Bukan Digaruk, Berikut 3 Cara Tepat Mengatasi Kumis yang Gatal

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Bagi pria, kumis kerap menjadi salah satu simbol kejantanan. Sama seperti rambut, kumis juga butuh perawatan khusus. Pasalnya dalam beberapa kasus, kumis kerap terasa gatal. Membiarkannya tetap gatal tentu tak nyaman. Untuk itu, yuk simak beberapa tips yang bisa membantu mengatasi masalah ini.

Berbagai penyebab kumis gatal

Saat kumis Anda terasa gatal tentu ada penyebab khusus yang mendasarinya. Berikut ini berbagai penyebab kumis gatal yang mungkin salah satunya sedang Anda alami:

Kulit kering

Kulit yang kering bisa memicu rasa gatal pada kumis. Ada banyak faktor yang menyebabkannya, dari mulai cuaca panas, dingin, atau terlalu sering mandi dengan air yang terlalu panas.

Selain itu, penggunaan sabun pembersih wajah yang terlalu keras juga bisa menghilangkan minyak alami di kulit hingga menyebabkan kekeringan pada kulit wajah termasuk di sekitar kumis.

Tak hanya itu, masalah kulit, seperti psoriasis dan eksim juga bisa membuat kulit mengalami kekeringan yang cukup parah.

Rambut yang tumbuh ke dalam (ingrown hair)

Rambut yang tumbuh ke dalam setelah dicukur atau ingrown hair juga bisa menyebabkan kumis gatal. Kondisi ini terjadi ketika rambut yang dicukur ini bukannya tumbuh keluar malah justru tumbuh kembali ke folikelnya.

Masalah ini biasanya menyebabkan folikel meradang dan membuat kumis terasa gatal. Kondisi ini umumnya ditandai dengan folikel rambut yang memerah, bergelombang, gatal, dan terkadang terasa sakit.

Pseudofolliculitis barbae

Pseudofolliculitis barbae adalah peradangan yang terjadi ketika rambut wajah yang tumbuh dari folikel justru melengkung kembali ke dalam kulit. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan cara mencukur rambut wajah.

Gejalanya meliputi wajah yang terlihat merah, terdapat lepuh berisi nanah, dan permukaan kulit di sekitar kumis yang bergelombang.

Folikulitis

Kondisi ini terjadi karena folikel rambut di kumis meradang. Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. Ketika Anda mengalami folikulitis, folikel yang meradang biasanya akan terlihat merah, sakit saat disentuh, dan melepuh.

Eksim seboroik

Masalah kulit ini bisa membuat kulit bersisik, merah, dan tentu saja gatal. Meski biasanya menyerang kulit kepala, eksim seboroik juga bisa menyerang kumis dan jenggot Anda terutama pada orang yang memiliki kulit wajah berminyak.

Tinea barbae

Tinea barbae adalah infeksi jamur yang terjadi di daerah rambut wajah, seperti kumis dan jenggot. Masalah kulit yang satu ini disebabkan oleh jamur dermatofit.

Biasanya tinea barbae menyebabkan seseorang mengalami kulit yang merah, meradang, dan berkerak terutama di sekitar mulut, pipi, serta bawah dagu.

Tips mengatasi kumis gatal

produk perawatan kulit pria

Kumis dan jenggot merupakan rambut androgenik, artinya pertumbuhannya dipicu oleh kadar testosteron di dalam tubuh. Semakin banyak testosteron yang Anda miliki, semakin lebat pula pertumbuhan rambut-rambut wajah ini. Untuk merawatnya agar tak lagi gatal, berikut yang bisa Anda lakukan:

1. Menjaga kebersihan kumis

Kumis terkadang terasa gatal karena adanya tumpukan minyak, kotoran, dan bakteri. Hal ini sangat mungkin terjadi apalagi jika Anda memiliki kumis yang cukup tebal.

Agar tak lagi gatal, Anda perlu menjaga kebersihannya dengan mencuci muka dua hari sekali sambil menggosok-gosok rambut kumis. Hal ini bertujuan untuk mencegah minyak dan kotoran menumpuk di sela-sela kumis. Jika kumis cukup tebal, cucilah kumis Anda dengan air hangat 3 hari sekali.

2. Melembapkan kumis dengan bahan alami

Sama seperti rambut, kumis juga perlu dilembapkan. Pasalnya, kumis dan kulit di sekitarnya yang kering bisa memicu rasa gatal.

Namun, usahakan menggunakan bahan-bahan alami untuk melembapkannya. Anda bisa menggunakan minyak jojoba atau argan demi menjaga kumis dan area kulit di sekitarnya tetap lembap.

Selain itu, setiap kali mencukur kumis, gunakan tea tree oil atau lidah buaya untuk membantu melembapkannya.

3. Menggunakan obat

Jika ternyata penyebab dari rasa gatal ini adalah masalah kulit tertentu, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan, seperti:

  • Salep atau krim yang mengandung asam laktat dan urea untuk merawat kulit kering.
  • Mupirocin (Bactriban) untuk melawan infeksi bakteri.
  • Hydrocortisone, clobetasol (Cormax), atau desonide (Desonate) untuk mengatasi  eksim seboroik jika peradangan tidak menular.
  • Ketoconazole (Nizoral), jika penyebabnya karena infeksi jamur.
  • Asam glikolat (Neo-Strata) untuk mengobati kumis gatal akibat pseudofolliculitis barbae.
  • Obat antijamur oles atau minum untuk mengatasi tinea barbae ringan.

Baca Juga:

Sumber