Jangan Bawa Bunga Atau Buah Saat Menjenguk Pasien di Rumah Sakit! Ini Sebabnya.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat mengunjungi saudara, teman, atau keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit, apa yang biasanya Anda bawakan? Bunga atau buah, bukan? Memang sepertinya sudah menjadi kebiasaan untuk menjenguk pasien yang sedang opname sambil membawakan bunga dan buah. Akan tetapi, ternyata ada beberapa rumah sakit yang tidak membolehkan pengunjung untuk membawakan bunga dan buah bagi pasiennya. Apa alasannya? Simak di bawah ini, ya.

Kenapa tidak disarankan untuk membawakan bunga?

Bunga segar memang dapat mempercantik ruangan dan menyejukkan mata. Akan tetapi, hal tersebut berbanding terbalik saat Anda berada di rumah sakit. Pemberian bunga biasanya tidak diperbolehkan atau bahkan dilarang, terutama di bagian unit luka bakar.

Mengapa begitu? Rupanya, bunga diduga mengandung bakteri yang dapat meningkatkan risiko infeksi nosokominal (infeksi yang terjadi ketika di lingkungan rumah sakit). Akan tetapi, sebenarnya hal ini masih menuai pro dan kontra dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Serbuk sari di dalam bunga juga bisa menyebar ke ruangan sehingga dapat menyebabkan alergi bagi mereka yang sensitif atau punya alergi serbuk sari. Pada pasien dengan sistem imun yang lemah seperti karena kanker, HIV/ AIDS, atau gangguan pernapasan juga sebaiknya tidak dibawakan bunga karena akan meningkatkan risiko terpapar beberapa parasit dan jamur dari bunga dan tanaman, misalnya aspergillus.

Bagaimana dengan buah?

Anda mungkin berpikir bahwa tidak ada salahnya memberikan buah saat menjenguk pasien opname. Buah pasti baik untuk kesehatan dan tidak membahayakan. Namun, Anda benar-benar harus berhati-hati ketika ingin memberikan buah-buahan saat mengunjungi pasien di rumah sakit.

Pasalnya, tidak semua pasien bebas mengonsumsi jenis buah apa pun. Misalnya, buah belimbing tidak boleh diberikan pada pasien dengan gangguan ginjal karena dapat menyebabkan toksin. Pada pasien diabetes juga hendaknya memilih buah dengan kadar indeks glikemik yang rendah seperti apel, stroberi, jeruk, dan buah pir.

Anda juga perlu berhati-hati kalau mau membawakan buah bagi pasien yang punya riwayat penyakit lambung atau baru saja melakukan operasi. Buah-buahan tertentu seperti jeruk, lemon, dan jeruk bali bisa memperparah gejala penyakit refluks asam lambung (GERD).

Karena memang sulit untuk menentukan jenis buah-buahan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh pasien penyakit tertentu, sebaiknya hindari membawakan buah-buahan saat menjenguk pasien. Kecuali bila Anda memang sudah menanyakan pada pasien atau keluarganya buah apa saja yang aman dikonsumsi.

Lalu sebaiknya bawa apa ketika menjenguk pasien di rumah sakit?

Eits, jangan khawatir dulu. Setiap rumah sakit membuat peraturan yang berbeda-beda sehingga diharapkan Anda memastikan dulu kebijakan di masing-masing rumah sakit. Meski begitu, Anda masih bisa memberikan hadiah lainnya yang tidak kalah menarik dan bermanfaat kepada orang yang Anda kasihi.

Misalnya memberikan kartu ucapan agar lekas sembuh, buku, majalah, permainan yang mudah dan simpel seperti buku teka-teki silang berguna untuk mengusir kebosanan. Selain itu, perlengkapan pribadi seperti kaos kaki, lip balm, atau sesuatu untuk membuat mereka lebih rileks dan bisa beristirahat seperti penutup mata bisa menjadi pilihan Anda sebagai hadiah.

Namun, sebenarnya yang terpenting selain hadiah adalah kehadiran Anda kepada mereka yang sedang diopname, baik sebagai penenang atau penghibur. Setelah berkunjung, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan cairan antiseptik guna mengurangi penyebaran penyakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang diminati banyak orang. Tapi, apakah Anda tahu apa saja manfaat yoga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Latihan Kelenturan, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Tikus terkenal sebagai hewan yang jorok karena bisa menyebabkan penyakit. Berikut adalah beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikus yang perlu diwaspadai.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Pernahkah Anda tiba-tiba mengeluarkan air mani meski tak menerima rangsangan apapun? Berikut ini penjelasannya secara medis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
obat sariawan

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah cabut gigi

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit