Kenapa Orang yang Introvert Lebih Susah Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Satu dari 3 orang di dunia ini adalah orang-orang introvert. Jika Anda termasuk orang introvert, Anda mungkin sudah biasa menyendiri demi mendapatkan ketenangan batin. Biasanya, sih, suasana yang serba tenang dan kalem bisa bantu kita lebih cepat tertidur. Apalagi ditambah dengan pikiran yang “enteng”. Tidur makin tambah nyenyak karena tidak ada beban. Namun jangan salah. Orang-orang introvert ternyata paling rentan mengalami insomnia karena susah tidur nyenyak di malam hari. Lho, kenapa?

Orang introvert lebih susah tidur nyenyak di malam hari

Dikutip dari laman Huffington Post, sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan orang berkepribadian introvert cenderung lebih sulit untuk tertidur, lebih mudah atau sering terbangun di malam hari, dan sering bermimpi buruk daripada orang ekstrovert.

Karena sulit tidur nyenyak, penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang yang introvert lebih sering merasa suntuk atau justru sangat kecapekan ketika bangun pagi. Orang-orang ini juga mengeluhkan tidak puas dengan waktu tidur yang mereka dapatkan semalam. Akibatnya, mereka jadi lebih sering mengantuk dan merasa lemas selagi beraktivitas, hingga bahkan mungkin ketiduran di siang bolong.

Temuan ini didapat setelah memberikan tes kepribadian kepada kurang lebih seribu orang, yang juga diwawancarai seputar kebiasaan dan pola tidurnya sehari-hari. Peneliti tidak dapat menemukan atau menjelaskan apa yang khususnya menjadi penyebab dari masalah susah tidur pada orang introvert. Maka itu, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk menyempurnakannya.

Namun jika ingin ditelisik lebih dalam lagi, akar penyebab masalah sulit tidur dari orang-orang introvert sebagian besar mungkin berasal dari kelelahan mental yang mereka alami setelah berinteraksi sosial seharian dengan banyak orang.

kesehatan orang introvert

Stres berinteraksi bisa membuat sulit tidur nyenyak

Mungkin hampir bisa dibilang mustahil bagi kita untuk sama sekali menghindari situasi sosial di dunia nyata sepenuhnya. Namun, orang-orang berkepribadian introvert lebih mudah merasa stres atau tertekan di lingkungan yang ramai.

Pasalnya, mereka “dirancang” memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rangsangan kortikal di otak. Ini yang membuat mereka cenderung lebih peka dan awas terhadap lingkungan dan suara di sekitarnya. Interaksi sosial tanpa henti ini dapat menguras tenaga otak sampai merasa kelelahan.

Itu juga yang membuat kenapa orang-orang introvert lebih mudah merasakan cemas dibandingkan para ekstrovert. Orang introvert biasanya memang lebih banyak berpikir mendalam soal dirinya sendiri dan kehidupannya. Bila seseorang semakin tenggelam dalam pikirannya, ini mungkin memicu otak untuk makin sibuk bekerja keras padahal sudah sangat kelelahan. Kebiasaan ini semakin bisa menguras mental dan membuat stres para introvert.

Stres, kecemasan, hingga kekhawatiran yang dibiarkan terus menumpuk sudah sejak lama dikaitkan sebagai salah satu faktor risiko utama dari insomnia dan mimpi buruk berulang. Kecapekan, baik secara fisik dan juga mental, juga tak ayal bisa membuat kita untuk bisa tidur.

Kombinasi dari fisik yang kecapekan dan stres emosional setelah beraktivitas seharian membuat Anda tidak bisa tidur. Stres karena merasa tidak juga bisa tidur kemudian menambah pikiran makin mumet dan mata makin melek, sehingga Anda jadi memikirkan hal-hal yang lain. Ini membuat waktu tidur Anda makin berkurang dan akibatnya, Anda makin sulit tidur.

hidup sendiri

Tips tidur nyenyak buat orang introvert

Meski rentan mengalami insomnia, bukan artinya mustahil bagi Anda yang introvert untuk bisa tidur nyenyak dan cukup. Rahasianya, ikut cara-cara di bawah ini:

1. Terapkan jadwal tidur teratur

Buat jadwal tidur cukup selama tujuh sampai delapan jam setiap malam. Biasakan juga untuk selalu pergi tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari. Lalu, usahakan untuk senantiasa mematuhi aturan tersebut. Misalnya dengan pasang alarm, bahkan di akhir pekan dan hari libur.

Menjaga jadwal tidur tetap konsisten lama-lama akan membuat Anda terbiasa tidur teratur.

2. Ciptakan lingkungan tidur yang tenang

Buat ruang kamar tidur yang ideal untuk tidur. Pastikan kamar tidur minim cahaya, tidak berisik, jauh dari perangkat elektronik dan gawai, serta atur suhu kamar yang adem (sekitar 20-23º Celsius). Kondisi kamar tidur yang nyaman biasanya akan mempermudah Anda terlelap.

3. Kelola pikiran negatif

Jika stres dan kecemasan berlebih sering menyulitkan Anda untuk tidur, coba untuk menyingkirkan sejenak pikiran negatif yang mengganngu tersebut.

Kendalikan diri, atur pikiran, terapkan prioritas yang harus Anda jalani saat itu. Anda bisa menyelipkan latihan yoga dan meditasi guna mempermudah mengendalikan pikiran negatif.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit