7 Fakta Tentang Skin Care Organik yang Perlu Anda Tahu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/05/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Saat ini gerakan hijau memang sedang digalakan. Beberapa kelompok masyarakat mencoba beralih ke gaya hidup yang ramah lingkungan. Banyak orang yang mulai beralih ke makanan organik. Tidak hanya makanan, kata organik juga ditemukan pada skin care alias perawatan kulit. Sudah tidak sulit lagi untuk mencari skin care organik saat ini, Anda bisa menemukannya secara langsung atau melalui belanja online. Namun, apakah benar bahan alami atau organik jauh lebih baik dibanding dengan produk lainnya?

Sebelum Anda memilih produk yang cocok untuk Anda, simak fakta seputar skin care organik berikut ini:

1. Skin care organik dipercaya lebih baik untuk kulit

Produk perawatan kulit nonorganik dapat mengekspos kulit Anda dari sejumlah gangguan endokrin akibat logam berat yang masuk ke tubuh Anda, seperti merkuri, emulsifier, paraben, dan propilen glikol. Bahan-bahan ini dapat dengan mudah diserap oleh tubuh Anda dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampaknya akan menyebabkan akumulasi pada tubuh dan kerusakan yang tidak terlihat. Berbeda dengan produk organik yang tidak hanya membunuh racun, tetapi menawarkan berbagai manfaat kebutuhan kulit, seperti kandungan antioksidan yang dapat memberikan efek antipenuaan. Anda juga dapat mengatasi masalah hiperpigmentasi dan peradangan.

2. Bahan yang digunakan harus memenuhi syarat untuk bisa mendapat sertifikasi organik

Bahan-bahan alami yang digunakan untuk perawatan kulit organik biasanya bahan-bahan seperti lidah buaya (aloe vera), apel, madu dan lain-lain. Di Amerika sendiri, untuk bisa mendapat sertifikasi USDA, bahan-bahan yang digunakan tersebut harus bebas dari pestisida sintetis, pupuk, dan zat nonorganik lainnya.

3. Arti dari label organik

Di Indonesia sendiri, belum ada label yang menandakan bahwa produk kecantikan tersebut merupakan bahan organik. Anda hanya bisa mengetahuinya dengan melihat daftar bahan-bahan yang digunakan pada kemasan produk tersebut. Semua produk yang aman, baik itu bahan kimia maupun organik, pasti ada label dari BPOM. Sedangkan, ketika Anda membeli produk perawatan kulit organik dari luar negeri secara langsung maupun online, terutama dari Amerika, berikut ini yang perlu Anda tahu mengenai label sertifikasi dari USDA:

  • 100% organic: artinya produk hanya mengandung bahan-bahan yang diproduksi secara organik dan diizinkan untuk menampilkan label organik.
  • Organic: produk tersebut mengandung paling sedikit 95% bahan yang diproduksi secara organik dan diizinkan untuk menampilkan label organik.
  • Dibuat dengan bahan organik (made with organic ingredients): produk mengandung paling sedikit 70% bahan organik dan tidak diizinkan untuk menampilkan label organik.
  • Kurang dari 70% bahan organik (less than 70% organic ingredients): produk tidak diizinkan untuk menggunakan kata ‘organik’ di kemasan mana pun, namun boleh menampilkan bahan-bahan atau proses organik di daftar bahan-bahan.

4. Bedanya skin care organik dan vegan

Produk yang memiliki klaim natural dan vegan memang tidak mengandung bahan-bahan yang berasal dari hewani. Produk vegan yang baik tidak mengandung beeswax atau carmine; yang berasal dari lebah. Kata vegan itu sendiri juga merujuk dalam proses produksinya yang ramah lingkungan. Bahan tersebut tidak diuji pada binatang. Namun, tidak semua produk vegan itu organik. Beberapa di antaranya bahkan ada yang tidak mengklaim cruelty-free.

5. Bahan organik masih memerlukan bukti efektivitasnya

Banyak produk mengklaim sebagai organik hanya demi meningkatkan penjualan saja, tanpa memberikan manfaat yang lebih baik. Doris Day, MD, asisten profesor klinis dermatologi di New York University Medical Center, yang dikutip Everyday Health, mengatakan bahwa ia tidak yakin mengapa orang-orang berpikir bahwa bahan alami jauh lebih baik. Hal yang dicarinya adalah bukti yang berdasarkan medis. Data klinis masih diperlukan untuk menentukan keamanan dan efektivitas skin care organik.

6. Skin care organik bebas paraben, sulfat, dan bahan kimia

Paraben (biasanya ditemukan pada produk sunscreen, lotion, makeup), sulfat (ditemukan pada detergen, shampo dan bath gel), dan phthalates (zat kimia yang ditemukan plastik dan fragrance) dapat meningkatkan risiko kanker menurut beberapa penelitian. Paraben diduga dapat menyebabkan kerusakan radikal bebas dan sulfat dapat membuat kulit Anda iritasi atau menyebabkan reaksi alergi.

7. Label-label skin care organik dari luar negeri

Sudah tidak asing lagi saat ini untuk berbelanja online, apalagi sudah banyak beauty blogger yang mengulas berbagai produk perawatan kulit. Setelah membaca atau mendengar ulasan produk tersebut, terkadang kita pun menjadi tertarik mencoba. Jika Anda ingin membeli produk organik dari luar negeri, ada baiknya untuk melihat label atau sertifikasi dari tempat negaranya berasal.

  • USDA: sertifikasi untuk produk organik Amerika
  • ECOCERT, BDIH, Biologique: sertifikasi untuk produk organik Uni Eropa
  • BIO: sertifikasi untuk produk organik Jerman

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kerutan Mulai Muncul di Wajah? Yuk, Gunakan Lidah Buaya untuk Menyamarkannya

Lidah buaya memang dipercaya dapat menjaga kesehatan kulit wajah. Namun, apa benar lidah buaya juga bisa digunakan untuk menghilangkan kerutan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat 22/02/2020 . 4 menit baca

Tips Pakai Sheet Mask Agar Manfaatnya Maksimal

Pakai sheet mask tidak hanya sekadar ditempelkan di wajah beberapa menit. Intip cara pakai sheet mask agar hasilnya maksimal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Kecantikan 27/01/2020 . 4 menit baca

5 Hal yang Menyebabkan Rejime Skincare Anda Tidak Efektif

Sudah pakai produk skin care berbulan-bulan tapi kulit tetap sama tidak berubah? Mungkin ini penyebab skin care Anda tidak bekerja dengan baik.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 06/01/2020 . 4 menit baca

Bolehkan AHA BHA dan Vitamin C Digunakan Bersamaan?

AHA BHA dan vitamin C banyak ditemukan pada produk skin care. Tapi, apakah zat-zat tersebut aman untuk dikombinasikan? Simak ulasannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Kecantikan 20/11/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

skin fasting adalah

Menilik Skin Fasting, Tren ‘Puasa’ Skincare agar Kulit Lebih Cantik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . 5 menit baca
gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . 5 menit baca
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . 4 menit baca

3 Kreasi Hidangan Olahan Lidah Buaya Nan Menyegarkan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . 5 menit baca