Kenapa Kertas Minyak Bukan Solusi Mengatasi Wajah Berminyak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kertas minyak telah digunakan oleh wanita Jepang selama ratusan tahun karena fungsinya. Tidak ada cara yang lebih baik untuk menghilangkan kilap menyilaukan di wajah sepanjang hari tanpa harus mengacaukan riasan Anda. Kertas minyak akan menghilangkan minyak dengan sekejap, di mana saja, kapan saja, tanpa harus repot bolak-balik ke kamar mandi untuk cuci muka dan touch-up.

Namun, apa kata ahli mengenai penggunaan kertas minyak?

Bagaimana kertas minyak bisa menyerap minyak di wajah?

Sering kali, bagi kita yang memiliki kulit berminyak atau kombinasi, akan tidak terelakkan untuk bertanya-tanya, “Apakah kertas minyak benar efektif?”. Tidak ada yang salah dengan keinginan untuk mengendalikan produksi minyak wajah, tetapi menyekanya hingga kering cukup menjadi solusi spontan dan reaktif.

Pada mulanya, kertas minyak digunakan untuk menyerap kelebihan zat cair (seperti tinta atau minyak) dari permukaan kertas untuk menulis di kertas polos atau pada benda-benda kesenian,  selama prosedur analisis kimia, maupun sebagai pembungkus LSD (metode pembungkusan LSD menggunakan kertas minyak memungkinkan pengukuran dosis yang ampuh dan kemudahan penerapan obat di bawah lidah [sublingual]).

Di dunia kosmetik, kertas minyak pada umumnya memiliki ketebalan super tipis, mirip lembaran tissue yang terbuat dari jenis kertas khusus atau bahan lainnya (daun pisang, bekatul, hingga plastik elastis halus terbuat dari polipropilena) yang berdaya serap tinggi. Kertas ini dirancang untuk dapat mengangkat minyak berlebih dari wajah, sehingga menampilkan kulit wajah yang kesat dan tidak terkesan kumal.

Komposisi yang paling mungkin memegang andil dalam penyerapan minyak adalah jenis tertentu dari surfaktan. Minyak, lemak (cairan non-polar) tidak dapat menyatu dengan air (cairan polar). Sementara itu, surfaktan merupakan molekul spesial yang terdiri dari setengah sifat pola dan setengah sifat non-polar, yang memungkinkan molekulnya ‘menggenggam’ salah satu sifat polar dari obyek serapan selagi dapat bercampur dengan baik dengan sifat lainnya.

Kertas minyak bisa jadi solusi cepat, namun tidak menyelesaikan masalah utama

Daya tarik kertas minyak terletak pada kepuasan batin akan bukti nyata dari residu minyak pada kertas yang bisa Anda lihat dengan mata kepala sendiri. Kertas minyak terbukti tidak menunjukkan perubahan besar pada produksi sebum berlebih di wajah Anda, selain hanya sebagai pelampiasan sementara dan instan pada wajah yang berminyak di tengah hari, untuk mengembalikan rona wajah segar seperti sedia kala.

Namun, jika Anda terus-terusan bergantung pada kertas warna-warni ini untuk mengoreksi kondisi kulit berminyak Anda, tindakan ini bisa jadi senjata makan tuan untuk Anda.

Biasanya saat memakai kertas minyak, Anda menekan atau mengusap wajah dengan tekanan yang sangat kuat agar minyak dapat terserap sempurna. Ini cara yang salah. Tekanan yang terlalu kuat pada kulit wajah akan membuat kulit terasa lebih panas dan teriritasi. Kondisi kulit kering akibat iritasi dan panas akan merangsang kelenjar di bawah permukaan kulit untuk memproduksi lebih banyak minyak yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi darurat ini. Hasilnya, kulit jadi lebih berminyak. Untuk menggunakan kertas minyak dengan efektif, cukup tepuk-tepukkan kertas minyak di daerah wajah yang bermasalah, umumnya area T-zone (dahi, hidung, dagu), dan jangan menyeka dengan gerakan menyeret.

Jadi, pada dasarnya, penggunaan kertas minyak terletak pada ekspektasi Anda. Ingin touch-up darurat sebelum meeting penting? Kertas minyaklah jawabannya. Atau, gunakan primer yang bersifat oil-controlling/mattifying sebelum bermake-up ria. Namun, untuk perawatan wajah berminyak yang berkelanjutan dalam jangka panjang, banyak cara lain yang lebih efektif usir minyak berlebih. Jika kulit berminyak Anda menyebabkan timbulnya jerawat membandel, gunakan obat-obatan topikal seperti krim atau gel wajah malam yang mengandung retinoid untuk membantu mengendalikan produksi minyak langsung di pusatnya (kelenjar minyak).

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

    Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dermatologi, Health Centers 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

    Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

    Warna rambut yang salah bisa membuat Anda terlihat lebih tua. Berikut cara mengetahui warna rambut yang sesuai dengan karakter diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Kecantikan 31 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

    Ternyata, masalah jerawat juga bisa muncul gara-gara kacamata yang Anda gunakan setiap hari. Lantas, bagaimana cara mencegahnya?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Manfaat dan Cara Aman Pakai Skin Care yang Mengandung Asam Aktif

    Pemakaian skin care dengan kandungan asam aktif tidak boleh sembarangan. Alih-alih memberikan manfaat untuk kulit, malah bisa merusak kelembapan kulit.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Perawatan Kulit, Kecantikan 8 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    terapi urine minum air kencing

    Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
    penyebab mengatasi kulit mengelupas

    5 Cara Merawat Kulit yang Mengelupas

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    bibir gatal

    7 Penyebab Bibir Hitam untuk Anda yang Tidak Merokok

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
    bahan krim anti-aging

    7 Bahan Dalam Krim Anti-Aging yang Perlu Anda Tahu

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit