Kenali Ciri-ciri Keputihan Normal yang Biasa Terjadi Pada Wanita

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Keputihan adalah masalah yang sering dialami oleh para wanita. Keputihan ini bisa menjadi tanda adanya penyakit infeksi. Akan tetapi, tidak semua keputihan menandakan Anda mengalami penyakit. Keputihan juga bisa menjadi tanda yang normal dari tubuh, bukan yang membahayakan. Ini ciri-ciri keputihan normal yang biasanya terjadi pada setiap wanita.

Apa itu keputihan?

Keputihan memiliki manfaat untuk membersihkan, membasahi vagina, dan melindungi vagina. Keputihan normal akan bertambah banyak pada kondisi saat gairah seksual meningkat, saat siklus ovulasi, saat olahraga, saat menggunakan pil KB, dan juga saat stres emosional.

Namun, keputihan juga bisa jadi tidak normal, yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Contohnya, infeksi bakteri, infeksi trichomoniasis, infeksi jamur, infeksi dari penyakit menular seksual. Nah, untuk membedakannya, Anda dapat memerhatikan beberapa tanda-tandanya bagaimana jenis keputihan yang normal.

Apa saja ciri-ciri keputihan normal?

Ciri keputihan normal dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu:

1. Warna

Warna keputihan yang normal adalah berwarna putih jernih, dan akan terlihat kekuningan ketika mengering. Jika di luar warna ini, bisa jadi sebagai tanda adanya gangguan pada kesehatan Anda, seperti pertanda terjadinya infeksi atau iritasi.

2. Aroma

Keputihan yang normal tidak menimbulkan aroma yang berarti. Tidak ada bau amis ataupun busuk. Jika tercium bau amis atau busuk, ini bisa menandakan keputihan Anda justru tidak normal.

3. Tekstur

Tekstur keputihan yang normal bervariasi, bisa seperti pasta, atau agak lengket dan elastis. Ini tergantung tubuh Anda, sedang dalam siklus menstruasi apa, dan apa yang memicu pengeluaran keputihan ini. Yang jelas teksturnya tidak menggumpal atau timbul tekstur berbusa.

4. Jumlah

Jumlah keputihan yang normal bisa bervariasi, dari sedikit atau cukup banyak. Biasanya para wanita akan cukup banyak mengalami keputihan saat memasuki fase ovulasi.  Menentukan apakah keputihan Anda normal atau tidak berdasarkan jumlahnya saja ini cukup sulit, sehingga perlu dilihat gejala lainnya.

Jika keputihan mendadak banyak dan ada gejala lain yang Anda rasakan, seperti rasa nyeri di perut yang luar biasa, Anda perlu hati-hati. Namun jika tidak disertai gejala lain, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Selama warna, aroma, dan teksturnya masih dalam kategori normal ini biasanya aman. Sebab, jumlah keputihan ini juga bisa dipengaruhi oleh faktor hormonal.

Perhatikan kondisi keputihan Anda secara rutin

Jika Anda merasa sering keputihan, ada baiknya untuk mencari tahu bagaimana tampak, bau, dan jumlah keputihan Anda biasanya. Selepas Anda menggunakan kamar mandi, atau saat Anda mengganti celana dalam, amati bagaimana bentuk, aroma, dan jumlah keputihan yang dikeluarkan vagina sehari-hari.

Gunakan jari Anda untuk merasakan teksturnya. Amati secara berkala dalam kurun waktu tertentu, misalnya satu bulan kedepan amati bagaimana kondisi keputihan yang muncul secara rutin.

Pengamatan ini dapat membantu Anda mengetahui ketika mungkin kondisi keputihan selanjutnya berbeda dari yang biasanya. Membandingkan kondisi keputihan Anda dengan orang lain bukanlah acuan yang tepat. Sebab, setiap orang memiliki reaksinya masing-masing saat mengalami keputihan.

Oleh karena itu, yang paling tepat adalah membandingkannya dengan kondisi keputihan Anda sendiri setiap harinya. Selama keputihan yang muncul memiliki tanda-tanda keputihan yang normal, ini masih aman.

Kapan harus segera ke dokter?

Jika keputihan Anda tiba-tiba berbeda dari biasanya dan disertai dengan gejala-gejala penyerta di sampingnya, maka Anda perlu waspada. Berikut beberapa gejala penyerta yang perlu Anda waspadai:

  • Demam
  • Rasa nyeri di bagian perut
  • Penurunan berat badan yang tidak diduga-duga
  • Kelelahan
  • Peningkatan frekuensi ingin berkemih

Jika ditemukan gejala-gejala di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Cara Mudah Mengatasi Vagina yang Terasa Panas Seperti Terbakar

Vagina yang terasa panas memang mengganggu aktivitas. Supaya tidak mengganggu hari-hari Anda, ada beberapa cara untuk mengatasi rasa panas pada vagina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 22 November 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Waktu yang Tepat untuk Membersihkan Vagina, Selain Setelah Buang Air

Psttt.. Tidak cukup membersihkan vagina setelah kencing dan BAB saja. Ini dia tiga waktu yang tepat untuk kapan saja harus membersihkan vagina.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 14 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Tidak Dianjurkan untuk Digunakan Setiap Hari, Kapan Sebaiknya Pakai Pantyliner?

Katanya, pantyliner tidak boleh digunakan rutin setiap hari karena menyimpan berbagai bahaya. Lantas, kapan waktu yang tepat pakai pantyliner?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 27 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Keputihan Sebelum Haid, Normal Atau Tidak?

Keputihan adalah salah satu bagian dari siklus haid. Keputihan dapat terjadi kapan saja, termasuk sebelum haid. Lalu, normalkah hal tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 27 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

5 Kebiasaan Saat Seks yang Ternyata Membahayakan Vagina

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
jerawat di vagina

Bahayakah Jika Terdapat Jerawat di Daerah Kewanitaan Vagina?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit
ukuran vagina

Ternyata, Ukuran Vagina Itu Berbeda-Beda dan Bisa Berubah, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
fingering tidak cuci tangan

Bahayanya Jika Fingering Vagina Tidak Cuci Tangan Dulu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit