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Hidup Sehat, Psikologi 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

    Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    bahaya cyber bullying

    Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    menghadapi anak masturbasi

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    gerakan senam otak

    3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Tingkatkan Fokus dan Kreativitas

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    Konten Bersponsor
    foto keluarga bahagia yang sudah dilindungi oleh manfaat asuransi jiwa

    5 Manfaat Asuransi Jiwa bagi Keluarga

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit