Yang Harus dan yang Tak Boleh Dilakukan Saat Marah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Semua orang pasti pernah merasakan amarah; entah karena dikecewakan oleh sahabat atau dikhianati oleh pacar. Secara umum, kemarahan adalah hal yang normal terjadi dalam kehidupan. Namun, jika kemarahan diluapkan dengan cara berlebih dan di luar batas, maka kemarahan tersebut justru akan merusak hubungan dan mengganggu kualitas hidup Anda. Apalagi, ternyata ada banyak hal yang tak boleh dilakukaan saat marah. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk dapat memahami dan mengendalikan amarah agar jangan sampai amarah justru mengendalikan hidup Anda.

Yang harus dilakukan saat marah

1. Hitung angka sampai 10, atau sampai 100

Saat Anda sedang marah, cobalah untuk menghitung sampai dengan 10 sebelum berbicara; atau sampai 100 jika Anda sedang sangat marah. Mengapa harus? Alasannya adalah karena saat marah, biasanya kita mengeluarkan kata-kata buruk yang justru akan memperparah keadaan. Untuk itu, cobalah untuk membiasakan diri menghitung angka sebelum berbicara untuk menghindari Anda dari mengeluarkan kata-kata buruk agar tidak menyesalinya di kemudian hari. Selain itu, ternyata, menghitung secara perlahan dapat menurunkan tekanan darah dan membuat denyut jantung kembali ke keadaan normal.

BACA JUGA: 10 Langkah Mengendalikan Amarah

2. Meskipun sulit, cobalah untuk memaafkan

Biasanya, saat Anda sedang marah, Anda akan mengalami kesulitan untuk berhenti memikirkan tentang hal dan siapa yang telah membuat Anda marah. Akibatkya, hal tersebut justru dapat membuat amarah semakin bertambah dan membuat Anda semakin sulit untuk memaafkan kesalahan orang yang telah melakukan hal tersebut. Padahal, membiasakan diri untuk memaafkan kesalahan orang lain justru dapat membantu Anda dalam menghilangkan rasa amarah.

3. Alihkan pikiran Anda

Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk menghilangkan amarah adalah dengan mengalihkan pikiran Anda ke dalam kegiatan yang positif seperti menggambar, memasak, berjalan-jalan, mendengarkan musik, atau melakukan hal yang Anda sukai. Dengan begitu, pikiran Anda akan teralihkan dari hal yang membuat Anda marah.

Atau, Anda juga bisa coba untuk mengalihkan pikiran dari amarah dengan latihan aerobik, termasuk jalan cepat atau jogging. Karena, latihan fisik ternyata dapat melepaskan endorfin, yang merupakan zat kimia dalam otak yang dapat membantu dalam menenangkan diri dan mengelola emosi.

BACA JUGA: 8 Cara Sederhana untuk Merasa Lebih Bahagia

4. Tarik napas dalam-dalam

Biasanya, hal pertama yang bisa Anda lakukan saat amarah datang adalah menarik napas sedalam-dalamnya. Hal tersebut tepat untuk dilakukan karena ternyata, menarik napas dalam-dalam dapat menenangkan fikiran. Napas yang lambat dapat memperlambat detak jantung turun (karena saat marah, detak jantung akan berdetak lebih cepat). Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk Anda menarik napas dalam-dalam, terutama dari diagrafma.

5. Cobalah untuk menulis

Menulis adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan amarah. Dengan menulis, akan memungkinkan Anda untuk memperlambat perkembangan amarah dan membantu Anda dalam memikirkan bagaimana cara mengendalikan amarah tersebut.

BACA JUGA: 6 Manfaat Menulis Setiap Hari untuk Kesehatan

Yang tak boleh dilakukan saat sedang marah

1. Mengabaikan amarah

Terkadang, ada sebagian orang yang mencoba menghilangkan amarah dengan mengabaikan amarahnya. Padahal, hal tersebut tidak baik untuk dilakukan. Karena menurut sebuah studi, justru orang yang mampu melihat kemarahannya di saat marah cenderung tidak menggunakan kekerasan untuk melampiaskan amarahnya dan akan mencegah mereka melampiaskan amarah ke hal-hal buruk (narkoba, minum-minuman keras, dll). Mereka yang mampu memahami amarahnya juga akan lebih mudah mencari cara untuk mengatasi amarahnya, salah satunya dengan mengalihkan pikiran mereka.

BACA JUGA: Hati-hati Bahaya Memendam Emosi

2. Tidur

Meskipun terlihat menenangkan, namun, menurut sebuat studi dalam Journal of Neuroscience, tidur di saat Anda sedang marah ternyata justru akan memperkuat atau “melestarikan” emosi negatif tersebut.

3. Kirim pesan teks dalam bentuk apapun

Biasanya, seringkali Anda ingin menunjukkan amarah dengan mengirimkan pesan teks (entah melalui Line, WhatsApp, email, Twitter, Facebook, atau media sosial lainnya). Terkadang, memang tindakan tersebut dapat langsung melegakan karena Anda seolah sudah berhasil meluapkan amarah tersebut. Namun di kemudian hari, Anda akan menyesalnya. Untuk itu, jika Anda sedang marah dan benar-benar ingin menunjukkannya, cobalah untuk menuliskan pesan teks tersebut namun jangan sampai Anda mengirimkan/mempostingnya. Anda bisa menyimpannya di draft sampai amarah anda benar-benar hilang. Atau, anda bisa mencoba untuk melampiaskan amarah tersebut melalui tulisan yang tidak perlu dipublikasikan.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Bagaimana Cara Membantu Anak Atasi Stres Saat Pandemi COVID-19?

Anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan stres saat masa pandemi COVID-19, karena itu orangtua perlu memahami penyebab dan cara mengatasi kondisi ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020