5 Solusi Saat Orang dengan Demensia Menolak Minum Obat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/06/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Minum obat menjadi salah satu rutinitas harian yang wajib dilakukan oleh orang dengan demensia. Obat membantu mengelola kondisi agar tidak semakin parah. Namun, banyak orang dengan demensia yang menolak minum obat. Alasannya beragam, mulai dari bosan karena harus diminum setiap hari, obat yang sulit ditelan, hingga rasa mual  yang kerap muncul setelah minum obat. Akan tetapi, sebagai orang yang merawatnya Anda tak boleh putus asa. Berikut berbagai hal yang bisa dilakukan saat orang dengan demensia menolak minum obat.

Pasien demensia menolak minum obat? Ini yang perlu dilakukan

pasien demensia tidak lupa minum obat

1. Menemukan waktu terbaik

Setiap orang biasanya memiliki suasana hati yang lebih stabil di waktu-waktu tertentu. Nah, sebagai orang yang merawatnya Anda pasti tahu betul kapan waktu terbaiknya. Di waktu inilah Anda bisa memberikan obat yang perlu diminumnya.

Jika perlu, konsultasikan dengan dokter dan apoteker untuk menyesuaikan waktu minum obat dengan suasana hatinya. Kemudian, buatlah jadwal pengobatan baru sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.

2. Lakukan dengan santai tanpa terburu-buru

Paksaan dan dorongan untuk minum obat dengan segera bisa memicu kemarahan hingga membuat pasien demensia menolak minum obat. Untuk itu, cobalah untuk membuat suasana minum obat jadi lebih menyenangkan. Anda bisa menyetel musik santai yang bisa membantu meningkatkan mood.

Kemudian, tak usah memburu-burunya. Biarkan orang terkasih Anda meminum obat dengan caranya sendiri. Jika ia tidak ingin dibantu maka Anda tak perlu memaksa untuk membantunya. Namun, Anda bisa memberikan panduan dan terus berada di sampingnya untuk memberikan bantuan saat dibutuhkan.

3. Mencari alternatif frekuensi, cara minum, dan jumlah obat

Jika seiring berjalannya waktu orang terkasih Anda menolak untuk minum obat, coba tanyakan alasannya. Jika masalahnya ada pada bosan dan lelah meminumnya, Anda bisa berkonsultasi ke dokter dan apoteker. Tanyakan apakah ada alternatif obat lain yang setara dan bisa diminum tak sesering obat sebelumnya.

Selain itu, jika orang terkasih Anda menolak minum obat karena kesulitan menelan pil tanyakan pada dokter adakah bentuk cairnya. Tanyakan juga apakah Anda boleh menghancurkan obat yang berbentuk pil atau tablet agar lebih mudah diminum.

Kemudian Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter dan menanyakan adakah obat yang bisa dikurangi atau tidak diperlukan lagi. Hal ini dimaksudkan agar obat yang dikonsumsi tidak terlalu banyak sehingga semakin membuat orang dengan demensia frustasi saat waktu minum obat tiba.

4. Buat penjelasan sederhana

Orang demensia terkadang menolak minum obat karena mereka tidak mengerti atau lupa untuk apa obat itu dikonsumsinya. Nah, tugas Anda adalah memberikan penjelasan sederhana dengan singkat dan jelas.

Hindari menggunakan kata-kata seperti, “Apakah ibu ingat…?” saat mencoba memberikan penjelasan. Hal ini justru bisa membuat mereka frustrasi karena tidak bisa mengingatnya dan bahkan membuat Anda dituduh mengada-ada.

Katakan saja, “Obat ini gunanya untuk mengurangi sakit kepala. Ibu suka sakit kepala, kan? Makanya obat ini harus diminum, ya.”

5. Tetap tenang

Jika orang terkasih Anda terus-terusan menolak obat yang Anda berikan, usahakan untuk tidak marah atau justru memaksanya dengan keras. Hal ini justru bisa membuatnya semakin takut dan menolak dengan lebih keras.

Sebagai orang yang merawatnya, Anda harus memiliki kesabaran ekstra. Apalagi jika ia adalah orangtua. Anda harus ingat bahwa dulu ketika kecil orangtua juga memberikan kesabaran tanpa batas dalam merawat anak-anaknya.

Cobalah untuk menjelaskan dengan perlahan mengenai konsekuensi yang bisa terjadi jika obat ini tidak diminum. Kemudian, katakan padanya bahwa Anda memintanya untuk meminum obat karena Anda sayang padanya dan ingin ia tetap sehat.

Jadi, jangan putus asa, ya. Cobalah menerapkan tips-tips di atas agar orang terkasih Anda tetap sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Perbedaan Demensia dengan Delirium dan Depresi

Mengetahui perbedaan demensia dengan delirium dan depresi sejak dini, akan membantu proses penanganan yang tepat. Berikut penjelasannya.

Ditulis oleh: dr. Alfonsa Angwarmase
Kesehatan A-Z, Perawatan Lansia 09/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

Kolesterol tinggi termasuk faktor risiko sakit asam urat. Begitu juga sebaliknya. Lantas, adakah obat tertentu untuk mengatasi asam urat dan kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 27/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Faktanya, Main Game di Ponsel Bisa Bantu Mendeteksi Demensia Lho!

Studi menemukan bahwa main game dapat mendeteksi demensia pada seseorang. Namun, apakah benar demikian? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 25/11/2019 . Waktu baca 3 menit

Saat Sedang Rutin Minum Obat Tidur Resep, Bolehkah Tiba-tiba Menghentikan Konsumsinya?

Segala jenis obat, termasuk obat tidur, punya aturan minumnya masing-masing. Lantas, bolehkah berhenti minum obat tidur resep di tengah jalan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 12/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
minum obat puasa

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19/04/2020 . Waktu baca 4 menit
jenis obat sirup yang harus dikocok

Mengapa Obat Sirup Harus Dikocok Sebelum Diminum?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020 . Waktu baca 4 menit
minum obat dengan air dingin

Bolehkah Minum Obat dengan Air Dingin? Apakah Ada Dampaknya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit