Apakah Scaling Dapat Membuat Gigi Menjadi Sensitif?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Scaling atau skeling merupakan perawatan yang paling umum di dokter gigi. Perawatan ini penting dilakukan untuk membersihkan plak dan karang gigi pada seluruh permukaan gigi. Mungkin sebagian orang bertanya, apakah benar gigi terasa sensitif setelah melakukan scaling? Lalu, apakah orang dengan gigi sensitif boleh menjalani perawatan scaling? Mari kita cari tahu jawabannya di bawah ini.

Perawatan scaling perlu dilakukan setiap orang

Plak mengandung bakteri dan menempel erat pada permukaan gigi. Ini dapat dibersihkan dengan menyikat gigi. Plak yang tidak dibersihkan dan tersisa pada gigi, akan mengalami pengendapan mineral sehingga mengeras, membentuk karang gigi atau kalkulus.

Makanan dan minuman berwarna seperti teh dan kopi yang kita konsumsi serta kebiasaan merokok juga dapat meninggalkan noda pada gigi yang kita sebut stain.

Karang gigi dan stain tidak bisa dibersihkan hanya dengan sikat gigi, tetapi perlu tindakan perawatan oleh dokter gigi menggunakan alat khusus. Tidak dianjurkan untuk membersihkan sendiri di rumah, terutama menggunakan benda tajam dan  bahan kimia.

Perawatan scaling dianjurkan untuk semua orang yang memiliki karang gigi, baik dalam jumlah sedikit atau banyak. 

Dokter gigi akan membersihkan karang gigi dengan menggunakan alat ultrasonik scaler. Alat ini bekerja dengan vibrasi atau getaran yang membuat lekatan karang gigi terlepas dari gigi. Ketika scaling dilakukan dengan cara yang tepat, tentu tidak akan membuat email (enamel) gigi rusak atau menipis.

Mungkin sebagian pasien merasa tidak nyaman karena ngilu setelah menjalani perawatan ini. Hal ini biasanya menimbulkan pertanyaan, apakah scaling berpengaruh pada sensitivitas gigi?

Gigi sensitif hanya berlangsung sementara setelah scaling

Menurut survei Journal of Dentistry, 62,5%-90% pasien mengeluhkan gigi sensitif satu hari setelah scaling. Kabar baiknya keluhan ini berangsur hilang dalam beberapa hari di bawah satu minggu.

Sebelum memulai scaling, dokter gigi akan memeriksa struktur dan kondisi gigi pasien secara menyeluruh. Pada pasien yang datang dengan keluhan gigi sensitif, akan dicari faktor penyebabnya terlebih dahulu. Gigi sensitif bisa terjadi akibat penurunan gusi (resesi gusi),  pengikisan lapisan enamel, gigi pecah, dan banyak faktor lainnya.

Rasa tidak nyaman seperti ngilu saat pembersihan karang gigi dan gigi sensitif sesudah perawatan bisa ditentukan dari beberapa hal, seperti:

  • Banyak dan kedalaman karang gigi
  • Kondisi gigi dan gusi pasien
  • Pengalaman, teknik, dan alat dokter gigi

Permukaan gigi yang sebelumnya tertutup karang setelah dibersihkan akan terekspos,  membuat gigi terasa lebih sensitif terhadap rangsangan sementara waktu. Bayangkan gigi adalah diri kita, karang gigi adalah selimut. 

Saat kondisi dingin, selimut yang kita pakai diambil, tentu kita akan merasa lebih dingin sementara waktu. Begitu pula dengan gigi, saat dibersihkan karangnya, gigi akan terasa lebih sensitif sementara waktu setelah scaling sehingga membutuhkan waktu untuk penyesuaian.

Pada pasien yang memiliki kondisi gusi yang sudah turun, biasanya karang gigi akan menutupi bagian leher gigi. Pada bagian ini tidak dilapisi oleh email gigi. Setelah dibersihkan, tentunya bagian gigi ini akan terasa sensitif.

Karang gigi yang sangat keras dan lama, akan lebih sulit dibersihkan. Keadaaan ini memiliki risiko terkikisnya enamel yang akan membuat bagian dentin gigi terbuka saat scaling. Hal ini dapat memicu gigi menjadi sensitif. Oleh karena itu, jangan menunggu karang gigi menumpuk terlalu banyak untuk melakukan scaling.

Cara mengatasi gigi sensitif setelah scaling

Apabila merasakan gigi sensitif setelah perawatan scaling, berikut adalah hal-hal yang dapat anda lakukan untuk meredakan rasa tidak nyaman :

  • Menghindari hal-hal yang membuat gigi sensitif seperti, makanan dan minuman dingin, panas, asam, terlalu manis, dan bersoda.
  • Menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif yang memiliki bahan aktif seperti potassium nitrate dan Calcium Sodium Phosphosilicate, sehingga membantu meringankan rasa ngilu dan sekaligus memberikan perlindungan dari rasa ngilu akibat gigi sensitif.
  • Pada permukaan gigi yang dirasakan tidak nyaman, oleskan tipis pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, lalu dibawa tidur. Lakukan ini setelah sikat gigi.
  • Apabila rasa sensitif melebihi satu minggu, sebaiknya kembali ke dokter gigi untuk perawatan selanjutnya.

Karang gigi tetap perlu dibersihkan secara berkala

Umumnya disarankan untuk melakukan scaling setiap 6 bulan sekali sekaligus kontrol berkala ke dokter gigi. Nyatanya, setiap orang memiliki kecepatan pembentukan karang gigi yang berbeda-beda. Maka dari itu, perlu konsultasi dengan dokter gigi untuk menentukan jumlah dan waktu kunjungan yang sesuai dengan kondisi Anda. 

Pasien dengan keluhan gigi sensitif, bukan menjadi tolok ukur untuk menentukan jumlah dan waktu kunjungan scaling. Sebaiknya untuk pasien dengan gigi sensitif, konsultasikan penyebab gigi sensitif Anda. Anda juga bisa menerapkan cara perawata gigi sensitif setelah scaling seperti poin-poin di atas.

Namun, Anda tidak perlu melakukan scaling gigi terlalu sering. Karang gigi juga memerlukan waktu untuk terbentuk. Ingat, yang penting bukan “sering”, melainkan “teratur” sesuai jadwal yang disarankan dokter gigi berdasarkan kebutuhan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Artikel dari ahli drg. Stella Febrina

Apakah Scaling Dapat Membuat Gigi Menjadi Sensitif?

Biasanya gigi terasa sensitif setelah seseorang melakukan scaling. Namun, jangan takut. Ada alasan di balik kondisi ini dan ikuti cara mudah mengatasinya.

Ditulis oleh: drg. Stella Febrina
gigi sensitif setelah scaling

Yang juga perlu Anda baca

Beragam Cara Paling Jitu untuk Menghilangkan Karang Gigi

Karang gigi tak boleh disepelekan karena sebabkan berbagai masalah mulut. Ada banyak cara mudah menghilangkan dan membersihkan karang gigi membandel.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 08/08/2019 . Waktu baca 12 menit

Karang Gigi

%%title%% adalah plak yang mengeras di gigi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan dan cara pencegahan %%title%% di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 11/07/2019 . Waktu baca 13 menit

Sudah Tahu Apa Bedanya Karies, Karang Gigi, dan Gigi Berlubang?

Banyak orang yang sulit membedakan antara karang gigi, karies gigi dan gigi berlubang karena tampak mirip. Agar tidak tertukar, cek perbedaannya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25/11/2018 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Muncul Bercak Cokelat Di Gigi? Bagaimana Menghilangkannya?

Bercak coklat di gigi bisa disebabkan karena malas gosok gigi atau mungkin tanda penyakit tertentu. Berikut berbagai penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 09/09/2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

membersihkan karang gigi saat hamil

Bolehkah Membersihkan Karang Gigi Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020 . Waktu baca 4 menit
jangka waktu scaling gigi

Kapan Jangka Waktu yang Tepat untuk Melakukan Scaling Gigi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/03/2020 . Waktu baca 4 menit
membersihkan karang gigi

Kapan Waktu yang Tepat Membersihkan Karang Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 01/01/2020 . Waktu baca 3 menit
perawatan gigi yang paling umum

5 Prinsip Utama Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16/09/2019 . Waktu baca 6 menit