Teknik Menggoreng Vacuum Frying, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/04/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menggoreng merupakan salah satu teknik mengolah makanan yang paling dikenal. Umumnya, proses menggoreng dilakukan dengan memasukkan makanan ke dalam wajan berisi minyak panas. Namun, selain proses yang sudah umum dilakukan, dikenal juga dengan teknik menggoreng vakum atau vacuum frying yang diklaim lebih sehat. Apa itu vacuum frying dan benarkah cara menggoreng ini lebih sehat?

Perbedaan vacuum frying dengan teknik menggoreng biasa

Teknik menggoreng pada umumnya menghasilkan kalori yang tinggi. Saat penggorengan dilakukan, makanan melepaskan air di dalamnya dan menyerap lemak yang berasal dari minyak, sehingga jumlah kalori di dalam makanan tersebut meningkat.

Sebagai contoh, satu buah kentang (setara dengan 100 gram) mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak. Namun, setelah menjadi kentang goreng, kalorinya bertambah menjadi 319 kalori dan 17 lemak.

Terlalu banyak minyak yang diserap makanan saat menggoreng tidak baik bagi tubuh manusia. Hal ini dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Apalagi bila proses menggoreng dilakukan dengan minyak jelantah.

Berbeda dengan teknik menggoreng biasa, maka teknik penggorengan hampa udara atau vakum (vacuum frying) merupakan proses penggorengan yang dilakukan menggunakan tekanan rendah, hampir menyamai kondisi hampa udara. Teknik ini dilakukan dalam wadah tertutup dan menggunakan suhu yang rendah dibandingkan dengan teknik menggoreng biasa.

Dengan suhu dan tekanan yang rendah dalam teknik vacuum frying, lemak yang terserap dari minyak saat proses penggorengan menjadi berkurang sehingga nutrisi di dalam makanan tersebut pun akan terjaga.

Teknik ini bisa dilakukan pada makanan apapun. Namun, saat ini, vacuum frying lebih sering digunakan oleh industri makanan untuk membuat keripik buah atau sayur.

Benarkah teknik menggoreng vacuum frying lebih sehat?

Dilihat dari fakta di atas, menggoreng dengan vacuum frying tentu lebih sehat dibandingkan dengan menggoreng biasa. Teknik menggoreng ini menghasilkan kualitas gizi dalam makanan yang lebih tinggi serta berkuranganya penyerapan minyak ke dalam makanan.

Studi yang dilakukan International Journal of Food Science menunjukkan bahwa karakteristik makanan yang dilakukan dengan teknik vacuum frying memiliki warna, tekstur, dan rasa yang lebih optimal, serta kandungan minyak yang relatif rendah, meski menggoreng dengan suhu yang rendah. Bahkan, jurnal ini pun menyebut teknik vacuum frying bisa digunakan sebagai alternatif menggoreng untuk masa depan.

Cara memasak yang lebih sehat, selain vacuum frying

Teknik memasak yang Anda gunakan akan mempengaruhi jumlah nutrisi dalam makanan tersebut. Meski demikian, tidak semua teknik memasak akan sama pengaruhnya pada semua makanan. Oleh karena itu, memilih metode memasak yang tepat dapat menghasilkan makanan dengan rasa dan tektur yang nikmat serta sehat.

Meski vacuum frying diklaim sehat, teknik menggoreng yang dilakukan tetap menyerap minyak yang menjadikan makanan mengandung lemak dan kalori lebih tinggi dibandingkan dengan proses memasak lainnya. Berikut ini beberapa alternatif memasak lainnya yang lebih sehat untuk tubuh Anda:

  • Memasak dengan perantara air, seperti merebus dan mengukus.
  • Memasak dengan menggunakan panas kering atau tanpa air, seperti membakar, memanggang, menumis, atau menggunakan microwave.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Direkomendasikan untuk Anda

cara menggunakan minyak zaitun olive oil

Manfaat dan Cara Menggunakan Minyak Zaitun Dengan Benar untuk Memasak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 12 menit
sayur goreng

Meski Lezat, Sayur Goreng Masih Sehat Apa Tidak, Sih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 28/10/2018 . Waktu baca 4 menit
minyak safflower

Apakah Memasak Dengan Minyak Safflower Lebih Baik Ketimbang Pakai Minyak Sayur Biasa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16/08/2018 . Waktu baca 4 menit
minyak goreng yang diserap

Berapa Banyak Minyak yang Diserap Saat Menggoreng Makanan?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 04/02/2017 . Waktu baca 4 menit