Benarkah Metode Waterpik Efektif untuk Menghilangkan Plak Gigi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sikat gigi saja tidak cukup untuk membersihkan plak dan sisa-sisa makanan yang menyempil di gigi Anda. Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah membersihkan gigi dengan benang gigi alias dental floss. Sayangnya, metode yang satu ini sulit dilakukan jika Anda belum terbiasa. Jika Anda tertarik untuk mencobanya tapi masih ragu-ragu, ada satu cara lain yang bisa Anda lakukan untuk flossing, yaitu dengan waterpik.

Apa itu waterpik?

Waterpik sebenarnya adalah merek flosser air yang sudah terkenal di seluruh dunia. Di antara banyak flosser air yang beredar di pasaran, waterpiklah yang paling terkenal karena telah terbukti secara ilimiah menghilangkan plak-plak di gigi. Nah, hal inilah yang akhirnya membuat banyak orang mengenal flosser air dengan sebutan waterpik.

Waterpik merupakan cara yang lebih mudah dan efektif bagi Anda yang ingin melakukan flossing gigi. Namun berbeda dengan flossing gigi tradisional pada umumnya yang menggunakan benang, waterpik justru menggunakan mesin khusus.

Mesin khusus ini bekerja dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk membersihkan plak dan sisa-sisa makanan yang tidak dapat dicapai dengan sikat ataupun benang gigi. Tidak hanya itu, alat ini juga bekerja untuk memijat dan menstimulasi gusi agar bisa memperbaiki sirkulasi dan menjaga gusi tetap sehat dan bersih.

Metode perawatan gigi ini mudah dan praktis digunakan, terutama bagi orang yang memakai kawat gigi, implan, crown, bridge, maupun veneer gigi.

Cara menggunakan waterpik

Sebelum menggunakan alat ini, penting bagi Anda untuk membaca semua petunjuk secara menyeluruh dan memastikan Anda memahaminya.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menggunakan waterpik:

  • Sebelum menggunakannya, pastikan jika Anda sudah mengisi reservoir air dengan air hangat. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mencampurkan obat kumur ke dalam mesin ini. 
  • Pilih jenis ujung gagang yang Akan digunakan. Misalnya, ujung yang runcing digunakan untuk membersihkan kotoran yang berada di sela-sela gigi. Sementara yang berbentuk pipih digunakan untuk membersihkan lidah, dan yang berbentuk bulu sikat untuk menyikat gigi Anda secara keseluruhan layaknya sikat gigi.
  • Setelah itu, colokkan perangkat ke sumber listrik dan nyalakan tombol power dari alat tersebut. Lebih baik memulai dengan tekanan rendah dan tingkatkan tekanannya menjadi lebih tinggi jika diperlukan.
  • Mulailah dengan perlahan membersihkan gigi belakang, lalu ke tengah, barulah ke bagian depan. Jangan lupa ambil jeda sebentar untuk berkumur dan membuang airnya. 
  • Jika dirasa sudah bersih, matikan mesin dan lepaskan ujungnya gagangnya. 
  • Kemudian bersihkan unit sesuai instruksi yang tertera pada label kemasan. Pasalnya penting menggunakan alat sesuai dengan instruksi yang tertera dalam kemasan untuk keamanan pemakaian dan perawatan produk itu sendiri. 

Kekurangan waterpik sebagai perawatan gigi rutin

Meski menawarkan kemudahan dan manfaat lainnya untuk perawatan gigi Anda, namun, waterpik juga memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan alat pembersih gigi satu ini yang bisa Anda pertimbangkan di antaranya:

  • Lebih mahal jika dibandingkan Anda menggunakan benang gigi.
  • Memerlukan ruang tersendiri untuk menyimpannya karena ukurannya yang tidak kecil.
  • Memerlukan listrik dan air, sehingga sulit jika Anda ingin menggunakan alat ini di luar rumah yang tidak memiliki akses listrik.
  • Selain itu, alat ini juga rentan rusak jika tidak dirawat dan digunakan dengan hati-hati.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

Puasa saat sakit gigi? Jangan khawatir! pasalnya ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meredakan sakit gigi saat puasa tanpa harus menelan obat!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 5 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Pentingnya Makanan Bernutrisi untuk Kesehatan Gigi dan Mulut

Ternyata, seringnya konsumsi makanan yang tidak sehat juga dapat berpengaruh terhadap munculnya gangguan kesehatan gigi dan mulut Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 26 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Menggunakan Bawang Putih sebagai Obat Sakit Gigi

Salah satu obat alami yang bisa digunakan untuk sakit gigi, yaitu bawang putih. Apa alasannya dan bagaimana cara menggunakan bawang putih sebagai obat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Itu Perawatan Pulpotomi untuk Gigi?

Menjaga kesehatan gigi itu penting dan jika perlu, mungkin Anda disarankan untuk melakukan pulpotomi. Lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai pulpotomi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 13 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sakit gigi

Berbagai Cara Mengobati Sakit Gigi yang Terbukti Ampuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 14 menit
cara mencegah sakit gigi

8 Cara Mencegah Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
gejala sakit gigi

7 Gejala Sakit Gigi yang Perlu Anda Waspadai

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
obat sakit gigi berlubang

3 Pilihan Obat untuk Sakit Gigi Berlubang, Plus Cara Mengatasinya di Rumah dan di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Mei 2020 . Waktu baca 9 menit