Mengenal Diet Tradisional Ala Jepang Beserta Manfaatnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Terdapat beragam jenis diet yang dapat Anda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari diet rendah garam untuk hipertensi, diet mayo, hingga diet tinggi serat. Nah, artikel kali ini akan memperkenalkan diet tradisional ala Jepang. Pola diet ini memberikan banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan berat badan, lho. Ingin tahu bagaimana cara menjalani diet ala Jepang ini? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu diet tradisional ala Jepang?

Diet tradisional ala Jepang adalah jenis diet yang berfokus pada menu makanan berbahan dasar ikan, seafood, sayur, serta buah-buahan. Dalam diet ini, Anda dianjurkan untuk mengurangi konsumsi protein hewani lain, gula, dan lemak.

Lebih lanjut lagi, diet ini juga menghindari bumbu-bumbu tambahan, seperti penyedap, garam, atau saus. Pada dasarnya, menu dalam diet ini mengedepankan cita rasa alami dari bahan-bahan makanan yang ada.

Diet ini mengutamakan bahan-bahan seperti ikan, seafood, tahu, kacang-kacangan, rumput laut, serta sayur dan buah yang masih segar. Sebagai pendamping menu utama, Anda masih dibolehkan makan nasi atau mi.

Apakah dalam diet Jepang ini masih boleh mengonsumsi daging dan produk olahan hewan lainnya? Tentu boleh, tapi biasanya tidak dijadikan sebagai menu utama.

Makanan seperti telur atau daging merah misalnya, hanya disajikan sebagai makanan pendamping.

Seperti apa diet ala Jepang?

Nah, seperti halnya makanan yang mungkin pernah Anda jumpai di restoran-restoran Jepang, diet ini biasanya terdiri atas makanan pokok yang dilengkapi dengan sup, lauk, dan menu pendamping atau sampingan.

Komposisi diet ala Jepang antara lain:

  • Makanan pokok: nasi, mi, udon, atau soba.
  • Sup: dapat terdiri dari tahu, rumput laut, seafood, sayuran, dan kuah kaldu.
  • Lauk: ikan, seafood, tahu, atau tempe. Dapat Anda lengkapi dengan sedikit produk hewan lainnya, seperti telur atau daging merah.
  • Menu sampingan: sayuran mentah, rebus, tumis, atau kukus. Bisa juga berupa buah-buahan.

Sepintas, mungkin menu di atas terlihat seperti menu makanan sehari-hari saat Anda sedang tidak diet. Namun, yang membedakan adalah cita rasanya.

Diet ala Jepang menghindari bumbu-bumbu penyedap, seperti garam, gula, vetsin, kecap, ataupun sambal. Hal ini bertujuan untuk menonjolkan cita rasa asli dari bahan-bahan masakan dalam diet ini, yang disebut oleh orang Jepang dengan umami.

Sebagai tambahan, minuman yang dapat Anda pilih adalah teh hijau hangat. Anda juga tidak dianjurkan terlalu sering makan camilan saat menjalani diet ini.

Apa saja manfaat dari diet ala Jepang?

Berikut adalah berbagai manfaat yang dapat Anda peroleh dari diet Jepang:

1. Mengandung nutrisi dan senyawa yang bermanfaat

Menurut sebuah studi dari Tohoku University School of Public Health, Jepang, Anda dapat memperoleh beragam nutrisi dan senyawa yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti serat, kalsium, kalium, magnesium, zat besi, serta vitamin A, C, dan E.

Tidak hanya itu. Teh hijau dalam diet Jepang ini juga merupakan sumber antioksidan yang tinggi, sehingga tubuh Anda dapat terlindungi dari berbagi penyakit dan kerusakan sel-sel.

2. Baik untuk sistem pencernaan

Tingginya kandungan serat dalam diet ini dapat membantu melancarkan pencernaan Anda, sehingga Anda terhindar dari risiko sembelit atau susah BAB.

Selain itu, dengan mengonsumsi banyak sayur dan buah yang kaya akan probiotik, Anda juga dapat mencegah terjadinya diare, perut kembung, serta gas berlebih.

3. Menjaga berat badan sehat

Porsi dalam diet ini terhitung kecil serta mengandung sedikit gula dan lemak. Maka itu, asupan kalori ke dalam tubuh Anda pun dapat berkurang.

Budaya makan orang Jepang juga mengajarkan bahwa Anda sebaiknya cukup merasa 80% kenyang saat makan. Dengan kebiasaan ini, Anda dapat mengontrol berat badan Anda dengan baik.

4. Mencegah penyakit kronis

Dengan menjalani diet ala Jepang, Anda juga mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi yang terdapat di Journal of Atherosclerosis and Thrombosis. Dalam penelitian tersebut, 33 orang menjalani diet ini selama 6 minggu.

Sebanyak 91% mengalami penurunan berat badan, kadar kolesterol jahat, serta faktor-faktor risiko diabetes di dalam tubuhnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Ibu Menjalani Diet Saat Hamil?

Sebagai perempuan, Anda memiliki rasa kekhawatiran akan penampilan Anda meski saat hamil. Namun, bolehkah ibu menjalani diet saat hamil?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Kesalahan Makan Oatmeal yang Bikin Berat Badan Malah Naik

Bubur gandum (oatmeal) adalah pilihan makanan yang baik untuk diet. Tapi hati-hati, bisa jadi oatmeal bikin gemuk karena hal-hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Berat Badan Turun, Bukan Berarti Lemak Tubuh Berkurang

Meski timbangan menunjukkan berat badan Anda 3 kg lebih ringan, kalau dietnya salah, jangan-jangan jumlah lemak tubuh tidak berkurang sama sekali.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Memang benar makan tidak teratur bisa bikin Anda cepat gemuk. Tapi dari sisi kesehatan, ada banyak efek samping buruk lainnya. Apa saja?

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Nutrisi, Hidup Sehat 3 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

beras merah lebih sehat

Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan yang dapat menyembuhkan kanker otak

Jenis Makanan Sehat untuk Membantu Menyembuhkan Kanker Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit
diet tinggi serat

Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
porsi makan ideal

Cara Menghitung Porsi Makan Ideal untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit