Depresi yang Tidak Diobati Bisa Sebabkan Kerusakan Otak Permanen

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sampai belakangan ini, banyak pakar dan neurologis yang mengklaim bahwa depresi kronis disebabkan oleh suatu perubahan dalam otak. Tapi sekarang terbukti bahwa kerusakan otak tidak menyebabkan depresi, namun justru sebaliknya: depresi kronis justru menyebabkan kerusakan otak.

Gejala depresi kronis bisa terus menetap setelah Anda sembuh

Gejala umum dari depresi termasuk perubahan suasana hati, yang juga disertai oleh hambatan fungsi kognitif — sulit mengingat, sulit membuat keputusan, merencanakan, menetapkan prioritas, dan mengambil tindakan. Studi pencitraan otak menggunakan MRI scanning menunjukkan bahwa gejala depresi umum ini berhubungan dengan kelainan di daerah tertentu dari otak, termasuk hippocampus (pusat memori), cingulate anterior (area konflik resolusi otak), dan korteks prefrontal (yang terlibat dengan perencanaan dan kegiatan mengeksekusi).

Depresi dianggap sebagai penyakit kronis yang terkait stres. Penderita depresi kronis diketahui sering memiliki ukuran hippocampus yang lebih kecil daripada orang sehat. Hippocampus adalah daerah otak yang memiliki peran penting dalam pembentukan memori baru dengan mengolah kenangan untuk disimpan jangka panjang.

Kini sebuah studi terbitan jurnal Moleculum Psychiatry telah memberikan bukti kuat bahwa depresi kronis yang berulang memang menyusutkan hippocampus sehingga menyebabkan hilangnya fungsi emosi dan perilaku. Jadi, seseorang yang depresi tetap memiliki kesulitan mengingat dan berkonsentrasi bahkan setelah sembuh dari penyakitnya. Hampir sekitar 20 persen dari pasien depresi kronis tidak pernah bisa pulih sepenuhnya.

Bagaimana depresi memengaruhi otak?

Depresi meningkatkan produksi kortisol dalam otak. Kortisol adalah hormon stres yang bersifat racun bagi sel di dalam hippocampus. Paparan berlebih terhadap kortisol dalam jangka panjang dicurigai menyebabkan penyusutan ukuran hippocampus, yang akhirnya menyebabkan masalah memori alias kesulitan mengingat.

Tapi ketika hippocampus mengecil, ini bukan hanya sekadar kesulitan mengingat password Facebook. Anda juga mengubah segala macam perilaku lain yang terkait dengan memori Anda. Oleh karena itu, penyusutan hippocampus juga dikaitkan dengan hilangnya fungsi normal sehari-hari.

Ini karena hippocampus juga terhubung ke banyak daerah otak yang mengatur bagaimana kita merasa dan menanggapi stres. Hippocampus terhubung ke amigdala yang mengontrol pengalaman kita terhadap rasa takut. Pada orang dengan depresi kronis, amigdala justru membesar dan lebih aktif sebagai akibat dari paparan kelebihan kortisol dalam jangka panjang.

Amigdala yang membesar dan hiperaktif, dikombinasikan dengan aktivitas abnormal lainnya dalam otak, dapat menyebabkan gangguan tidur dan pola aktivitas. Hal ini juga menyebabkan tubuh melepaskan sejumlah hormon dan bahan kimia lainnya, dan menyebabkan komplikasi depresi lainnya.

Bagaimana cara mengobati gejala depresi sedini mungkin untuk mencegah kerusakan otak?

Menurut Profesor Poul Videbech, spesialis psikiatri di Centre for Psychiatric Research di Aarhus University Hospital, depresi menghasilkan penyusutan hippocampus hingga sepuluh persen yang meninggalkan jejak dalam otak, mengutip Science Nordic. Lanjut Videbech, dalam beberapa kasus, pengurangan ini bisa terus berlanjut ketika depresi itu sudah berakhir.

Kabar baiknya, hippocampus adalah daerah otak yang relatif, di mana kondisinya sangat memungkinkan untuk dapat tumbuh saraf-saraf baru. Inilah mengapa dokter dan pakar kesehatan lainnya tak henti-hentinya menekankan pentingnya mengobati gejala depresi sedini mungkin. Pengobatan depresi berhubungan dengan normalisasi mood, perilaku, dan banyak kelainan otak lain yang berhubungan dengan depresi.

Peningkatan kadar kortisol akibat depresi diketahui menghambat pembentukan saraf baru, tapi obat-obatan depresi dan terapi depresi lainnya dapat melawan efek negatif ini. Antidepresan bekerja membalikkan penyusutan hippocampus serta mengobati masalah mood dan memori yang disebabkannya, dengan mengubah pola aktivitas otak dan menyeimbangkan jumlah kortisol dan bahan kimia lainnya dalam otak. Ini semua kemudian mempromosikan pertumbuhan sel otak baru. Menyeimbangkan tingkat bahan kimia dalam tubuh juga dapat membantu meringankan gejala depresi kronis.

Penting untuk dicatat bahwa pertumbuhan saraf baru di hippocampus memakan waktu sampai enam minggu sampai komplit total; dan ini di waktu yang sama dibutuhkan untuk khasiat dari sebagian obat antidepresan monoaminergik (misalnya SSRI) hingga bisa berdampak optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Stres Berkepanjangan Ternyata Bisa Mengubah Bentuk dan Fungsi Otak

Stres adalah hal yang wajar. Namun, stres yang dibiarkan berlarut-larut bisa mengubah bentuk dan fungsi otak. Ini sederet cara mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/06/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Peran Ayah dalam Membantu Ibu yang Mengalami Depresi Postpartum

Usai melahirkan tidak sedikit ibu yang mengalami depresi postpartum. Bagaimana peran ayah membantu ibu tercinta melewati depresi postpartum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 01/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
akibat jarang minum air putih

Ini Akibatnya Jika Anda Jarang Minum Air Putih

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 5 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit