5 Pedoman Hidup Sehat untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seiring dengan pertambahan usia, tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan. Mulai dari fungsi otot dan ingatan yang menurun, kulit jadi keriput, hingga susah menahan kencing. Perubahan fisik akan sangat terlihat terutama pada wanita usia 50 tahun ke atas yang telah mengalami menopause.

Tenang saja, para ahli menyatakan bahwa Anda tetap bisa sehat dan bugar di usia yang tak lagi muda dengan menerapkan gaya hidup sehat sehari-harinya.

Pedoman hidup sehat untuk wanita usia 50 tahun

1. Jangan sepelekan kalsium dan vitamin D

asupan kalsium

Berbagai perubahan yang terjadi, terutama pada lambung dan hormon, membuat penyerapan kalsium dan vitamin D akan semakin berkurang yang biasanya mulai terjadi di usia 40 tahun. Terutama bagi wanita, penelitian membuktikan bahwa menopause meningkatkan risiko osteoporosis akibat berkurangnya kadar estrogen di dalam tubuh. Tulang pun akan lebih mudah rusak dan patah.

Untuk itu, usahakan untuk mencukupi asupan kalsium dan vitamin dari makanan. Anda bisa mengonsumsi berbagai makanan seperti sarden, bayam, brokoli, produk susu rendah lemak, dan juga suplemen jika memang dibutuhkan. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen pastikan untuk mendiskusikannya dulu ke dokter untuk mengetahui dosis yang Anda butuhkan dan amankah dikonsumsi mengacu pada kondisi kesehatan Anda.

2. Tambah asupan vitamin B12

manfaat vitamin b12

Vitamin B12 memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti membantu memproduksi sel darah merah sehat yang diperlukan untuk pembentukan DNA. Selain itu, vitamin B12 juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan otak yang biasanya akan menurun seiring dengan pertambahan usia. Vitamin B12 bisa ditemukan dalam berbagai makanan seperti daging ikan, hati sapi, dan juga telur.

Sayangnya, seiring dengan pertambahan usia, asam lambung akan semakin berkurang sehingga tubuh kesulitan mencerna berbagai nutrisi termasuk vitamin B12. Karena wanita usia 50 tahun ke atas rentan mengalami kekurangan vitamin B12, Anda mungkin membutuhkan suplemen dari dokter.

3. Coba diet mediterania

diet mediterania

Diet mediterania termasuk pola makan yang dianggap paling sehat. Pasalnya, pola makan ini kaya akan sayuran, buah, kacang-kacangan, ikan, biji-bijian, dan lemak tak jenuh. Selain itu, diet ini juga mengharuskan Anda mengurangi konsumsi daging merah dan produk susu. Untuk wanita usia 50 tahun ke atas, diet jenis ini akan membantu meningkatkan kesehatan jantung.

Diet mediterania tidak membatasi jumlah kalori dan lemak yang harus dikonsumsi setiap harinya. Hanya saja, Anda dianjurkan untuk mengganti sumber makanan dari yang kurang sehat ke yang lebih menyehatkan. Misalnya jika Anda terbiasa memakan camilan manis kaya gula, maka dalam diet ini Anda disarankan untuk menggantinya dengan kacang-kacangan sehat yang lebih kaya akan protein dan lemak sehat.

4. Perhatikan asupan zat besi

suplemen bikin seks tahan lama

Umumnya wanita akan mengalami menopause saat memasuki usia 50 tahun. Saat menopause, kebutuhan zat besi menurun karena tubuh tidak perlu lagi menggantikan zat satu ini yang biasanya dikeluarkan setiap bulan melalui darah haid.

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai jumlah zat besi yang perlu Anda konsumsi setiap harinya. Pasalnya, kelebihan zat besi juga tidak bermanfaat bagi kesehatan. Anda malah berisiko mengalami keracunan karena tubuh tidak memiliki cara untuk mengeluarkan zat besi yang berlebih.

5. Kurangi garam

garam untuk anak

Usia yang semakin bertambah membuat pembuluh darah semakin kaku dan keras. Hal ini membuat pembuluh darah lebih mudah tersumbat. Akibatnya, Anda rentan terserang stroke, gagal jantung, dan serangan jantung.

Salah satu cara menekan risikonya yaitu mengurangi garam. Oleh karena itu, usahakan untuk mengonsumsi masakan rumah sehingga Anda bisa membatasi garam. Pasalnya, berbagai makanan olahan mengandung garam yang sangat tinggi.

Jika Anda masak sendiri, Anda bisa menambahkan berbagai rempah pengganti garam seperti jahe, kunyit, bawang merah, dan juga bawang putih yang tentu lebih menyehatkan nan sedap.

6. Tetap aktif berolahraga

berjalan kaki

Menjelang usia senja bukan berarti mengurangi aktivitas fisik yang biasanya Anda lakukan. Justru, Anda tetap perlu bergerak untuk dapat terus sehat dan terhindar dari berbagai jenis penyakit. Dikutip dari WebMD, penelitian menunjukkan bahwa Anda perlu tetap menggerakkan tubuh agar sendi-sendi di seluruh bagian tubuh tetap kuat dan terhindar dari risiko arthritis (radang sendi).

Untuk wanita usia 50 tahun ke atas, Anda bisa melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki yang dapat membantu menguatkan otot dan juga sendi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Anda sering melihat bullying tapi tidak tahu harus berbuat apa? Anda ingin menolong korban tapi takut? Cari tahu di sini apa yang harus Anda lakukan!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Psikologi 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Kencing dengan posisi berdiri kerap dilakukan pria, tapi mereka yang mengidap gangguan saluran kemih justru dilarang. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Urologi, Kandung Kemih 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit