Apa yang Terjadi Jika Tidak Makan Seharian? Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Untuk bia melakukan aktivitas sehari-hari, tentu Anda harus mendapatkan energi dari makanan. Banyak orang yang mengira jika ia tidak makan seharian tak masalah abgi tubuhnya. Namun, apa benar tidak ada dampak buruk yang terjadi jika tak makan dalam sehari? Berikut jawabannya.

Ini yang terjadi pada tubuh ketika tidak makan seharian

Selama delapan jam pertama, tubuh Anda akan terus mencerna asupan makanan terakhir Anda. Tubuh Anda akan menggunakan karbohidrat yang tersimpan sebagai energi dan terus berfungsi seolah-olah Anda akan makan lagi segera. Sekitar 25 persen glukosa digunakan untuk menggerakkan otak dan sisanya untuk jaringan otot dan sel darah merah.

Setelah delapan jam tidak makan, glukosa akan habis. Tubuh Anda akan mulai memecah lemak yang disimpan dalam bentuk asam lemak untuk diubah menjadi energi. Bila energi dihasilkan dari lemak, maka tubuh akan menghasilkan zat keton, yaitu produk sampingan dari metabolisme lemak. Proses ini disebut dengan ketosis.

Jika Anda benar-benar tak makan apapun seharian, tubuh Anda akan terus menggunakan asam lemak untuk menciptakan energi sepanjang sisa waktu 24 jam Anda dengan cepat.

Sayangnya, ada beberapa organ yang tidak bisa berfungsi dengan baik meski sudah mendapatkan energi dari asam lemak, contohnya otak. Otak adalah organ yang hanya bisa ‘makan’ glukosa saja. Maka itu, ketika ini terjadi otak akan mengalami gangguan fungsi.

Meski begitu, ketosis tidak selalu merupakan hal yang buruk. Hal ini sering dialami banyak atlet seperti pelari marathon, dan diet rendah karbohidrat juga sering memicu ketosis di tubuh untuk membantu penurunan berat badan. Dalam dosis kecil, seperti selama puasa intermiten, ketosis dapat memiliki manfaat bagi tubuh.

Tubuh mengandalkan sumber protein sebagai pengganti gula

Tetapi keadaan akan menjadi buruk, saat Anda tidak makan seharian atau lebih dari 24 jam. Otak akan memutuskan untuk membutuhkan lebih dari sekedar keton untuk bertahan hidup. Tubuh Anda akan mulai memecah protein dalam tubuh yang akan digunakan sebagai bahan bakar untuk semua sistem tubuh. Kondisi ini disebut dengan autophay.

Protein yang dijadikan bahan energi akan diambil dari jaringan otot, karena pada jaringan tersebut tersimpan banyak protein pembangun otot. Jika Anda tidak makan saat itu juga, tubuh akan terus mengambil protein untuk dijadikan energi dan membuat otot semakin menyusut.

Setelah protein dari otot habis dan jaringan otot sudah benar-benar menciut, tubuh akan terus mencari sumber protein lainnya. Satu-satunya sumber energi yang tersisa adalah jaringan dan organ tubuh sebagai penyimpanan protein terbesar kedua dalam tubuh.

Dengan memecah protein jaringan dan organ tubuh, Anda mungkin dapat bertahan hingga tiga minggu atau bahkan sampai 70 hari, tergantung pada apakah Anda tetap terhidrasi atau masih memiliki banyak cadangan lemak untuk digunakan sebagai energi. Jika hal ini terus berlanjut sampai berminggu-minggu bisa mengancam jiwa.

Sering tidak makan seharian menimbulkan gangguan kesehatan

Sering tidak makan seharian dalam satu waktu dapat menyebabkan efek samping dan meningkatkan risiko Anda untuk komplikasi tertentu. Tidak makan seharian lebih dari dua kali per minggu dapat meningkatkan risiko terkena aritmia (irama jantung yang tidak beraturan) jantung dan hipoglikemia (berkurangnya kadar gula darah)

Orang yang memiliki gangguan makan, diabetes tipe 1, sedang hamil atau menyusui, berusia di bawah 18 tahun, dan sedang dalam pemulihan operasi, sangat rentan terhadap efek dari tidak makan seharian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Menjaga Kesehatan Pencernaan Selama Puasa

Pencernaan yang bermasalah akan menghambat kelancaran ibadah Anda di bulan suci ini. Cek tips menjaga pencernaan tetap sehat saat puasa di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 09/05/2019 . Waktu baca 3 menit

Kenali 6 Gejala Ketosis, Ketika Tubuh Kekurangan Energi dari Karbohidrat

Ketosis biasa terjadi pada orang yang menjalani diet ketogenik. Meski begitu, gejala ketosis sebenarnya bisa terjadi tanpa melakukan diet, lho.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/11/2018 . Waktu baca 3 menit

Aturan Makan yang Sehat untuk Pengidap Kanker Kolorektal (Kanker Usus Besar)

Kanker kolorektal bukan hanya membutuhkan perawatan medis, makanan pun wajib diatur. Namun bagaimana caranya? Ini pengaturan makannya yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Kanker Usus Besar, Health Centers 15/09/2018 . Waktu baca 4 menit

Mau Coba Diet Keto? Pelajari Dulu Manfaat dan Risikonya Bagi Kesehatan!

Diet keto adalah diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Namun, benarkah diet ini bermanfaat? Apa saja risikonya? Berikut jawaban dari ahlinya.

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Nutrisi, Hidup Sehat 05/08/2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit
tips diet pesta natal

Takut Kalap Saat Pesta Natal? Tenang, Ini 6 Tips Agar Diet Tetap Sukses

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/12/2019 . Waktu baca 4 menit
makan sehat banyak aktivitas

4 Kiat Menerapkan Pola Makan Sehat untuk Orang yang Banyak Kegiatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 31/07/2019 . Waktu baca 4 menit
makanan Lebaran berlemak

4 Kiat Agar Tidak Kalap Makan Makanan Khas Lebaran yang Tinggi Lemak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2019 . Waktu baca 4 menit