Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah reflek mencoba mendekatkan hidung ke ketiak karena takut bau badan. Namun, Anda malah tidak mencium bau apa pun, entah itu bau badan atau parfum yang baru saja disemprotkan ke baju. Pernahkah Anda bertanya-tanya, kenapa Anda bisa mencium bau badan orang lain, tapi tidak bisa mencium bau badan sendiri? Cari tahu faktanya berikut ini.

Hidung manusia dapat mendeteksi triliunan jenis bau

mencium bau

Memasuki musim hujan, Anda dapat menghirup aroma semerbak bau tanah yang menenangkan. Begitu juga dengan bau rumput sehabis terkena hujan, aroma pizza yang menggugah selera, hingga bau kaus kaki yang tidak sedap karena berkeringat.

Anda bahkan juga bisa mencium bau badan atau wangi parfum orang lain ketika berada di dekatnya. Karena memang, sebuah penelitian dalam jurnal Nature tahun 2014 mengungkapkan bahwa manusia memiliki kemampuan mencium satu triliun jenis bau di dunia, lho!

Anda mungkin sudah rajin mandi dan pakai deodoran supaya terhindar dari bau badan tak sedap. Namun tanpa disadari, teman di meja sebelah masih saja menghindar dan mengeluhkan bau tidak sedap. Seketika Anda reflek mencium bau ketiak, tapi ternyata malah tidak tercium bau apa pun. Kok bisa, ya?

Kenapa susah untuk mencium bau badan sendiri?

penyebab hiperosmia, sensitif terhadap bau

Memang sangat mudah untuk mencium bau badan orang lain. Ya, Anda hanya tinggal duduk di sebelahnya dan langsung bisa mencium baunya. Namun sayangnya, hal ini tidak berlaku jika Anda mencoba mencium bau badan sendiri. Kenapa bisa begitu, ya?

Kondisi ini disebut dengan olfactory fatigue, yaitu ketika indera penciuman manusia sudah terbiasa mencium dan mengenali jenis bau tertentu. Saking seringnya, reseptor bau di hidung jadi lelah dan pada akhirnya berhenti mendeteksi jenis bau tersebut. Ini berlaku juga saat Anda berusaha mencium bau badan sendiri.

Hal ini diungkapkan oleh Pamela Dalton, seorang psikolog dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia. Ia mengungkapkan bahwa ketika Anda mencium bau tertentu untuk yang pertama kali, reseptor bau di hidung akan mengirimkan sinyal ke otak dan menentukan apakah bau ini termasuk bau wangi atau bau busuk.

Namun, ketika Anda terus-terusan mencium aroma yang sama setiap hari, otak Anda akan terbiasa menerima sinyal yang mengenali bau tersebut. Pada saat inilah, otak akan menganggapnya sebagai sebuah informasi yang tidak penting lagi.

Contohnya begini, Anda memasang pengharum ruangan otomatis dengan wangi lavender di kamar. Pengharum ruangan tersebut bisa disetel untuk menyemprotkan aroma wanginya setiap 5, 10, atau 30 menit sekali.

Pada awalnya, Anda mungkin sadar setiap kali aroma lavender merebak ke seisi ruangan. Seiring berjalannya waktu, hidung Anda jadi terbiasa mencium aroma lavender tersebut sampai tidak mengenalinya lagi. Anda pun beraktivitas seperti biasa di dalam kamar, seolah-olah tidak sedang mencium aroma apa pun.

Begitu juga ketika Anda memakai parfum, Anda tidak dapat mencium aroma parfum yang Anda pakai setiap hari. Namun saat Anda mengganti parfum, reseptor bau di hidung akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mengenali jenis bau yang baru. Lagi dan lagi, hidung Anda lama-lama akan terbiasa dan membuat Anda tidak bisa mencium bau badan atau aroma parfum itu lagi. Begitu seterusnya.

Bagaimana cara mencium bau badan sendiri?

Mencium Baju Pasangan

Sebetulnya, Anda bisa mencium bau badan sendiri, lho! Eits, tunggu dulu. Ini bukan dengan cara mengangkat tangan dan mendekatkan hidung ke ketiak supaya aromanya tercium, ya.

Anda membutuhkan benda lain agar bisa mencium bau badan Anda sendiri. Bukan dengan cara mengusap permukaan ketiak dan mencium jari Anda, tapi dengan melepaskan baju dan mengendus bau baju tersebut.

Begitu juga jika Anda ingin mengecek bau mulut. Anda tentu saja tidak bisa mencium bau mulut dengan meniup telapak tangan dan mengendus baunya. Caranya, jilat bagian punggung tangan atau lengan Anda dan biarkan air liurnya mengering. Setelah itu, coba endus area kulit yang Anda jilat tadi.

Nah, sekarang Anda bisa mencoba mencium bau badan atau bau mulut sendiri. Selamat mencoba!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Jika telinga Anda gatal, jangan digaruk atau dicungkil dengan jari. Ketahui dulu, penyebab telinga gatal, baru Anda akan tahu bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara membuat deodoran alami yang bisa dicoba di rumah

Cara Membuat Deodoran Alami yang Bisa Anda Coba di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit