Mengenal “Pet Therapy”, Mengobati Kanker dengan Bantuan Hewan Peliharaan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/01/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selama ini Anda mungkin hanya mengenal terapi radiasi atau kemoterapi sebagai cara mengobati kanker. Sementara itu, di beberapa rumah sakit luar negeri, pet therapy atau dikenal juga dengan terapi hewan peliharaan sedang diterapkan sebagai perawatan pasien kanker. Bagaimana penerapan pet therapy dan seberapa ampuh pengobatan ini untuk pasien kanker?

Apa itu pet therapy?

anjing dan manusia bakteri usus

Hewan hidup berdampingan dengan manusia, bahkan menjadi sahabat bagi manusia. Berangkat dari sinilah kemudian “jasa” hewan pertama kali diperbantukan sebagai terapi untuk pasien gangguan jiwa pada tahun 1800. Terapi hewan ini kemudian semakin berkembang ketika Therapy Dogs International didirikan di Amerika Serikat tahun 1976.

Terapi ini menggunakan hewan yang dilatih khusus dengan mengunjungi orang dewasa atau anak-anak di rumah sakit untuk membantu mereka merasa lebih baik secara emosional dan fisik. Pada awalnya terapi ini menggunakan anjing. Namun, sekarang ini terapi juga bisa dilakukan oleh kucing.

Anjing atau kucing untuk terapi haruslah hewan rumahan yang dipelihara, bukan hewan liar. Hewan tersebut lebih dulu dilatih dan harus lulus sertifikasi untuk mengikuti pet therapy.

Penerapan terapi dilakukan dengan cara yang mudah. Sang pemilik cukup membawa hewan peliharaan mereka pada kunjungan rutin ke rumah sakit yang bekerja sama atau tempat pengobatan kanker. Kunjungan tersebut biasanya dilakukan kurang dari 2 jam dan hewan-hewan tersebut dibiarkan bermain bebas bersama pasien selama 15 atau 20 menit.

Pemilihan hewan peliharaan biasanya disesuaikan dengan kondisi pasien, terutama pada anjing. Semua jenis anjing, seperti pudel, pug, chow-chow, beagel, dan jenis lainnya boleh dijadikan hewan terapi. Anjing yang lincah biasanya dipasangkan dengan pasien kanker yang masih aktif bergerak. Mereka bisa menemani pasien berlari, mengambil bola, dan memainkan permainan lainnya.

Sementara itu anjing yang tenang akan dipasangkan dengan pasien yang harus bed rest atau tidak boleh banyak beraktivitas fisik.

Ampuhkah pet therapy sebagai cara mengobati kanker?

hewan peliharaan sakit

Kenapa hewan peliharaan dapat membantu pasien kanker? Sebuah studi menunjukkan bahwa berinteraksi dengan hewan peliharaan bisa merelaksasi pikiran sehingga mengurangi stres. Berdasarkan penelitian tersebut, pasien yang menghabiskan waktu selama lima menit bersama anjing  mengalami penurunan kadar kortisol dan kotekolamin epinefrin dalam darah yang dikenal juga sebagai hormon stres.

Sebenarnya, hormon ini berguna untuk merespons “fight or flight” yang membuat seseorang menjadi lebih waspada. Namun, jika kadarnya berlebihan, risiko penyakit akan meningkat. Tentunya pasien kanker juga akan semakin parah dan lebih sering kambuh gejalanya.

Tampaknya, menurunnya stres saat pet therapy disebabkan oleh produksi hormon endorfin. Hormon ini dapat menghilangkan rasa sakit dan membuat seseorang jadi lebih nyaman dan bahagia. Jika disimpulkan, pet therapy dapat membantu pasien kanker dalam beberapa hal, yaitu:

  • Mengurangi rasa sakit sehingga memungkinkan pasien mengurangi penggunaan obat antinyeri
  • Mengurangi stres karena penyakit yang dimiliki dan juga pengobatan yang dilakukan
  • Mengurangi gejala kelelahan yang biasanya menyerang pasien kanker

Namun, tidak semua pasien kanker bisa ikut pet therapy

Pet therapy mungkin bisa menjadi cara mengobati kanker tambahan. Namun, tidak semua pasien bisa mengikuti terapi ini. Berikut beberapa kondisi pasien kanker yang perlu pertimbangan dokter sebelum melakukan pet therapy, antara lian:

  • Memiliki alergi pada hewan yang berbulu
  • Pasien memiliki phobia dengan hewan, seperti anjing atau kucing
  • Pasien yang mengalami imunosupresi (penurunan sistem kekebalan tubuh)

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Penyebab Otak Anda Sulit Mengingat dan Mudah Lupa

Baru kenalan 5 menit yang lalu, sudah lupa namanya? Ada janji nanti sore, tapi Anda tak ingat? Ini berbagai penyebab sulit mengingat yang Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Hal yang Sering Jadi Penyebab Mati Rasa pada Kaki dan Tangan

Mati rasa sering terasa pada jari, tangan, kaki, lengan, maupun telapak kaki Anda. Apa sebenarnya yang menjadi penyebab mati rasa?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Manfaat Buah Melon yang Menyehatkan Tubuh

Suka makan buah melon? Tapi, tahukah Anda kalau manfaat buah melon sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia? Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 22/07/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Jenis Makanan yang Bikin Kita Sering Kentut

Bila dalam satu hari rasa ingin buang angin datang terlalu sering, lama-lama Anda tentu kewalahan. Apa saja makanan pemicu sering kentut?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
minum madu

Minum Madu Setelah Minum Obat, Boleh atau Tidak?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
apa itu power nap

Menguak Manfaat Power Nap dan Bedanya Dengan Tidur Siang Biasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit