Kelebihan dan Kekurangan Makanan Kaleng

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Makanan kaleng memang memudahkan Anda, Anda hanya perlu sedikit waktu untuk memanaskannya dan kemudian Anda bisa langsung memakannya. Cepat, instan, mudah, dan rasanya tidak kalah enak, ini merupakan keuntungan yang ditawarkan oleh makanan kaleng. Dengan berbagai keuntungannya ini, tidak heran jika banyak orang mulai mengonsumsi makanan kaleng dan menjadikannya sebagai pilihan dalam menu makanan mereka. Namun, apa akibatnya jika sering makan makanan kaleng?

Sisi positif dari makanan kaleng

Selain mudah, praktis, instan, dan rasanya enak, makanan kaleng juga mempunyai sisi positif lainnya, yaitu:

Makanan kaleng tidak kurang zat gizi

Tidak selamanya makanan kaleng mengandung zat gizi yang lebih sedikit dibandingkan dengan makanan segar atau makanan beku. Faktanya, makanan kaleng juga mengandung zat gizi yang hampir sama dengan makanan segar. Protein, karbohidrat, lemak, serta vitamin dan mineral yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K, masih terkandung dalam makanan kaleng. Berdasarkan penelitian, zat gizi dalam makanan masih tetap utuh setelah makanan tersebut dimasukkan dalam kaleng, walaupun jumlahnya agak berkurang sedikit.

Beberapa zat gizi yang tidak tahan panas mungkin juga ada yang rusak, seperti vitamin larut air, misalnya untuk vitamin C dan vitamin B. Vitamin jenis ini sangat sensitif terhadap panas dan udara, sehingga vitamin dapat hilang setelah melalui proses pemanasan, pemasakan, dan penyimpanan.

Jangan khawatir, beberapa jenis makanan dalam kaleng juga dapat memiliki kadar zat gizi yang lebih tinggi daripada makanan biasa. Misalnya, tomat dan jagung memiliki antioksidan yang lebih tinggi setelah melalui proses pemanasan, sehingga tomat dan jagung kalengan mungkin memiliki antioksidan yang lebih tinggi daripada biasanya.

Sisi negatif dari makanan kaleng

Makanan kaleng memang memudahkan kita dan memiliki banyak keuntungan. Apalagi jika kita dalam perjalanan jauh, makanan kaleng paling praktis untuk dibawa dan mudah untuk dinikmati. Namun, di balik sisi positifnya tersebut, makanan kaleng juga mempunyai sisi negatif.

Makanan kaleng ditambahkan garam dan gula

Garam, gula, dan pengawet biasanya ditambahkan pada beberapa makanan kaleng. Bagi Anda yang sehat mungkin hal ini tidak menjadi masalah bila dimakan dalam batas yang wajar. Namun, bagi Anda yang menderita penyakit tekanan darah tinggi maupun penyakit jantung, makanan kaleng dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda karena makanan ini umumnya memiliki kandungan garam yang tinggi.

Garam dalam bentuk natrium pada makanan kaleng biasanya terdapat dalam kadar yang tinggi karena juga berfungsi untuk menjaga kualitas makanan kaleng. Terlalu banyak mengonsumsi garam atau natrium dapat menyebabkan tekanan darah Anda naik dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh Anda terganggu.

Kandungan gula yang tinggi pada makanan kaleng juga mempunyai dampak berbahaya karena kelebihan gula berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit, seperti diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit jantung. Bagi Anda yang memiliki penyakit tersebut sebaiknya batasi bahkan jika bisa hindari makan makanan kaleng, makan makanan segar lebih baik bagi Anda.

Sebelum Anda membeli makanan kaleng, ada baiknya Anda melihat informasi nilai gizi yang ada. Perhatikan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, berapa jumlah natrium, kalori, lemak, dan zat gizi lain yang terkandung di dalamnya.

Makanan kaleng mengandung BPA

BPA atau Bisphenol-A merupakan bahan kimia yang terkandung dalam kemasan makanan, termasuk dalam kaleng. Penelitian menunjukkan bahwa BPA dalam makanan kaleng dapat berpindah dari lapisan kaleng ke makanan. BPA yang masuk ke dalam tubuh berhubungan dengan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung dan diabetes mellitus tipe 2, serta juga dapat menyebabkan kelainan fungsi seksual pada pria.

Penelitian yang dipublikasikan oleh Environmental Research menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaleng berhubungan dengan tingginya konsentrasi BPA dalam urin, semakin banyak mengonsumsi makanan kaleng, semakin tinggi juga kadar BPA yang ditemukan dalam urin. Namun, kadar BPA yang ditemukan dalam makanan kaleng berbeda-beda jumlahnya.

Karena dampak yang ditimbulkan BPA pada kesehatan sangat berbahaya, bahkan Food and Drug Administration Amerika Serikat sudah melarang penggunaan BPA untuk kemasan yang bersentuhan dengan makanan, tetapi penggunaan kemasan makanan yang mengandung BPA masih ditemukan.

Makanan kaleng berisiko mengandung bakteri berbahaya

Walaupun jarang, tetapi makanan kaleng yang tidak melalui proses dengan baik dapat mengandung bakteri berbahaya yang dikenal dengan nama Clostridium botulinum. Mengonsumsi makanan kaleng yang mengandung bakteri ini dapat menyebabkan penyakit yang bernama botulisme, di mana penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian jika tidak diobati. Untuk menghindarinya, penting agar Anda memeriksa kondisi kaleng sebelum membelinya, jangan membeli makanan kaleng yang sudah rusak, contohnya kaleng menggembung, penyok, retak, atau bocor.

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

    Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Panduan Diet Tinggi Serat, Cara Sehat untuk Turunkan Berat Badan

    Salah satu diet yang dipercaya mampu menurunkan berat badan dengan aman dan sehat adalah diet tinggi serat. Seperti apa aturannya? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Nutrisi, Hidup Sehat 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

    Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

    Diabetes juga bisa menyebabkan penglihatan kabur yang apabila dibiarkan bisa berdampak pada kebutaan permanen. Apa saja komplikasi diabetes pada mata?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

    Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

    Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    beras merah lebih sehat

    Ini Alasannya Kenapa Nasi Merah Jauh Lebih Sehat dari Nasi Putih

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    merawat kulit orang diabetes

    Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    multivitamin gummy dewasa

    Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    hipoglikemia adalah gula darah rendah

    Hipoglikemia

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit