6 Peregangan Sederhana Agar Tetap Bugar Saat Berkendara Jauh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 September 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jangan biarkan berkendara selama perjalanan jauh jadi menghambat Anda untuk tidak olahraga. Situasi mungkin mau tak mau mengharuskan Anda duduk diam selama berjam-jam, tapi badan masih bisa terus digerakkan. Memang tidak bisa seleluasa berolahraga di gym atau taman kota, tapi melakukan peregangan sederhana di dalam mobil tetap sama baiknya. Alhasil Anda pun dapat tetap bugar dan fit selama perjalanan, serta terbebas dari keluhan pegal linu sesampainya di destinasi.

Penting untuk diperhatikan!

Berbagai tips di bawah ini bisa dilakukan ketika Anda melakukan perjalanan jauh dengan bus, kereta api, kapal laut, atau pesawat.

Namun bila Anda yang mengemudikan mobil, pastikan Anda hanya melakukannya ketika mobil dalam keadaan diam. Ingat, keamanan adalah yang terpenting.

Anda bisa melakukan gerakan-gerakan peregangan di dalam mobil di sela-sela kemacetan, berhenti di lampu merah, atau parkir dulu kendaraan di bahu jalan.

Gerakan peregangan sederhana saat perjalanan jauh

Duduk berjam-jam di dalam kendaraan akan membuat bagian bokong dan punggung Anda kaku. Belum lagi kaki yang pegal karena harus menginjak rem dan kopling ketika sedang berkendara.

Untungnya, ada sejumlah gerakan peregangan sederhana yang bisa dilakukan di mobil atau moda transportasi lainnya. Selain menghilangkan rasa bosan dan kantuk, melakukan gerakan-gerakan di bawah juga bisa membuat Anda tetap bugar selama perjalanan.

Berikut beberapa gerakan peregangan sederhana yang bisa Anda lakukan saat perjalanan jauh.

1. Peregangan leher samping

Sumber: Purewow
  • Duduk tegak, lihat ke depan dan miringkan kepala Anda ke satu sisi.
  • Pastikan telinga menyentuh bahu.
  • Tahan posisi tersebut sampai Anda merasakan peregangan di sisi leher.
  • Lalu ulangi gerakan yang sama dengan sisi yang berbeda.
  • Lakukan dua hingga lima kali, atau sesuai kebutuhan.

2. Peregangan leher bawah

Sumber: University Orthopedics.
  • Duduk tegak, lihat ke bawah.
  • Pastikan dagu menempel ke dada.
  • Tahan posisi tersebut sampai Anda merasakan peregangan di bagian belakang kepala dan area leher.
  • Lakukan dua hingga lima kali, atau sesuai kebutuhan.

3. Peregangan punggung

  • Duduklah dan luruskan punggung Anda.
  • Posisi kaki menapak rata di lantai.
  • Letakkan tangan di pinggang lalu putar badan Anda ke kanan.
  • Tahan selama lima detik dan lepaskan putaran tubuh Anda secara perlahan ke posisi semula.
  • Ulangi gerakan ini dua hingga lima kali sesuai kebutuhan.

4. Peregangan bokong

Sumber: Indiatimes
  • Guna mengurangi tekanan di bokong, miringkan badan Anda ke arah kanan supaya bokong kiri terangkat dari kursi.
  • Tahan selama lima detik dan kembali ke posisi duduk normal.
  • Lalu ulangi gerakan yang sama dengan sisi yang berbeda.
  • Lakukan gerakan ini dua hingga lima kali sesuai kebutuhan.

5. Peregangan lengan

Sumber: Healthline
  • Condongkan tubuh Anda ke depan dan letakkan kedua tangan di belakang.
  • Tarik bahu ke belakang dan tahan selama lima detik.
  • Ulangi gerakan ini dua hingga lima kali sesuai kebutuhan.

6. Peregangan kaki

Sumber: Healthline
  • Posisi Anda dalam keadaan duduk tegak dengan kedua kaki menapak di lantai.
  • Letakkan kaki kiri di paha kanan.
  • Tarik jari-jari kaki ke atas, ke arah pergelangan kaki. Tahan posisi tersebut sampai Anda merasakan peregangan di sepanjang bagian bawah kaki dan tumit.
  • Beri pijatan lembut pada pergelangan kaki saat peregangan akan membantu mengurangi ketegangan dan rasa sakit.
  • Ulangi gerakan ini sebanyak sepuluh kali pada setiap kaki.

Anda juga bisa melakukan peregangan kaki lainnya, seperti:

Sumber: Healthline
  • Duduk tegak dengan kaki menapak rata di lantai.
  • Sebarkan jari-jari kaki Anda sejauh mungkin tanpa ditahan.
  • Tahan selama lima detik.
  • Ulangi gerakan ini sebanyak sepuluh kali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Nyeri Otot yang Mungkin Tak Anda Sadari

Anda mungkin tak menyadari penyebab nyeri otot yang Anda alami. Simak artikel berikut untuk mengetahui apa yang terjadi pada tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Nyeri Otot (Myalgia)

Myalgia adalah rasa nyeri dan sakit yang melibatkan sejumlah kecil atau seluruh otot tubuh, mulai dari ringan sampai amat sangat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 16 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Asam Urat (Gout)

Penyakit asam urat (gout) adalah peradangan sendi karena kadar asam urat yang terlalu tinggi. Cari tahu apa penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri sendi

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
kram otot

Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
fibromyalgia

Fibromyalgia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit