Muncul jerawat di wajah pastinya sangat mengganggu penampilan. Bukan hanya bikin minder, jerawat bisa terasa amat sangat sakit jika sudah terinfeksi. Jerawat bisa terinfeksi apabila Anda sering menyentuh atau memencet jerawat untuk memecahkannya. Jerawat infeksi membutuhkan perawatan yang berbeda dari jerawat biasa. Untuk itu, coba cari tahu apakah jerawat yang Anda miliki sudah terinfeksi atau belum untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Gejala jerawat infeksi

clindamycin obat jerawat meradang

Jerawat yang muncul di permukaan kulit biasanya akan lebih rentan terserang bakteri lainnya. Terlebih jika Anda sering memegangnya dengan tangan kotor. Maka kemungkinan jerawat untuk meradang serta tumbuh lebih besar semakin meningkat. Jika sudah begitu, hampir bisa dipastikan jerawat Anda akan terinfeksi.

Jika Anda memiliki jerawat, kenali apakah jerawat Anda sudah terinfeksi atau belum. Pasalnya, mengobati jerawat yang infeksi tidak sama dengan jerawat biasa. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa tanda yang menandakan jerawat sudah terinfeksi:

  • Sakit saat disentuh.
  • Lebih besar dari jerawat biasa.
  • Jerawat memerah karena meradang.
  • Ukurannya lebih besar dari jerawat biasanya.
  • Terdapat bintik putih yang menandakan adanya nanah.

Mengatasi jerawat yang sudah terinfeksi

cream untuk kulit sensitif

Membunuh jerawat yang terinfeksi berarti membunuh bakteri penyebab infeksi. Berbagai obat-obatan biasa seperti asam salisilat tidak dapat mengobati jerawat jenis ini. Pasalnya, asam salisilat tidak dapat membunuh bakteri tetapi hanya mengurangi penyebaran jerawat ke daerah lainnya. Jerawat infeksi dapat diobati dengan:

  • Antibiotik untuk mengurangi bakteri dan peradangan, baik yang berbentuk krim maupun tablet minum.
  • Benzoil peroksida untuk membunuh bakteri jerawat.

Selain obat dari dokter, Anda juga bisa mengobati jerawat di rumah dengan cara:

  • Mengompresnya dengan air hangat dua kali sehari agar nanah dan minyak lebih mulai terangkat keluar. Namun usahakan jangan menekan jerawat.
  • Tidak menyentuh, menggaruk, atau memencet jerawat dengan tangan karena meningkatkan risiko infeksi.
  • Tidak menggunakan make up di area jerawat yang terinfeksi.
  • Membersihkan wajar secara teratur terutama setelah menggunakan make up di sekitar jerawat tanpa menggosok bagian yang berjerawat.
  • Mengganti seprai dan sarung bantal secara teratur untuk menghindari berkumpulnya bakteri yang bisa memperparah jerawat.

Konsultasikan kembali ke dokter jika infeksi tidak kunjung hilang selama beberapa minggu atau Anda merasa gejalanya semakin parah dan bahkan menyebar ke bagian wajah yang lain. Selain obat, kemungkinan besar dokter akan melakukan operasi laser atau terapi cahaya untuk membunuh bakteri penyebab jerawat yang membuatnya menjadi infeksi.

Jika jerawat sudah berhasil diobati biasanya ia akan meninggalkan jaringan parut atau bopeng. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dermatology Research and Practice Journal, chemical peeling, laser, dan mikrodermabrasi bisa membantu mengurangi bekas luka yang ditinggalkan jerawat infeksi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca