Seberapa Banyak Anda Boleh Makan Daging dalam Seminggu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Walaupun amat kaya akan protein, lemak, vitamin, dan mineral yang penting bagi kesehatan, mengonsumsi daging juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Lantas, seberapa banyak aturan batas aman makan daging dalam seminggu? Apakah ada dampaknya bagi kesehatan jika mengonsumsi terlalu banyak?

Batas aman makan daging dalam seminggu

sering pusing setelah makan daging

Daging merah merupakan salah satu bahan pangan dengan kandungan nutrisi terbaik. Kandungan proteinnya membantu meningkatkan massa otot, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, memproduksi hormon dan enzim, serta menjaga berat badan ideal.

Vitamin dan mineral pada daging juga bermanfaat untuk memelihara sistem kekebalan tubuh dan sistem saraf, mencegah anemia, menjaga kesehatan otak, serta membantu tubuh menjalankan fungsinya dengan baik.

Kendati bermanfaat, ingatlah untuk membatasi jumlah daging yang Anda makan dalam seminggu.

Pasalnya, berbagai penelitian menemukan bahwa konsumsi daging secara berlebihan justru dapat meningkatkan risiko sejumlah gangguan kesehatan.

Lemak jenuh pada daging akan meningkatkan kadar kolesterol darah dan senyawa L-karnitin dapat merangsang pembentukan plak pada pembuluh darah. Kolesterol tinggi dan plak pembuluh darah merupakan faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Selain itu, orang yang mengonsumsi daging secara berlebihan juga lebih berisiko terkena kanker usus besar.

Penyebab pastinya hingga kini belum diketahui, tapi banyak ahli sepakat bahwa pemicunya berasal dari zat karsinogen (pemicu kanker) selama proses pengolahan.

Anda dapat mengurangi risiko berbagai penyakit tersebut dengan membatasi jumlah daging yang Anda makan, yakni sebanyak 350-500 gram (matang) dalam seminggu. Jumlah tersebut setara dengan 10 potong daging berukuran sedang.

Memilih dan mengolah daging untuk mengurangi risiko penyakit

daging untuk anak

Penyakit yang berkaitan dengan konsumsi daging sebenarnya muncul akibat kebiasaan makan daging yang tidak baik. Misalnya mengonsumsi terlalu banyak, salah memilih jenis daging, dan keliru dalam mengolahnya.

Sebelum mengolahnya menjadi berbagai hidangan lezat, berikut adalah tips sehat dalam memilih daging:

  • Memilih daging dengan kandungan lemak paling sedikit
  • Jika memilih daging dalam kemasan, perhatikan jumlah lemak yang tertera pada label informasi gizi
  • Pilihlah daging potong yang belum mengalami pemrosesan, batasi konsumsi daging olahan berupa sosis, patty, salami, dan sejenisnya yang lebih banyak mengandung lemak dan garam
  • Jika mengonsumsi daging unggas, buang kulitnya

Selain mengetahui aturan makan daging yang aman dalam seminggu, Anda pun bisa mengurangi risiko kanker usus besar akibat zat karsinogenik pada daging dengan teknik mengolah yang tepat.

Berikut adalah beberapa tips mengolah daging yang sehat:

  • Membumbui daging dengan campuran bawang putih, air jeruk lemon, dan minyak zaitun untuk mengurangi pembentukan zat karsinogenik
  • Menggunakan api sedang dan tidak membakar daging secara langsung di atas bara api
  • Jika harus menggunakan api besar, jangan lupa membolak-balik daging setiap beberapa menit
  • Membuang bagian daging yang terbakar atau gosong

Membatasi jumlah daging yang Anda makan dalam seminggu sangatlah penting. Alasannya tidak lain karena bahan makanan sebaik apa pun dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Anda juga perlu cermat dalam memilih jenis daging dan teknik mengolah yang tepat. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh manfaat mengonsumsi daging dan tetap terlindung dari risiko gangguan kesehatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Jenis, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Usus

Kanker bisa bertumbuh di mana saja, termasuk usus Anda. Namun, beda lokasi pertumbuhannya, beda pula gejalanya. Simak info lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 27 November 2019 . Waktu baca 10 menit

Benarkah Makanan Darat dan Laut Tidak Boleh Dimakan Bersamaan?

Makan makanan darat dan laut secara bersamaan sering dianggap berakibat buruk bagi kesehatan. Apa kata sains tentang hal ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 23 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Obat Ranitidine Mengandung Zat Pemicu Kanker, Masih Boleh Digunakan?

Ranitidine adalah obat refluks asam lambung. Namun, FDA melaporkan bahwa ranitidine mengandung zat kanker. Lantas, amankah digunakan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Kolorektal untuk Mencegah Tingkat Keparahan

Tes kesehatan bisa membantu deteksi dan diagnosis kanker usus besar/rektum. Apa saja, ya? Jika terdiagnosis kanker usus stadium 4, apakah bisa sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker Usus Besar, Kanker 15 Juli 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat herbal tradisional kanker kolorektal usus besar kolon rektum

5 Jenis Obat Herbal yang Berpontensi Mengobati Kanker Kolorektal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit
kanker usus besar kolorektal rektum kolon colon

Kanker Kolorektal (Usus Besar/Kolon dan Rektum)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 10 menit
perawatan kanker usus besar

Tips Pola Hidup Seimbang Setelah Operasi Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
kopi mencegah kanker usus besar

Kopi Dapat Mencegah Kanker Usus Besar, Benarkah?

Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit