12 Jenis Kekerasan Verbal yang Mungkin Pernah Anda Alami Atau Lakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Dalam kehidupan sehari-hari, kekerasan menjelma jadi banyak wujud. Yang paling mudah dikenali yaitu kekerasan fisik. Namun, selain kekerasan fisik masih ada wujud kekerasan lain yang tak kalah sadis dan patut diwaspadai, yaitu kekerasan verbal. Bentuk tindak kekerasan ini sering kali tak disadari, baik oleh pelaku maupun korban.

Apa itu kekerasan verbal?

Meskipun kekerasan verbal tidak meninggalkan bekas luka yang kasat mata, bentuk kekerasan ini sama menyakitkannya dengan kekerasan fisik. Sejumlah penelitian membuktikan kalau korban kekerasan verbal bisa mengalami trauma psikologis yang serius. Selain itu, kekerasan ini juga sangat mungkin menghancurkan hubungan pasangan. Lantas apa saja tanda-tanda kekerasan verbal? Perhatikan baik-baik dua belas jenisnya berikut ini.

1. Merahasiakan informasi tertentu

Diam saja dan merahasiakan informasi tertentu dari pasangan juga termasuk kekerasan. Pasalnya, hal ini selalu dilakukan sengaja agar korban merasa tak berdaya.

Contohnya, Anda sengaja tidak bilang kalau nanti Anda akan pulang malam sehingga pasangan tetap menyiapkan makanan dan menunggu Anda pulang seperti biasa.

2. Membantah

Bedakan antara membantah terus-menerus dan berdebat. Sesekali, perdebatan adalah hal yang wajar dan sehat dalam sebuah hubungan. Itu berarti Anda berdua menyampaikan sudut pandang masing-masing tanpa maksud untuk menyakiti.

Sedangkan pasangan yang selalu membantah kata-kata Anda bermaksud untuk membuat Anda kecil hati. Misalnya Anda berdua makan di restoran. Anda memuji hidangannya yang lezat, tapi pasangan langsung membantah dan bilang makanannya tidak enak.

3. Menyangkal

Menyangkal di sini maksudnya tidak mengakui perasaan atau pendapat Anda. Sebagai contoh, Anda meminta pasangan untuk menemani Anda pergi ke sebuah acara karena memang ingin pergi bersama. Namun, pasangan Anda malah mencela pasangan dengan menyebut Anda manja dan egois.   

4. Kekerasan dengan selubung gurauan

Pasangan Anda mungkin menyakiti perasaan Anda dengan kata-katanya, kemudian ketika melihat reaksi Anda, ia akan berdalih bahwa ia cuma bercanda tadi. Hal ini selalu dijadikan pembenaran untuk berkata kasar atau melecehkan Anda.

5. Mendominasi percakapan tanpa mau mengalah

Pasangan yang mendominasi percakapan cenderung menentukan topik bahasan apa yang penting dibahas dan yang tidak. Misalnya Anda mulai bicara soal hal-hal yang menarik buat Anda, ia akan mengabaikannya dan langsung berbicara soal topik yang menurutnya lebih berguna.

6. Menuduh dan menyalahkan

Berbeda dengan memberikan kritik yang membangun, menuduh dan menyalahkan lebih menyudutkan Anda. Padahal, pasangan Anda menyalahkan Anda akan hal-hal yang sebenarnya di luar kendali Anda.

Contohnya ketika pasangan Anda terlambat ke kantor. Ia mungkin menyalahkan Anda karena lambat menyetir. Padahal, saat itu kondisi jalanan memang lebih macet dari biasanya.

7. Meremehkan dan merendahkan

Merendahkan pasangan terus-terusan adalah suatu bentuk kekerasan yang begitu terselubung. Pasalnya, pelaku tak perlu membentak lantang atau meninggikan suaranya untuk melakukan hal ini. Misalnya ketika Anda mengeluh soal kesibukan di kantor. Pasangan mungkin merespon dengan kata-kata pedas seperti, “Kamu begadang lagi? Beban kerjamu kan tidak seberapa. Kalau di kantorku, urusan seperti itu pasti selesai dalam waktu kurang dari sehari.”  

8. Memaki dan menghina

Kebiasaan memaki dan menghina adalah jenis kekerasan yang dampaknya cukup serius. Misalnya menghina pasangan dengan kata-kata kasar seperti bodoh, murahan, pembohong, atau gila.  

9. Mengancam

Ancaman adalah salah satu jenis kekerasan verbal yang bisa menimbulkan trauma. Misalnya mengancam akan meninggalkan pasangan kalau ia tak menuruti keinginannya. Atau dalam kasus yang parah, mengancam akan memukul atau menyakiti pasangannya.

10. Memerintah

Menuntut, melarang, membatasi, dan memerintah pasangan mungkin jadi kebiasaan Anda. Padahal, hal ini bisa membuat pasangan jadi tertekan. Contohnya antara lain melarang pasangan untuk bekerja sampai larut malam atau memerintahkan pasangan untuk pulang sekarang juga ketika sedang lembur di kantor.

11. Membela diri meski salah

Orang yang selalu membela diri selalu menolak disalahkan, meskipun pada saat itu dia yang salah. Bila pasangan Anda selalu membela diri dan mencari alasan ketika bicara dengan Anda, bisa jadi selama ini dia melakukan kekerasan terhadap Anda.

12. Membentak

Jenis kekerasan verbal yang paling mudah dikenali adalah membentak. Membentak, menghardik, atau meneriaki seseorang memang bisa membuat mental korban trauma. Ingat, tak ada seorang pun yang memang pantas dibentak atau diteriaki meskipun salah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

Sekecil apapun bahaya cyber bullying tidak bisa dianggap remeh. Lambat laun, penindasan di dunia maya ini bisa berisiko pada tindakan bunuh diri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Psikologi 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
efek samping imunisasi

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
obat sakit gigi

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit
alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit