Paraben Dalam Kosmetik: Benarkah Berbahaya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Paraben adalah topik hangat yang diperbincangkan di dunia kecantikan dan kesehatan beberapa tahun terakhir ini. Namun, berapa banyak orang yang benar-benar mengetahui apa itu paraben dan apa dampaknya pada kesehatan? Konsumen perlu membaca informasi yang dapat dipercaya mengenai paraben untuk meluruskan kebingungan, karena paraben tidaklah beracun, tidak, menyebabkan kanker, maupun bersifat mutagenik pada manusia.

Apa itu paraben?

Paraben digunakan sebagai pengawet pada produk kosmetik dan farmasi. Paraben membantu mencegah timbulnya jamur dan bakteri, melindungi konsumen, dan menjaga kualitas produk. Dalam istilah kimia, paraben merupakan ester dari p-hydroxybenzoic acid. Jenis paraben yang paling sering digunakan pada produk kosmetik adalah methylparaben, propylparaben, and butylparaben. Banyak produk perawatan yang mengandung paraben, seperti shampoo, gel cukur, pelumas, farmasi, riasan wajah, losion dan pasta gigi.

Kesalahpahaman terhadap paraben

Paraben dulunya dianggap sebagai agen xenoestrogent yang mengimitasi estrogen pada tubuh. Efek buruk estrogen sering dikaitkan dengan masalah pada dada dan regenerasi. Berita ini menyebar pada tahun 1990-an. Setelah itu, para peneliti menyatakan bahwa paraben memiliki efek negatif terhadap kesehatan, terutama kanker. Selain itu, pada tahun 2004 peneliti dari Inggris Philippa Dabre, Ph.D menemukan adanya paraben pada tumor payudara yang berbahaya. Menurut penelitian tersebut, ia menyarankan untuk membatasi kadar paraben pada kosmetik.

Konsumen mulai mendengar bahwa paraben adalah penyebab reaksi alergi, kanker payudara, aktivitas estrogenik dan paparan matahari. Perusahaan kosmetik mengalami kerugian karena skandal paraben ini, sehingga mereka memproduksi kosmetik organik bebas paraben. Namun, hingga saat ini, tidak ada penelitian profesional yang membuktikan bahwa paraben menyebabkan kanker dan penyakit lainnya.

Apakah paraben harus dihindari?

Perlukah Anda menghindari paraben? Tentu, sesuatu yang berlebihan dapat membahayakan, namun jumlah paraben yang sedikit pada produk Anda tidak akan mengganggu kesehatan Anda. Pada tahun 1984, organisasi Cosmetic Ingredient Review menyatakan bahwa paraben adalah kandungan yang aman digunakan pada produk kosmetik. Namun, setelah penelitian pada tahun 2004, Cosmetic Ingredient Review melakukan penelitian sekali lagi di tahun 2005 untuk membuktikan dampak paraben pada kesehatan. Banyak penelitian pada bayi dan wanita yang menemukan bahwa kadar paraben yang sangat kecil pada produk tidak menyebabkan kanker atau membahayakan kesehatan Anda.

Ada 2 cara paraben terserap ke dalam tubuh: melalui kulit dan melalui mulut. Kosmetik, produk kecantikan, dan perawatan memiliki paraben yang memasuki tubuh melalui kulit. Setelah itu, paraben termetabolisme sempurna sebelum masuk ke sistem peredaran dan dikeluarkan melalui urin. Kesimpulannya adalah, tidak mungkin bahwa paraben dalam dosis kecil di produk perawatan kulit dapat menyebabkan kanker.

Apakah paraben secara resmi dianggap aman atau tidak?

Banyak organisasi internasional yang telah meneliti efek paraben terhadap kulit. Di Amerika Serikat, American Cancer Society dan FDA telah melihat paraben dari sudut pandang eksperimen dan pengobatan. Mereka menyatakan bahwa paraben pada kosmetik tidak dapat merusak kesehatan maupun menyebabkan kanker payudara. Konsumen tidak perlu khawatir terhadap zat ini pada produk perawatan mereka. Organisasi lain, Health Canada, FDA pada Kanada juga menyatakan bahwa belum ditemukannya bukti hubungan antara paraben dan kanker payudara.

Paraben tidak membahayakan konsumen seperti yang selama ini dipercaya. Produk yang mengandung kandungan organik juga mengandung paraben. Makanan seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, flax, buah-buahan, bluberi, wortel dan ketimun menghasilkan paraben. Namun tidak perlu khawatir terhadap zat kimia ini. Paraben hanyalah zat kimia umum yang ditemukan pada kosmetik tanpa bahaya kesehatan seperti yang selama ini disebutkan. Jadilah konsumen yang cerdas dalam menerima informasi terhadap produk.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

Entah karena terbakar matahari, perawatan wajah, atau alasan lain, Anda mungkin menemukan kulit mengelupas tiba-tiba. Bagaimana merawatnya agar tak rusak?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Kecantikan 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Jenis Obat Herbal yang Berpontensi Mengobati Kanker Kolorektal

Selain pengobatan dokter, ada beberapa obat herbal yang digunakan secara tradisional sebagai obat kanker kolorektal (usus besar dan rektum). Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker Usus Besar, Kanker 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mencegah Kanker Lambung (Perut) yang Dapat Anda Lakukan

Ahli kesehatan merekomendasikan berbagai cara mencegah penyakit kanker lambung (perut). Lantas, apa saja tindakan pencegahan kanker lambung (perut)?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Lambung 25 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gejala kanker lidah

Kanker Lidah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker mulut gusi gigi bibir

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit
perawatan paliatif apa itu

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit