Mata Merah dan Sensitif Akibat Keratitis? Ini 3 Kunci Penting Mengobatinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Keratitis adalah jenis infeksi mata yang paling sering dialami oleh orang yang pakai lensa kontak. Kondisi ini menyebabkan mata terasa perih, kemerahan, dan cenderung sensitif terhadap cahaya. Nah, untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada mata, simak berbagai cara mengobati infeksi mata akibat keratitis berikut ini, yuk!

Apakah keratitis pada mata bisa sembuh sendiri?

efek dari gas air mata

Keratitis adalah kondisi ketika bagian kornea Anda mengalami peradangan atau infeksi. Penyebabnya bisa karena infeksi virus, bakteri, jamur, atau bisa juga karena cedera pada mata.

Orang yang sering memakai lensa kontak juga berisiko tinggi mengalami keratitis. Lensa kontak yang tidak bersih dapat memindahkan kuman dan bakteri dari lensa ke permukaan mata. Kondisi ini diperparah jika Anda sering pakai lensa kontak kelamaan, jarang mengganti lensa kontak, atau memakai lensa kontak yang sudah kedaluwarsa.

Orang yang mengalami keratitis biasanya akan mengalami mata merah, berair, terasa perih, dan sensitif terhadap cahaya. Namun hati-hati, infeksi mata ini bisa menyebabkan kerusakan mata permanen hingga kebutaan jika tidak segera diobati.

Kabar baiknya, keratitis pada mata sebetulnya bisa sembuh sendiri alias tanpa pengobatan. Akan tetapi, hal ini tergantung dari penyebab keratitis itu sendiri.

Anda tidak perlu mengobati infeksi mata akibat keratitis jika disebabkan oleh cedera, contohnya karena kebiasaan mengucek mata. Biasanya, mata merah atau perih yang dirasakan akan hilang sendiri saat mata Anda sembuh. Bila perlu, Anda bahkan hanya membutuhkan obat tetes mata untuk mempercepat penyembuhannya.

Namun, apabila keratitis menyebabkan infeksi yang lebih dalam pada kornea mata, maka kondisi ini dapat meninggalkan bekas luka yang tak boleh disepelekan. Jika dibiarkan terus-menerus, luka tersebut bisa merusak penglihatan atau bahkan menyebabkan kebutaan. Untuk mencegahnya, pergilah ke dokter mata terdekat sesegera mungkin untuk mengobati infeksi mata akibat keratitis.

Berbagai cara mengobati infeksi mata akibat keratitis

cara pakai obat tetes mata

1. Air mata buatan

Cara mengobati infeksi mata akibat keratitis yang tergolong ringan adalah dengan menggunakan air mata buatan. Jenis pengobatan ini bekerja dengan cara meningkatkan jumlah cairan pada mata sekaligus mengurangi penguapan air mata. Dengan begitu, rasa perih dan merah di mata akan berkurang secara perlahan.

Air mata buatan ini bisa berbentuk obat tetes, salep, atau gel. Nah, Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan. Bila rasa nyeri pada mata tergolong ringan, lalu Anda mencari obat yang mudah dan nyaman digunakan, maka obat tetes bisa menjadi pilihan yang tepat.

Pemilihan obat tetes mata juga harus disesuaikan lagi dengan penyebab keratitis yang Anda alami. Bila keratitis disebabkan oleh jamur, maka Anda membutuhkan obat tetes mata yang sifatnya antijamur.

Sedangkan untuk mengobati infeksi mata akibat keratitis yang tergolong parah, Anda mungkin membutuhkan obat berbentuk salep atau gel. Jenis obat ini sebaiknya digunakan pada malam hari karena teksturnya lebih kental dan dapat bikin pandangan kabur sejenak.

2. Antibiotik

Antibiotik oral digunakan untuk mengobati infeksi mata akibat keratitis bakteri yang tergolong sedang hingga berat. Jenis obat ini berfungsi untuk melawan bakteri dan menghilangkan infeksi pada mata.

3. Transplantasi kornea

Transplantasi kornea dapat dilakukan untuk mengobati infeksi mata akibat keratitis acanthamoeba. Acanthamoeba itu sendiri adalah sejenis parasit yang bisa membuat kornea meradang dan cenderung sulit disembuhkan.

Sebagai langkah awal, Anda sebetulnya bisa mengobati infeksi mata ini dengan obat tetes mata yang mengandung antibiotik. Namun sayangnya, beberapa jenis parasit acanthamoeba cenderung resisten terhadap pengobatan.

Ketika keratitis tidak dapat diobati atau menyebabkan kornea rusak permanen, maka dokter akan menganjurkan transplantasi kornea sebagai jalan terakhir. Kornea yang sudah rusak akan diangkat dan diganti dengan jaringan kornea sehat dari mata pendonor. Secara bertahap, kedua mata Anda akan kembali jernih dan kian jelas untuk melihat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

8 Tips Lari di Luar Ruangan saat Masa New Normal

Gemar berlari sebagai olahraga utama? Cek ragam tips meminimalisasi risiko terserang penyakit saat lari di luar ruang di masa new normal, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nokturia adalah

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit