3 Penyakit yang Membuat Penderitanya Tak Boleh Makan Gluten

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Belakangan, semakin banyak orang yang menjalani diet gluten free, dan mulai menghindari konsumsi makanan apapun yang mengandung gluten. Tak heran jika keberadaan gluten dalam makanan kini sering dianggap memberi efek negatif bagi kesehatan.

Padahal, sebagian besar penelitian mengklaim bahwa mengonsumsi gluten aman bagi semua orang, kecuali penderita penyakit celiac. Namun di sisi lain, beberapa peneliti kesehatan percaya bahwa bahaya gluten juga dapat terjadi pada beberapa orang memiliki kondisi kesehatan tertentu lainnya.

Apa itu gluten?

Gluten adalah jenis protein yang ditemukan dalam biji-bijian terutama gandum, gandum hitam (rye), dan jali (barley). Gandum adalah sumber gluten yang paling banyak dikonsumsi. Dua protein utama dalam gluten adalah gliadin dan glutenin. Gliadin yang bertanggung jawab atas sebagian besar efek negatif bagi kesehatan.

Pada produk olahan, gluten dapat membantu proses pengembangan saat membuat roti, sekaligus memberikan tekstur kenyal pada roti. Saat tepung dicampur dengan air, gluten membentuk jaringan lengket yang memiliki konsistensi seperti lem. Sifat seperti lem ini yang membuat adonan menjadi elastis, dan membuat roti mengambang saat dipanggang. Selain itu, sifat perekat ini jugalah yang memberikan tekstur kenyal.

Tapi, penderita penyakit ini tak boleh makan gluten 

1. Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh seseorang salah mengenali gluten sebagai bahan asing yang mengancam tubuh. Sistem imun kemudian menyerang gluten dan lapisan usus kecil, sehingga menyebabkan kerusakan pada vili usus yang akhirnya menurunkan kemampuan usus dalam menyerap nutrisi.

Kondisi ini juga yang menyebabkan kekurangan nutrisi, berbagai masalah pencernaan, serta meningkatkan berbagai risiko penyakit lain.

Gejala penyakit celiac yang paling umum adalah gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit, sakit kepala, dan penurunan berat badan. Beberapa orang juga mungkin tidak memiliki gejala penceran, namun mungkin memiliki gejala lain seperti anemia dan kelelahan.

Penyakit celiac bisa menjadi sangat sulit untuk didiagnosis. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa hingga 80 persen orang dengan penyakit celiac tidak mengetahui jika mereka memiliki penyakit ini.

2. Sensitivitas gluten non-celiac

Tidak hanya pada orang yang memiliki penyakit celiac, bahaya gluten juga bisa berlaku untuk orang yang tidak memiliki penyakit celiac namun memiliki sensitivitas gluten non-celiac. Seseorang dengan sensitivitas gluten non-celiac akan tetap bereaksi negatif terhadap gluten meski tidak mengidap penyakit celiac.

Biasanya, orang yang mengalami ini akan merasakan gejala yang hampir sama dengan penyakit celiac, seperti diare, kelelahan, serta nyeri sendi dan tulang. Namun, mereka tidak mengalami gangguan pada usus setelah konsumsi gluten. Gejala ini dapat terjadi karena kondisi sistem pencernaan yang buruk.

Tidak ada definisi yang jelas mengenai sensitivitas gluten non-celiac, namun kondisi ini didiagnosis saat pasien bereaksi negatif terhadap gluten. Umumnya, salah satu cara untuk mendiagonosisnya adalah dengan berhenti makan gluten untuk sementara, kemudian mengonsumsinya kembali. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah Anda memiliki gejala sensitivitas gluten atau tidak.

3. Irritable bowel syndrome, alergi gandum, dan lainnya

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 34 penderita irritable bowel syndrome (IBS) yang dibagi menjadi dua kelompok, yang satu menjalani diet gluten free, dan kelompok satu lagi makan gluten.

Hasilnya, kelompok yang makan gluten lebih sering merasakan sakit, perut kembung, diare, dan kelelahan dibandingkan kelompok lainnya. Dengan kata lain, penderita IBS dapat memperoleh manfaat dari diet gluten free yang dilakukan.

Gluten juga akan bereaksi negatif pada orang yang memiliki alergi gandum. Sekitar satu persen peningkatan masalah pencernaan terjadi pada orang dengan alergi gandum yang makan gluten.

Selain itu, penelitian lainnya menunjukkan bahwa diet gluten free juga dapat bermanfaat bagi penderita dengan skizofrenia, autisme, dan penyakit ataxia gluten.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Celiac Bukan Halangan untuk Makan Enak dengan Menu Berikut Ini

Penyakit celiac bukan penghalang untuk makan enak. Kuncinya dengan menerapkan menu makanan bebas gluten yang aman untuk penderita penyakit celiac.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 20 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Nutrisi Susu Oat alias Susu Gandum yang Tak Kalah Sehat

Oat tidak hanya dinikmati sebagai sereal, tapi juga sebagai susu. Ini dikenal sebagai susu gandum. Penasaran dengan nutrisi dan manfaatnya? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 23 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Meningkatkan Asupan Gandum Saat Diet

Gandum menjadi makanan yang direkomendasikan saat diet. Namun, bagaimana caranya untuk meningkatkan asupan gandum? Simak tipsnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 9 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Daging Imitasi yang Dikonsumsi Vegetarian Menyehatkan?

Daging imitasi untuk vegetarian dibuat dari bahan nabati sebagai alternatif daging sapi. Namun, apakah daging vegetarian ini sehat bagi tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pantangan penderita psoriasis

Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Resep Olahan French Toast untuk Sarapan Pagi yang Lebih Sehat dan Bervariasi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 7 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
cara mengatasi intoleransi gluten

3 Cara Mengatasi Intoleransi Gluten

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2019 . Waktu baca 4 menit