Infeksi HPV Bukan Hanya Mengincar Alat Kelamin, Tapi Juga Mulut

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Human papilloma virus atau HPV adalah jenis virus yang paling sering ditularkan melalui hubungan seksual. Kemungkinan, orang yang aktif secara seksual akan mengalami infeksi HPV satu kali semasa hidupnya. HPV dapat dengan mudah ditularkan karena hanya memerlukan sentuhan antar kulit, termasuk pada mulut.

Bagaimana HPV dapat menginfeksi bagian mulut?

Infeksi HPV pada mulut dikenal dengan istilah HPV oral. Virus tersebut dapat dengan mudah menginfeksi ketika mukosa mulut tidak dapat menahan paparan virus, seperti karena adanya luka atau celah pada permukaan mukosa.

Risiko penularan HPV oral akan cenderung sangat tinggi ketika adanya sentuhan pada mukosa mulut, seperti ketika sedang melakukan hubungan seks oral atau berciuman, terutama dengan berganti-ganti pasangan.

Meskipun demikian, masih banyak faktor lainnya yang dapat menyebabkan seseorang terkena infeksi HPV pada mulut. Beberapa kebiasaan lain yang dapat mengganggu kesehatan mulut adalah merokok karena menyebabkan mukosa mulut lebih rentan terhadap infeksi HPV dari lingkungan. Selain itu, HPV memiliki sekitar lebih dari 100 subtipe virus, sehingga lebih memudahkan untuk menginfeksi.

Hingga saat ini masih belum diketahui pasti bagaimana penularan infeksi HPV dapat terjadi. Beberapa penelitian telah dilakukan tetapi hasilnya cenderung saling bertentangan.

Siapa yang berisiko terkena infeksi HPV di mulut

Berdasarkan data statistik di Amerika Serikat, infeksi HPV di mulut lebih banyak dialami pria. Sedangkan faktor lainnya yang bisa menjadi pemicu adalah:

  • Sering melakukan hubungan seks oral dan aktivitas lainnya dengan mulut
  • Cenderung berganti-ganti pasangan atau pernah memiliki sekitar 20 atau lebih pasangan
  • Merokok – asap panas yang dihembuskan dari mulut menyebabkan mukosa mulut lebih rentan dan dapat menyebabkan luka terbuka
  • Sering minum minuman beralkohol

Apa akibatnya kalau terkena HPV di mulut?

HPV oral dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala, sehingga orang yang terinfeksi tidak menyadari hal tersebut. Infeksi HPV dapat menimbulkan tanda kerusakan pada mulut atau tenggorokan, namun cenderung jarang. Meskipun demikian, HPV oral sangat berkaitan dengan kanker mulut atau kanker orofaringeal.

Sekitar dua dari tiga sel kanker pada kasus kanker orofaringeal memiliki DNA HPV dengan sub-tipe yang paling umum adalah HPV-1. Kanker orofaringeal dapat terjadi di berbagai bagian mulut mulai dari lidah, tonsil dan faring dapat menjadi tempat munculnya sel kanker yang dipicu oleh HPV.

Gejala awal dari kanker orofaringeal adalah:

  • Kesulitan menelan
  • Nyeri terus menerus di bagian mulut yang berdekatan dengan telinga
  • Batuk berdarah
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba
  • Pembesaran kelenjar limfa
  • Sakit tenggorokan terus menerus
  • Pembengkakan di sekitar pipi
  • Pembengkakan pada leher
  • Sering mengalami suara serak

Bagaimana ciri-ciri HPV oral?

Hingga saat ini, tidak ada tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi HPV di mulut. Meskipun demikian, dokter mungkin dapat menemukan adanya gangguan pada mukosa mulut, misalnya adanya lesi yang tidak diketahui penyebabnya. Hal tersebut dapat berperan sebagai upaya deteksi dini sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dengan pemeriksaan biopsi dari bagian mukosa mulut yang mengalami lesi.

Jika ditemukan adanya HPV, maka hal tersebut dapat berguna untuk penanganan dini atau pengobatan munculnya sel kanker.

Apa yang harus dilakukan jika terkena HPV oral?

Sebagian besar HPV oral akan hilang tanpa menimbulkan masalah kesehatan. Jika ditemukan pertumbuhan kutil pada mukosa mulut, maka kemungkinan penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan cara menghilangkannya. Baik dengan dengan operasi ringan, membekukan bagian yang ditumbuhi kutil (cryotherapy) atau dengan injeksi obat.

Mengetahui adanya HPV atau tidak jika Anda mengalami tumor atau kanker juga diperlukan untuk penanganan kanker orofaringeal.  Hal tersebut diperlukan untuk mencegah kambuhnya pertumbuhan sel abnormal.

Bagaimana agar tak terkena infeksi HPV di mulut?

Pencegahan HPV oral dapat dilakukan dengan vaksinasi HPV serta beberapa upaya untuk mengurangi risiko infeksi, di antaranya:

  • Membatasi jumlah pasangan seksual
  • Memastikan pasangan Anda terbebas dari infeksi HPV dan penyakit menular seksual lainnya
  • Hindari melakukan oral seks dengan orang yang tidak dikenal
  • Menggunakan kondom ketika berinteraksi seksual
  • Periksakan kesehatan mulut secara rutin, terutama ketika Anda sering melalukan oral seks
  • Periksakan kesehatan mulut sendiri dengan memperhatikan adanya tanda abnormal pada mukosa mulut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Seks Oral Aman Meski Pakai Kawat Gigi

Menjilat, mengemut, dan mengulum sewaktu seks oral bisa membuat pasangan makin bergairah. Namun, bagaimana jika wanitanya yang pakai behel saat seks oral?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 16 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

6 Jurus Berciuman yang Lebih Menggoda Daripada Sekadar Silat Lidah

Jika selama ini Anda masih sebatas kecup mesra saat bercumbu, berani coba jurus ciuman bibir ala Spiderman dan Mary Jane? Intip di sini caranya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 22 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Kapan Gejala HPV Akan Muncul Setelah Berhubungan Seks?

Infeksi HPV rentan menular lewat hubungan seks tanpa kondom. Lantas, berapa lama gejala HPV bisa mulai muncul setelah berhubungan seks?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 13 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Mana Aktivitas Seks yang Bisa Bikin Hamil, dan Mana yang Tidak?

Mulai dari ciuman, seks oral, seks anal, hingga ejakulasi di luar, jenis hubungan seks apa yang menurut Anda pasti bisa bikin hamil? Mana yang tidak?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 12 Agustus 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

durasi oral seks pria

Durasi Oral Seks Pria Agar Lebih Nikmat dan Memuaskan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
virus hpv bisa hilang

Benarkah HPV Bisa Hilang dengan Sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 7 November 2019 . Waktu baca 4 menit
oral seks cabut gigi

Bolehkah Melakukan Oral Seks Setelah Cabut Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
posisi seks oral

5 Rekomendasi Posisi Seks Oral yang Bisa Anda Coba Malam Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit