Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Untuk mendapatkan kulit yang mulus tanpa bulu, Anda tentu harus menghilangkan bulu di bagian-bagian tubuh tertentu. Banyak orang melakukan berbagai cara untuk menghilangkan bulu, misalnya dengan laser, mencukur, atau bahkan waxing. Selain ketiga hal populer tersebut, ada sebuah metode lain untuk menghilangkan rambut halus di tubuh menggunakan krim perontok bulu. Apa itu krim perontok bulu? Apakah aman dan maksimal hasilnya untuk menyingkirkan bulu? Simak di sini.

Mengenal krim perontok bulu

Krim perontok atau penghilang bulu umumnya berguna untuk menjangkau titik yang cukup sulit di bagian tubuh lainnya yang sulit dijangkau dengan cukuran. Metode ini juga biasa disebut sebagai depilatori. Depilatori atau hair removal cream menawarkan metode menghilangkan bulu tanpa alat atau pun rasa sakit seperti waxing.

Krim perontok bulu ini bekerja dengan cara memecah struktur protein rambut sehingga rambut bisa keluar dan terangkat dari kulit dengan mudah saat Anda menggosokkan krimnya ke kulit. Setelah digosok, disemprot atau dioles ke kulit, formula krim akan memecah ikatan kimia yang menahan struktur protein rambut di tubuh, dan protein ini dikenal sebagai keratin.

Begitu krim depilatory melarutkan keratin, rambut menjadi cukup lemah untuk terlepas dari folikel. Maka rambut atau bulu bisa dengan mudahnya melepaskan diri atau rontok dari folikel.

Selain berbentuk krim, penghilang bulu ini juga tersedia dalam bentuk gel, roll, dan lulur. Krim perontok bulu ini mengandung beberapa bahan yang berbeda, seperti sodium thioglycolate, strontium sulfide, dan calcium thioglycolate yang akan bereaksi dengan rambut di tubuh Anda. Maka, tak jarang krim ini sedikit berbau menyengat ketika digunakan untuk menghilangkan bulu.

Bagaimana cara menggunakan krim penghilang bulu?

Cara menggunakannya cukup mudah dan krim perontok bulu ini bisa diperoleh di toko kecantikan atau apotek. Pertama, buka kemasan krim perontok bulu. Biasanya di dalam kemasan juga sudah tersedia spatula yang gunanya untuk mengoleskan dan mengangkat krim.

Setelahnya, pastikan kaki atau bagian tubuh lain yang ingin dihilangkan bulunya sudah dibersihkan. Lalu oleskan krim pada bagian tubuh yang berbulu, sesuai petunjuk kemasan. Ratakan menggunakan spatula dan diamkan 1- 3 menit untuk menunggu proses pemecahan keratin rambut dengan krim.

Sehabis itu, gunakan kembali spatula untuk membersihkan atau mengangkat sisa krim dan bulu-bulu yang rontok. Anda bisa membilasnya dengan sabun dan air bersih untuk menghilangkan sisa krim penghilang bulu.

Seberapa efektif menggunakan krim perontok bulu ini?

Dibanding dengan laser, waxing, mencukur, atau elektrolisis, menggunakan krim perontok bulu ini terbilang mudah, murah, dan sedikit risikonya. Penggunaan krim penghilang bulu ini terbilang bisa dilakukan di mana saja, termasuk di rumah tanpa menimbulkan rasa sakit pada proses pengerjaannya.

Metode ini juga terbilang lebih aman karena tidak akan menimbulkan risiko yang berbahaya setelahnya. Namun, tetap saja bagi sebagian orang yang punya kulit sensitif atau alergi pada bahan kimia tertentu ada baiknya memperhatikan bahan-bahan kandungan krim.

Anda juga bisa melakukan uji coba sehari sebelum menggunakan krim dengan cara mengoleskannya sedikit saja ke kulit. Jika terjadi iritasi, merah, gatau atau hal berbahaya lainnya, lebih baik tidak menggunakan krim perontok sebagai cara menghilangkan bulu.

Menurut Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika, penggunaan krim perontok bulu ini tidak boleh dilakukan sering-sering. Gunakan paling sering satu minggu sekali saja. Karena pada umumnya, bulu akan mulai tumbuh kembali setelah satu minggu menggunakan krim perontok. Hal ini juga berguna untuk mencegah iritasi pada kulit karena terlalu sering terpapar zat kimia.

FDA juga mengimbau para pengguna krim ini agar tidak digunakan untuk bulu bagian alis, sekitar mata, atau kulit yang sedang luka. Pasalnya, menurut beberapa laporan yang diterima, krim ini juga bsia menimbulkan kondisi kulit seperti luka bakar, lecet, sengatan, ruam gatal, dan masalah pengelupasan kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
manfaat ampas teh bagi kecantikan

7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit