Benarkah Dengan Makan Cokelat Saja Bisa Bikin Mood Membaik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31/05/2019 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Emosi dan suasana hati (mood) adalah hal yang abstrak sehingga sedikit sulit untuk dipahami. Keduanya juga berkaitan erat dengan masalah kejiwaan seperti depresi atau gangguan kecemasan. Namun sayang, masih banyak informasi yang keliru berseliweran mengenai kedua hal tersebut. Padahal jika informasi yang diterima keliru, tentu akan berdampak buruk bagi Anda, keluarga, atau teman yang memiliki masalah kejiwaan. Untuk itu, simak ulasannya berikut ini.

Mitos dan fakta mengenai emosi dan suasana hati

Emosi dan mood merupakan dua hal berbeda. Emosi adalah reaksi yang ditunjukkan seseorang pada sesuatu. Misalnya, marah. Sementara mood alias suasana hati adalah perubahan emosi ketika seseorang kehilangan fokus pada suatu hal. Misalnya ketika Anda masih merasa marah lalu mendapat kabar baik dari orang tersayang. Perubahan perasaan dari marah ke bahagia inilah yang disebut mood.

Namun meski berbeda, kedua hal ini sama-sama menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari hidup Anda.

Berikut beberapa fakta dan juga mitos mengenai emosi, mood, dan penyakit kejiwaan yang memengaruhi keduanya, antara lain:

1. Fakta: makanan dapat memperbaiki mood

makanan yang manis

Setiap orang bisa mengalami mood buruk, kapan saja dan di mana saja. Wanita yang sedang haid biasanya yang paling rentan moody karena dipengaruhi oleh perubahan hormon dalam tubuhnya dan segala gejala PMS yang mengganggu.

Banyak nasehat populer di luar sana yang bilang bahwa makan cokelat bisa membantu memperbaiki, dan nyatanya ini benar. Bad mood bisa mudah diperbaiki hanya lewat makanan. Namun, pastikan makanan Anda kaya akan kandungan folat, antioksidan, probiotik, dan serat.

Folat diyakini dapat merangsang produksi hormon serotonin dan dopamine sehingga seseorang jadi lebih rileks dan bahagia. Sementara itu antioksidan, probiotik, dan serat bekerja meredakan nyeri dan kram perut yang sering membuat Anda stres. Ketiganya juga ampuh melancarkan peredaran darah ke otak agar Anda bisa berpikir lebih jernih.

Anda bisa mendapatkan manfaat ini dari cokelat hitam (dark chocolate), bayam, kangkung, yogurt, ikan, dan juga kacang-kacangan.

2. Mitos: orang depresi sedih terus-menerus

depresi pada remaja

Depresi merupakan salah satu penyakit yang memengaruhi emosi dan suasana hati seseorang. Perasaan sedih dan terpuruk yang terjadi terus menerus memang menjadi gejala depresi. Namun, tidak semua orang mengalami hal yang sama.

Sebagian besar orang yang didiagnosis depresi kronis cenderung lebih mudah marah dan tersinggung. Ada yang merasa kesulitan tidur nyenyak dan kehilangan minat pada hal-hal yang dulu digemarinya. Ada pula orang-orang pengidap depresi yang tampak seperti orang sehat pada umumnya; mereka bisa bersekolah, bekerja, dan bersosialisasi selayaknya menikmati hidup.

Ini karena depresi punya banyak “wajah”. Perwujudan gejala depresi bisa sangat bervariasi dari satu orang ke yang lainnya.

3.  Fakta: kesehatan Anda dipengaruhi emosi

Bukan cuma pola makan dan rutinitas olahraga saja yang bisa menjamin kesehatan tubuh Anda. Emosi Anda juga, lho! Baik itu emosi positif maupun negatif, keduanya sangat berperan pada kualitas hidup seseorang.

Contohnya, terus-menerus merasa sedih, gelisah, dan cemas pasti membuat Anda tidak akan bisa hidup tenang. Anda jadi sulit tidur dan berpikir jernih karena selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk. Sering berpikiran negatif tidak hanya membuat Anda lebih gampang stres, tapi risiko berbagai penyakit fisik pun ikut meningkat.

Sebaliknya, jika Anda lebih sering bersyukur dan bahagia, hidup Anda tentu jadi lebih menyenangkan. Emosi positif ini menjauhkan Anda dari stres dan menurunkan risiko berbagai penyakit. Supaya hidup lebih berkualitas, Anda harus mampu mengendalikan emosi tetap positif.

4. Mitos: Depresi rentan menyerang lansia

penyebab depresi keturunan ibu anak orangtua remaja

Memiliki penyakit, ditinggal mati pasangan hidup, dan terisolasi untuk bergerak dan berkomunikasi memang bisa membuat lansia jadi depresi. Namun, bukan berarti hanya lansia yang rentan dengan kondisi ini. Perlu Anda ketahui bahwa kesepian salah satu penyebab depresi lebih tinggi terjadi pada orang usia 15 hingga 34 tahun.

Hal ini terjadi lantaran gaya hidup anak muda zaman sekarang yang serba individual dan sangat mudah terpengaruh pada hal yang tidak baik di sosial media.

5. Mitos: mengobati bipolar disorder berarti menumpulkan kreativitas

gangguan bipolar

Bipolar disorder atau gangguan bipolar adalah penyakit kejiwaan yang menyebabkan seseoarng merasakan perubahan suasan ekstrem yang sangat cepat. Orang dengan kondisi ini kadang merasa depresi. Namun, dapat tiba-tiba berubah menjadi seorang yang sangat aktif tanpa berpikir panjang.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang punya pemikiran kreatif rentan mengalami gangguan bipolar. Namun, jangan salah paham,.Mengobati bipolar bukan berarti menumpulkan kreativitas, melainkan melatih pasien untuk mengendalikan diri dari perubahan suasana hati yang ekstrem.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020 . 4 menit baca

Benarkah Ekspresi Wajah Tidak Selalu Mencerminkan Isi Hati?

Ekspresi wajah bisa menunjukkan perasaan. Namun, ekspresi wajah tidak selalu mencerminkan isi hati orang sesungguhnya. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Psikologi 06/05/2020 . 4 menit baca

Jangan Salah, Ini Bedanya Sikap Optimis dan Toxic Positivity

Sikap optimis dan toxic positivity sering dikaitkan satu sama lain. Padahal, keduanya memiliki sejumlah perbedaan. Apa saja contohnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Psikologi 03/05/2020 . 6 menit baca

Mengapa Ada Orang yang Mudah Menangis Saat Marah?

Biasanya orang menangis karena sedang merasa sedih, tapi ada juga orang yang sering menangis saat mereka marah. Apa sebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Psikologi 02/04/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

akibat anak terlalu sering dibentak

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 8 menit baca
hipnoterapi

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
teman sedih

Saat Teman Sedang Sedih dan Berduka, Lakukan 4 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . 4 menit baca
mengubah sedih jadi senang

4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 4 menit baca