Kapan Anak Perempuan Akan Berhenti Tumbuh?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Pertumbuhan pada anak akan terus terjadi sejak di dalam kandungan hingga sebelum memasuki usia dewasa. Saat usia remaja, anak perempuan akan memulai fase persiapannya  sebagai orang dewasa dan hingga akhirnya ia berhenti tumbuh. Fase persiapan ini akan terjadi sangat cepat memengaruhi ukuran tubuhnya. Nah, kapan pertumbuhan anak perempuan akan berhenti? Apa saja bagian tubuh anak perempuan yang akan berkembang dan tumbuh? Berapa lama semuanya akan tumbuh dengan pesat hingga berhenti dan tidak tumbuh lagi? Simak ulasannya di bawah ini.

Pertumbuhan anak perempuan berhenti saat pubertas

Pertumbuhan tanak perempuan pada umumnya akan berhenti saat masa pubertas mereka berakhir. Ini adalah saat di mana lempeng epifisis, yakni lempeng yang berada di tulang panjang sudah tertutup. Saat lempeng epifisis tertutup, maka kemungkinan bertambahnya tinggi badan akan semakin kecil.

Nah, ini semua bergantung dengan kapan masa pubertas dimulai dan berakhir. Setiap anak akan mengalami masa pubertas yang berbeda-beda. Kebanyakan pada anak perempuan masa pubertas bisa dialami saat usia 10-14 tahun. Bahkan ada beberapa anak yang mulai pubertas di usia 16 tahun. Namun jika sampai usia lebih dari 16 tahun belum mengalami pubertas, Anda perlu berkonsultasi pada dokter.

Saat masa pubertas ini dimulai, anak perempuan akan mengalami percepatan pertumbuhan dan mulai menstruasi pertama kali. Dua tahun setelah memasuki masa pubertas biasanya anak perempuan akan mencapai tinggi badan puncaknya.

Selama 2 tahun terakhir dari mulainya pubertas anak akan mengalami percepatan pertumbuhan tinggi badan yang pesat.  Biasanya fase ini dicapai saat usia 14-15 tahun tapi ini tergantung lagi pada kapan Ia memulai fase pubertasnya.

Setelah pertumbuhan puncak tinggi badan ini tercapai, menstruasi pertama kali akan segera dimulai. Misalnya, masa pubertas dimulai saat usia 10 tahun, maka kemungkinan tinggi badan puncaknya bisa diperoleh saat 12 tahun.

Tidak heran jika ada beberapa anjuran yang merekomendasikan untuk merangsang pertumbuhan tinggi badan anak perempuan segera sebelum Ia menarche (menstruasi pertama) untuk mengejar pertumbuhan tinggi badannya.

Meskipun puncak pertumbuhan anak perempuan sebelum menarche, tinggi badan biasanya masih tetap tumbuh hingga 7-10 cm lagi setelah menstruasi. Namun pertumbuhan tinggi badan setelah menstruasi ini tidak terjadi cepat jika dibandingkan sebelum menstruasi.

Pada setiap anak akan berbeda-beda seberapa banyak lagi akan meningkat tinggi badannya hingga pertumbuhan berhenti total sebelum Ia memasuki usia dewasa.

Bagaimana dengan pertumbuhan organ tubuh lainnya?

Pertumbuhan payudara adalah perubahan yang terjadi sejak awal pubertas. Saat anak perempuan memasuki masa pubertas, yang cenderung mengalami perubahan pertama kalinya adalah ukuran payudara dan bentuk pinggulnya yang akan lebih terbentuk seperti seorang wanita dewasa pada umumnya.

Pertumbuhan payudara mulai berkembang biasanya 2-2.5 tahun sebelum seorang gadis mendapatkan menstruasi pertamanya. Payudara bisa mulai tumbuh dan berkembang menjadi semakin besar saat usia 8 tahun. Dilansir dalam laman Healthline, Karen Gill MD menjelaskan, pertumbuhan payudara akan sempurna sekitar 1-2 tahun setelah seorang anak perempuan sudah melewati menstruasi pertama kalinya.

Jika menstruasi pertamanya di usia 12 tahun maka sekitar usia 13 dan 14 tahun maka fungsi payudaranya sudah terbentuk sempurna. Meskipun sudah memiliki fungsi yang sempurna, payudara masih akan tetap tumbuh dan berkembang hingga usia 18 tahun. Contohnya, akan ada perkembangan bentuk dan konturnya hingga bentuk payudara benar-benar seperti payudara orang dewasa pada umumnya.

Apa yang bisa menghambat pertumbuhan anak perempuan?

Asupan gizi adalah salah satu faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Kekurangan lemak pada perempuan dapat menunda terjadinya fase pubertas pada perempuan, oleh karena itu lemak baik untuk anak perempuan harus terpenuhi dengan cukup.

Selain itu, terhambatnya pertumbuhan juga bisa terjadi karena ada permasalahan kesehatan khususnya di kelenjar pituitari atau kelenjar tiroid. Kelenjar-kelenjar inilah yang akan memproduksi hormon penting untuk pertumbuhan dan perkembangan.

Jika produksi hormon terhambat akibat adanya gangguan pada kelenjar-kelenjar ini maka proses pertumbuhan dan perkembangan pun tidak akan berjalan lancar.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 28, 2018 | Terakhir Diedit: September 12, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca