Panduan Nutrisi yang Mesti Dipenuhi Sebelum dan Setelah Pengobatan Kanker

Jika kebanyakan orang mati-matian mengurangi asupan kalori harian, orang yang sakit kanker justru mesti sebaliknya. Ya, seseorang yang memiliki riwayat penyakit kronis, seperti kanker, biasanya dianjurkan untuk menambah asupan kalori hariannya. Tak hanya kalori saja, orang yang sakit kanker juga perlu memerhatikan asupan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena pemilihan nutrisi yang tepat dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mempercepat pemulihan selama pengobatan kanker.

Nutrisi isi apa saja yang dibutuhkan sebelum pengobatan kanker?

Sebelum menentukan nutrisi yang dibutuhkan selama pengobatan kanker, orang yang sakit kanker harus melakukan pemeriksaan status gizi terlebih dahulu oleh dokter. Bahkan, pemeriksaan status gizi ini harus rutin dipantau setiap pasien ingin melakukan pengobatan.

Idealnya pemberian nutrisi yang baik untuk pasien kanker harus mencakup kalori, protein, dan tambahan vitamin dari suplemen. Hal dilakukan untuk mencegah komplikasi dari pengobatan kanker itu sendiri. Beberapa masalah yang umum dialami oleh pasien akibat pengobatan kanker meliputi penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan, mual, hingga malnutrisi.

Berapa kebutuhan kalori harian orang yang sakit kanker?

sembuh dari kanker

Orang yang sakit kanker umumnya membutuhkan asupan kalori yang lebih banyak guna memperlancar proses pengobatan kanker yang sedang dilakukannya.

Kalau asupan kalori yang dibutuhkan banyak, maka asupan makanannya juga harus ditambah. Namun, jangan asal banyak makan karena orang yang sakit kanker juga harus mempertimbangkan nilai gizi dari makanan yang dikonsumsinya.

Secara umum, kebutuhan kalori pasien kanker pada dasarnya berbeda-beda setiap orang, tapi rata-rata pasien kanker membutuhkan sekitar 25-35 kalori/kg BB/hari. Contohnya, jika Anda memiliki berat badan 60 kg, maka asupan kalori per harinya berkisar dari 1500 – 2100 kalori.

Nutrisi apa saja yang dibutuhkan saat pengobatan kanker?

aturan makan bagi penderita kanker usus besar

Sama seperti orang yang sehat, pasien kanker juga memerlukan asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dari makanan yang mereka konsumsi sehari-hari.

Bahkan, pasien kanker membutuhkan beberapa zat gizi tertentu yang lebih banyak ketimbang orang sehat, contohnya zat gizi mikro. Pasalnya, pasien kanker rentan kekurangan zat gizi mikro karena efek dari pengobatannya.

Pengobatan kanker seperti operasi dan kemoterapi dapat menurunkan kadar vitamin dan mineral yang ada pada tubuh, entah karena terjadi gangguan penyerapan ataupun asupan makan pasien berkurang karena ia tidak nafsu makan.

Padahal zat gizi mikro adalah salah satu nutrisi penting untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh.

Selain itu, para pasien juga membutuhkan beberapa zat gizi tertentu seperti:

  • Branched-chain amino acid (BCAA),  berguna untuk mencegah terjadinya penurunan nafsu makan saat pengobatan kanker dan sebagai energi tubuh. Sumber BCAA adalah susu, ayam, bebek, sapi, keju, putih telur.
  • Eicosapentanoic acid (EPA),  berguna untuk menurunkan peradangan dalam tubuh, dan mencegah terjadinya komplikasi. Sumber EPA adalah salmon, tuna, makarel, lele, teri basah.
  • Arginin dan glutamin. Ariginin untuk stimulasi sistem imun dan mempermudah dalam mencerna protein tubuh. Sementara glutamin untuk menjaga saluran cerna terhadap efek pengobatan kanker dan pembentukan sel baru. Sumber bahan makanan kaya akan glutamin dan arginin adalah daging, telur, susu, keju, yogurt, kedelai, kacang-kacangan, dan gandum.

Perlukah orang yang sakit kanker minum suplemen?

waktu yang tepat minum obat cacing

Jika asupan nutrisi pasien kanker tetap tidak dapat dipenuhi oleh makanan hariannya, suplemen mungkin diperlukan. Namun, memberikan suplemen untuk pasien kanker tidak boleh sembarangan, harus seizin dokter dulu.

Pasalnya, konsumsi suplemen bisa jadi berbahaya apabila dikonsumsi oleh seseorang yang sebenarnya tidak membutuhkannya. Bukanya memberi manfaat, konsumsi suplemen sembarangan justru dapat menyebabkan keracunan.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan pasien kanker

pencegahan kanker

Hingga saat ini American Cancer Society merekomendasikan empat program kesehatan bagi para pasien kanker, di antaranya:

  • Menjaga berat badan normal
  • Makan banyak serat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
  • Membatasi asupan makanan yang tinggi lemak jenuh, gula, tepung, dan produk olahan tepung
  • Menerapkan pola makan gizi seimbang yang disertai dengan rutin olahraga

Selain empat hal di atas, berikut beberapa hal penting lainnya yang harus diperhatikan para pasien kanker dalam memenuhi asupan makanannya sehari-hari:

  • Selalu baca label makanan. Jangan terkecoh pada makanan atau minuman yang berlabel rendah lemak (low fat) atau bebas lemak (non fat) karena keduanya belum tentu rendah kalori.
  • Membiasakan diri makan dengan porsi kecil ketika mengonsumsi makan tinggi kalori.
  • Perbanyak makan buah dan sayur ketimbang makan makanan tinggi lemak seperti kentang goreng, es krim, donat, dan lainnya.
  • Batasi asupan minuman manis seperti soft drink, sport drinks, dan perisa buah.
  • Ketika makan makanan di luar masakan rumah, ingat untuk selalu memilih makanan rendah kalori, rendah lemak, rendah gula dan makanlah dengan porsi yang kecil.

Baca Juga:

dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK. Gizi Klinik

Dokter Raissa menamatkan studi dokter umum, magister gizi, dan spesialis gizi klinik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dokter yang pernah mendapatkan penghargaan dari Rektor Universitas Indonesia sebagai mahasiswa berprestasi ini, pernah menjabat sebagai Manager Gizi Atlet di Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas.

Untuk memperdalam ilmunya, beliau selalu aktif mengikuti pelatihan mengenai gizi dan nutrisi hingga asupan nutrisi untuk penderita penyakit metabolik dan degeneratif. Pada tahun 2019, beliau mendapatkan sertifikasi dari Harvard Medical School dalam mengikuti pelatihan mengenai “Obesity Medicine.”

Beberapa kali beliau juga aktif menjadi narasumber acara mengenai gizi di televisi, radio, surat kabar, sosial media, hingga seminar. Di tengah aktivitasnya, beliau kini menjadi tim medis di Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.

Dokter Raissa bisa ditemui di tempat praktik pribadinya di Sawo 15 Menteng, atau di RS Pondok Indah - Puri Indah dan di RS Metropolitan Medical Center.

Selengkapnya
Artikel Terbaru