Apakah Rum Punya Manfaat Buat Kesehatan?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Miras alias minuman keras ada banyak jenis, tergantung dari cara pembuatannya. Anda mungkin sudah lebih akrab dengan bir, arak, wine, whisky, atau vodka. Bagaimana dengan rum? Yuk, kulik lebih jauh tentang rum, mulai dari cara membuat hingga efeknya bagi tubuh.

Rum adalah minuman fermentasi tebu

Rum adalah minuman beralkohol hasil penyulingan sari tebu, yaitu molase. Di Indonesia, molase yang berupa cairan hitam kental ini disebut dengan tetes tebu.

Rum diperkirakan sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Sejarah mencatat bahwa proses penyulingan molase pertama kali dilakukan pada abad ke 17 oleh seorang pekerja perkebunan tebu di Karibia, Finlandia.

Pada awalnya, molase dianggap sebagai sampah sehingga produk sampingan tebu ini dibuang begitu saja di laut. Namun, buruh perkebunan tersebut sempat iseng memfermentasikan molase hingga akhirnya jadi minuman beralkohol.

Minuman hasil fermentasi tetes tebu ini sudah diproduksi secara meluas di seluruh dunia. Selain diminum langsung, rum juga dapat digunakan sebagai campuran berbagai jenis makanan dan minuman. Mulai dari koktail, es krim, dan kue.

Proses pembuatan rum

Bahan dasar yang digunakan untuk membuat rum adalah tetes tebu, air, dan ragi. Ketiganya dicampur dan difermentasikan bersama-sama di dalam sebuah tong kayu besar.

Ragi dimasukkan dalam proum agar jamur-jamur tersebut memakan gula sampai mengasilkan alkohol, panas, dan karbon diokisida. Selain itu, ragi juga akan memicu reaksi kimia untuk membuat senyawa seperti aldehida, ester, dan asam. Ketiga senyawa tersebut menciptakan rasa rum yang kaya dan kuat.

Secara umum, rasa khas rum ditentukan oleh jenis ragi untuk fermentasi, metode penyulingan, lamanya waktu fermentasi, serta bahan campuran yang digunakan. Proses fermentasi yang berlangsung lama dan lambat akan menghasilkan rum yang lebih kental dan asam karena bakteri kontaminan lainnya juga diberikan waktu lebih lama untuk berproduksi.

Biasanya, proses fermentasi ini bisa memakan waktu selama 24 ham atau lebih dari dua minggu.

Jenis-jenis rum

Secara umum, rum terdiri dari banyak jenis. Kandungan kadar alkohol di dalamnya pun berbeda-beda dari setiap jenisnya.

Namun, jenis rum yang paling terkenal adalah rum putih dan rum hitam (gelap). Rum putih cenderung memiliki kadar alkohol yang lebih rendah ketimbang rum hitam. Bau, tekstur, dan rasa rum putih juga jauh lebih ringan dari rum hitam.

Mana pun jenisnya, baik rum hitam dan putih sama-sama bisa digunakan untuk memasak. Entah itu membuat kue, es krim, atau bahan pencampur koktail.

Ingat, perhatikan porsinya!

Mengingat rum adalah jenis minuman beralkohol, pastikan Anda mengonsumsinya dengan bijak. Apalagi jika rum digunakan sebagai bahan campuran dalam mengolah makanan.

Sama seperti jenis minuman beralkohol lainnya, rum bisa saja berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Beberpa riisko kesehatan yang mungkin terjadi apabila Anda berlebihan mengosumsi minuman beralkohol seperti rum adalah:

  • Masalah perut dan sistem pencernaan
  • Kerusakan hati dan ginjal
  • Kerusakan sistem saraf pusat
  • Kerusakan jantung
  • Kanker

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca