Bagaimana Minyak Cengkeh Mengobati Sakit Gigi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 2 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Hampir setiap orang yang pernah mengalaminya pasti setuju sakit gigi itu sangat menyiksa. Bahkan ada beberapa yang bilang lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. Namun, tidak usah khawatir. Sebetulnya ada banyak cara alami untuk mengatasi sakit gigi di rumah, seperti memakai minyak cengkeh. Benarkah manfaat minyak cengkeh untuk sakit gigi?

Manfaat minyak cengkeh untuk atasi sakit gigi

Cengkeh merupakan tangkai bunga kering yang berasal dari keluarga pohon Myraceae. Dalam setangkai cengkeh mengandung senyawa aktif bernama eugenol yang berperan sebagai obat bius alami.

Eugenol bekerja membantu mematikan sinyal saraf pemicu sakit sehingga mengurangi nyeri akibat sakit gigi. Euganol juga bersifat antiradang yang efektif untuk mengempiskan gusi bengkak dan meredakan iritasi di area gigi yang bermasalah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry bahkan melaporkan minyak cengkeh dapat menggantikan peran obat benzocaine untuk meredakan nyeri ringan. Benzocaine adalah obat bius lokal yang bekerja menghambat sinyal saraf di dalam tubuh.

Tak semua orang bisa menggunakan minyak cengkeh

Meski berpotensi manfaat untuk mengatasi sakit gigi, rempah satu ini tidak bisa digunakan semua orang.

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap cengkeh atau bahan herbal, jangan memaksakan diri untuk mencobanya. Alih-alih cepat sembuh, nekat pakai minyak cengkeh justru dapat menyebabkan reaksi yang berbahaya.

Minyak ini juga tidak dianjurkan bagi orang yang mengalami kelainan darah. Sebab, senyawa eugenol dalam minyak cengkeh dapat menghambat proses pembekuan darah dalam tubuh.

Orang yang punya riwayat penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum mengobati sakit gigi dengan minyak cengkeh. Begitu pula bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, dan mereka yang punya sistem imun lemah karena penyakit tertentu.

Efek samping pakai minyak cengkeh

Minyak cengkeh hanya boleh digunakan dengan cara dioles ke gigi yang sakit. Jangan sampai menelan minyak cengkeh atau membiarkan sisa minyak menetes ke lidah atau gusi yang sensitif. Menelan minyak cengkeh juga dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti :

  • Sensasi terbakar di mulut yang dapat menjalar ke hidung dan tenggorokan
  • Sakit tenggorokan
  • Sariawan
  • Sakit perut
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas
  • Susah buang air kecil
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Diare

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa minyak ini dapat menyebabkan kerusakan hati serta penebalan dan pengerasan jaringan di kerongkongan dan perut. Dalam kasus yang parah, minyak ini pun dapat menyebabkan luka lambung dan gangguan ginjal.

Berhubung minyak cengkeh punya potensi efek samping yang cukup serius, maka dari itu, gunakan minyak ini dengan sangat hati-hati. Sembarangan menggunakan minyak cengkeh justru dapat memperburuk rasa sakit yang Anda alami.

Cara aman pakai minyak cengkeh

Sebenarnya ada banyak cara menggunakan minyak cengkeh untuk membantu mengatasi sakit gigi. Namun, amannya campurkan dua tetes minyak cengkeh dengan satu sendok teh minyak zaitun atau minyak kelapa. Kemudian celupkan bola kapas dan tempelkan di gigi yang sakit. Kompres sampai rasa sakitnya mereda.

Bila tidak tersedia minyak cengkeh, Anda juga bisa gunakan cengkeh bubuk atau cengkeh utuh dan tahan di lokasi gigi yang sakit. Setelahnya, kumur untuk membilas sisa-sisa cengkeh yang mungkin tertinggal dalam mulut.

Ingat, minyak cengkeh hanya membantu mengurangi rasa sakit saja. Anda hanya bisa mengtasi sakit gigi sampai tuntas ketika sudah tahu apa penyebabnya. Maka cara paling baik untuk menyembuhkan sakit gigi sekali untuk selamanya adalah dengan berobat ke dokter gigi.

Jika penyebab sakit gigi Anda adalah karena infeksi, misalnya, dokter gigi dapat membersihkan gigi yang berlubang, menambal, dan/atau memberikan resep antibiotik yang sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Awas, Gejala Penyakit Gusi dan Mulut Bisa Semakin Parah jika Diabaikan

Gusi bengkak dan meradang adalah gejala penyakit gusi. Kalau tidak segera diperiksa dokter dan diobati, apa yang bakal terjadi? Cari tahu di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 26 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Penyebab Gigi Tonggos dan Pilihan Cara Memperbaikinya

Mungkin tidak semua orang yang punya gigi tonggos bisa tampil se-pede Freddie Mercury. Namun, haruskah gigi tonggos diperbaiki?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Maloklusi (Gigi Berantakan)

Maloklusi adalah gangguan pada tulang rahang yang menyebabkan gigi berantakan,entah itu jadi tumpang tindih, bengkok, atau gigi tonggos (overbite).

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 25 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Pulpitis

Pulpitis menjadi penyebab utama sakit gigi. Apa yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan dan mencegahnya? Temukan jawabannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bau mulut halitosis adalah

Bau Mulut (Halitosis)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 12 menit
infeksi gusi periodontitis

Periodontitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 15 menit
mengobati gingivitis

Rekomendasi Obat Radang Gusi yang Ampuh, di Rumah dan di Apotek

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Gingivitis

Gingivitis (Radang Gusi)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 12 menit