Enak Sih Makan Daging Asap, Tapi Sehat Atau Tidak, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/03/2018
Bagikan sekarang

Menggunakan daging asap di dalam masakan memang terlihat praktis. Pasalnya, makanan olahan ini mudah didapat dan memiliki rasa yang lezat karena proses pengolahannya yang diasap. Saat ini cukup banyak orang yang lebih memilih menggunakan daging asap dalam menu makanannya. Namun apakah makan daging asap itu sehat? Simak ulasannya berikut ini.

Sebelum memilihnya, ketahui dulu proses pengolahan daging asap

Sebenarnya, proses pengasapan daging bertujuan untuk membuat daging lebih awet. Jadi, daging akan dipanaskan di atas kayu yang dibakar dengan suhu rendah. Daging hanya akan terkena asap pembakaran saja, bukan kena api langsung.

Nah, asap dari hasil pembakaran kayu tersebut memiliki keunggulan karena mengandung beberapa komponen kimia yang mampu membunuh bakteri dan jamur. Oleh karena itu, cara mengolah makanan seperti ini sering digunakan untuk mengawetkan makanan.

Meski jadi lebih awet, sayangnya proses pengolahan ini dapat mengubah kandungan gizi dari daging. Pasalnya, ada beberapa penambahan dan pembentukan zat dari proses tersebut, seperti:

Penambahan garam dalam jumlah besar

Menurut Live Strong, sebelum diasapi, daging dipotong menjadi beberapa bagian atau menjadi tipis-tipis dan dioleskan garam terlebih dahulu. Ini memberi rasa asin dan gurih pada daging, serta membantu mempercepat kematangan.

Terbentuknya zat kimia tambahan

Ketika daging terkena panas dari pembakaran kayu atau arang, maka zat PAH (hidrokarbon aromatik polisiklik) seperti benzopiran dan amina heterosiklik muncul. Kedua zat itu bersifat racun dan mudah menyerap pada makanan.

Dampak makan daging asap bagi kesehatan

Sebenarnya makan daging asap tidak langsung menyebabkan beberapa penyakit. Ini bergantung dari seberapa sering Anda mengonsumsinya. Jadi, langkah bijak yang bisa Anda lakukan adalah dengan membatasi konsumsi daging asap. Ini dilakukan untuk menghindari Anda dari beberapa risiko penyakit, seperti:

1. Infeksi perut dan kanker

Makan daging asap meningkatkan risiko infeksi perut karena terkontaminasi bakteri E. coli dan Listeria monocytogenes. Infeksi bakteri E. coli membuat Anda merasakan sakit perut disertai diare. Sementara infeksi bakteri L. monocytogenes menyebabkan listeriosis, yaitu kondisi demam, sakit kepala, dan sakit perut.

Dilansir dari Healthy Eating SF Gate, American Cancer Society mengungkapkan bahwa mengonsumsi banyak daging asap atau ikan asin meningkatkan risiko kanker perut.

2. Hipertensi, penyakit jantung dan penyakit ginjal

Daging asap memiliki kandungan garam yang tinggi sehingga bisa bikin kadar natrium dalam darah melonjak. Natrium adalah mineral dan elektrolit yang penting untuk keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Namun bila kadarnya dalam darah terlalu tinggi bisa menyebabkan dehidrasi, hipertensi, penyakit ginjal, dan penyakit jantung. Orang-orang yang memiliki kondisi ini harus menghindari mengonsumsi daging asap.

3. Kanker

Zat yang dihasilkan dari proses pengolahan daging asap bersifat karsinogen, yaitu memicu penyakit kanker. Beberapa penyakit kanker yang sudah terbukti dapat disebabkan oleh zat ini adalah kanker pankreas, kanker usus, kanker prostat, dan kanker payudara.

Penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang mengonsumsi daging asap lebih dari satu kali dalam seminggu meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 47% dibanding dengan wanita yang makan daging asap satu kali seminggu.

4. Stroke dan diabetes

Sebuah studi yang dilakukan oleh ahli dari Harvard School of Public Health menunjukkan bahwa mengonsumsi daging asap atau daging olahan yang berlebihan, bisa meningkatkan risiko stroke dan diabetes tipe 2.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berapa Banyak Kita Boleh Makan Daging Dalam Sehari?

Daging merupakan makanan dengan protein terlengkap. Akan tetapi, makan daging juga perlu dibatasi, jangan sampai berlebihan. Lalu berapa batas amannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 17/03/2018

Daging Wagyu, Tak Hanya Memanjakan Lidah Tapi Juga Kaya Nutrisi

Daging wagyu adalah jenis daging sapi yang terkenal dengan tekstur yang empuk. Tak hanya memanjakan lidah, nutrisi daging wagyu juga banyak. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Nutrisi, Hidup Sehat 15/03/2018

Terlalu Banyak Makan Daging Olahan Tingkatkan Risiko Anda Kena Kanker Usus Besar

World Health Oganization (WHO) menyatakan jika daging olahan bersifat karsinogenik yang bisa tingkatkan risiko Anda terkena kanker usus besar. Apa sebabnya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Inilah Kenapa Anak Sebaiknya Tak Makan Sosis dan Nugget

Apakah sosis dan nugget sering menjadi menu makan anak Anda? Anda mungkin perlu berpikir ulang, karena daging olahan ternyata dapat menyebabkan kanker.

Ditulis oleh: Monika Nanda

Direkomendasikan untuk Anda

makan crab stick

Makan Crab Stick Setiap Hari, Apa Dampaknya bagi Tubuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28/10/2019
daging angsa

Belum Banyak Diketahui, Ini Manfaat Daging Angsa Serta Kandungan Gizinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 15/01/2019
menyimpan daging

Berapa Lama Idealnya Harus Simpan Daging di Kulkas?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2018
makan steak well done

Daging Dimasak “Well Done” Ternyata Tidak Baik untuk Tekanan Darah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2018