Panas-panasan Bikin Badan ‘Bau Matahari’. Apa Sebenarnya Bau Matahari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Beraktivitas di bawah sinar matahari memberikan banyak manfaat, mulai dari merangsang produksi vitamin D, meningkatkan mood, hingga menambah energi. Namun, jangan lupa batasi waktunya karena panas yang menyengat disebut-sebut bisa menjadi penyebab tubuh Anda ‘bau matahari’. Benarkah demikian?

Dari mana asalnya ‘bau matahari’?

Istilah ini digunakan untuk menyebut bau badan khas yang tercium setelah seseorang terlalu lama terpapar sinar matahari. Aroma yang satu ini umumnya memiliki ciri khas yang asam, menyengat, dan terkadang apek.

Bagi beberapa orang, bau matahari sering dianggap mirip dengan bau pakaian yang baru diangkat dari jemuran. Meski siapa pun bisa memiliknya, biasanya anak-anaklah yang paling sering mengalami hal ini karena kegemaran mereka bermain di luar rumah.

Bau matahari sebenarnya adalah bau badan yang timbul ketika Anda berkeringat.

hidung berkeringat

Penyebab bau matahari berasal dari gabungan panas, keringat, dan bakteri pada kulit Anda. Panas matahari membuat suhu di sekitar tubuh Anda meningkat. Tubuh pun berusaha menormalkan kembali suhunya dengan memproduksi lebih banyak keringat.

Keringat sebenarnya tidak memiliki bau. Bau badan baru muncul begitu keringat bercampur dengan bakteri yang terdapat pada permukaan kulit Anda. Semakin banyak bakteri pada kulit, semakin kuat pula bau badan yang menguar.

Bau badan yang tidak sedap dan menyengat juga bisa timbul karena Anda memakai pakaian yang kotor atau lembap. Ditambah aktivitas luar rumah yang membuat Anda terpapar panas dalam waktu lama, inilah yang akhirnya membuat Anda memiliki bau matahari.

Tips mencegah timbulnya bau matahari

pakai deodoran pria

Cara mencegah bau matahari sebenarnya tidak berbeda dengan mencegah bau badan. Sinar matahari dan produksi keringat mungkin merupakan faktor yang tak bisa dihindari, tapi Anda bisa mengendalikan faktor yang lain.

Berikut adalah beberapa langkah sederhana untuk mencegahnya:

1. Menggunakan antiperspiran atau deodoran

Bahan aktif dalam antiperspiran dapat mengurangi produksi keringat, sedangkan deodoran bekerja dengan membunuh bakteri penyebab bau badan. Menggunakan salah satunya sebelum beraktivitas akan membantu Anda mencegah bau matahari.

2. Menghindari pakaian dengan bahan tertentu

Bahan pakaian juga bisa memengaruhi bau badan dan produksi keringat. Saat beraktivitas di bawah terik matahari, hindari pakaian berbahan rayon, nilon, sutra, dan poliester. Pilihlah katun yang dapat menyerap keringat.

keringat warna kuning di baju

3. Mandi dengan sabun antibakteri

Bakteri di kulit menjadi penyebab munculnya bau di tubuh Anda. Itu sebabnya, mandi secara rutin bisa mencegah bpertumbuhan bakteri-bakteri tersebut. Gunakan sabun antibakteri dan luangkan waktu untuk lebih lama membersihkan bagian tubuh yang sering berkeringat.

4. Mencuci pakaian secara rutin

Bukan hanya badan yang harus rutin dibersihkan, pakaian Anda pun demikian sebab bakteri juga bersarang di sana. Cuci pakaian Anda secara rutin menggunakan detergen yang lembut. Selain itu, hindari kebiasaan memakai pakaian yang sama berulang kali.

Pada dasarnya, tidak ada yang namanya bau matahari. Bau menyengat ini sebetulnya adalah bau badan yang muncul saat Anda beraktivitas karena keringat yang bercampur bakteri.

Jika Anda tidak banyak berkeringat, bau badan pun tidak akan menyengat. Walau demikian, waspadalah jika bau badan Anda begitu kuat dan tidak pernah bisa hilang. Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab dan cara mengatasinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Pakai Deodoran yang Tepat Menurut Ahli

Deodoran tidak hanya asal dioles di kulit ketiak saja. Supaya dapat bekerja lebih optimal, penting untuk mengetahui cara pakai deodoran yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit

Katanya, Makan Kol Kebanyakan Bikin Bau Badan, Apa Benar?

Makanan ternyata bisa memengaruhi bau tubuh, salah satunya adalah kol. Benarkah jika makan kol kebanyakan akan membuat bau badan semakin bertambah parah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 21 Juni 2019 . Waktu baca 3 menit

Sebenarnya, Bau Badan Itu Bisa Menular Atau Tidak, Ya?

Bau badan memang tidak menyenangkan. Lantas, apakah bau badan itu menular? Daripada penasaran, simak jawabannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 31 Mei 2019 . Waktu baca 3 menit

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Anda bisa mencium bau badan atau wangi parfum yang dipakai orang lain dengan mudah. Tapi kenapa, ya, kita tidak bisa mencium bau badan sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 26 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menyukai bau badan pasangan

Mengapa Ada Orang yang Suka Mencium Bau Pasangannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2019 . Waktu baca 4 menit
sabun penghilang bau badan

Tips Memilih Sabun yang Ampuh untuk Menghilangkan Bau Badan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2019 . Waktu baca 3 menit
harus menggunakan deodoran

Apakah Semua Orang Perlu Pakai Deodoran Agar Tidak Bau Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
pasangan bau badan

Pacar Bau Badan? Begini Cara Bijak Memberi Tahu Tanpa Menyakiti Hatinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit