Jenis Celana Dalam Pria Seperti Apa yang Paling Sehat?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/09/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berbagai jenis celana dalam bagi pria kini semakin mudah ditemui. Meskipun terkesan sepele, tetapi berbeda jenis celana dalam ternyata berbeda pula fungsi dan efeknya pada kesehatan terutama kesehatan reproduksi pria. Jika selama ini Anda tidak terlalu memperhatikan jenis dan tipe celana dalam yang Anda gunakan, mungkin ini saat yang tepat untuk mulai mencari tahu lebih jauh jenis celana dalam apa yang cocok bagi Anda.

Jenis-jenis celana dalam pria

1. Celana dalam biasa (briefs)

Ini adalah jenis celana dalam yang mungkin paling Anda kenal. Mudah dicari, memiliki berbagai jenis model dan warna. Celana dalam ini menutupi hingga bagian pinggul, tetapi membiarkan paha bagian atas hingga kaki tetap terbuka sehingga menjadikan jenis celana dalam ini nyaman untuk digunakan dengan luaran apapun. Jenis celana dalam pria ini cenderung biasa digunakan sehari-hari serta ketika melakukan olahraga ringan hingga sedang.

2. Celana dalam low-rise

Bentuknya tidak jauh berbeda dengan celana dalam biasa. Yang membedakan hanyalah letaknya agak sedikit di bawah pinggul. Beberapa merk mendesain jenis celana dalam ini dengan tujuan untuk lebih melindungi dan menonjolkan organ genital. Jenis celana dalam low-rise cocok digunakan dengan luaran celana pendek, celana bermodel low-rise, atau celana pendek yang biasa digunakan ketika Anda berolahraga di gym.

3. Boxer

Berbeda dengan celana dalam biasa atau briefs, boxer biasanya tidak memiliki bagian khusus untuk mendukung dan mempertahankan posisi penis. Bentuk boxer juga menyerupai celana pendek dengan panjang hingga bagian tengah paha. Sesuai dengan namanya, boxer terinspirasi dari celana yang biasa digunakan petinju pada era tahun 1920-an. Karakteristik utamanya adalah bagian karet elastis pada pinggang serta bagian celana yang longgar. Boxer biasanya menggunakan bahan yang lebih memungkinkan terjadinya pertukaran udara. Jenis celana dalam pria ini bisa Anda gunakan sehari-hari atau untuk melakukan olahraga ringan.

3. Boxer briefs

Sesuai dengan namanya, jenis celana dalam pria ini merupakan perpaduan antara boxer dan celana dalam biasa atau briefs. Boxer briefs menawarkan jenis celana dalam yang panjangnya kira-kira sampai pertengahan paha seperti boxer, tetapi juga bersifat pas dan ketat untuk menyokong penis. Jenis ini populer karena dianggap tidak terlalu longgar seperti boxer sekaligus bisa mendukung penis jika Anda melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang intensitasnya cenderung sedang hingga berat.

4. Jockstrap

Ini merupakan jenis celana dalam yang digunakan ketika Anda melakukan olahraga dengan intensitas berat seperti misalnya bela diri atau bersepeda. Tujuan utamanya adalah melindungi organ vital dengan cara menyokong dan melindungi penis dari pergerakan selama berolahraga. Jockstrap dapat menjaga area penis tetap sejuk dan kering jika dibandingkan dengan celana dalam biasa atau briefs. Jockstrap biasanya terdiri dari cup pelindung penis serta tiga karet elastis, satu digunakan pada pinggul dan sisanya digunakan di bokong.

Hubungan jenis celana dalam pria dengan kesehatan seksual

Jika tujuan Anda adalah menjaga kesehatan reproduksi, satu hal yang harus Anda perhatikan saat memilih celana dalam adalah bagaimana celana dalam Anda mempengaruhi suhu di sekitar testis. Mengapa? Karena secara umum, sebagai penghasil sperma, testis dapat menghasilkan sperma dengan kuantitas dan kualitas yang baik jika suhu di sekitarnya tidak lebih tinggi dari suhu tubuh Anda. Ini mengapa testis terletak di luar tubuh. Salah satu jenis celana dalam yang dapat meningkatkan suhu di sekitar testis adalah jenis celana dalam ketat atau briefs. Jika suhu testis terlalu panas, bahkan hanya beberapa derajat dari seharusnya, maka testis tidak akan mampu memproduksi sperma dengan jumlah seharusnya.

Namun jika Anda memutuskan untuk menggunakan boxer hari ini dan mengharapkan besok produksi sperma Anda maksimal, maka Anda perlu memikirkannya kembali. Dibutuhkan kira-kira 10 sampai 11 minggu untuk testis memproduksi sperma. Jika Anda menggunakan celana dalam yang terlalu ketat hari ini, maka produksi sperma Anda yang buruk kualitas dan kuantitasnya adalah sperma yang dihasilkan 10-11 minggu kemudian.

Tips memilih jenis celana dalam pria yang sehat

  • Pastikan apa tujuan Anda. Jika Anda menggunakan boxer untuk olahraga yang intensitasnya tinggi, maka tentu bukan ide yang baik karena bagian penis tidak terlindungi dengan baik. Namun jika Anda hanya sedang bersantai di rumah, Anda bisa menggunakan boxer yang bahannya menyerap keringat dan memungkinkan terjadinya pertukaran udara untuk menjaga suhu testis tetap dibawah suhu tubuh.
  • Jangan gunakan celana yang terlalu ketat. Pilihlah jenis celana dalam yang sesuai dengan ukuran Anda. Celana dalam yang terlalu ketat hanya akan meningkatkan suhu di sekitar testis.
  • Jika Anda lebih banyak duduk, cobalah memilih jenis celana dalam yang agak longgar dan kenakan pakaian yang juga tidak terlalu ketat. Ini karena posisi duduk saja sudah dapat meningkatkan suhu di sekitar testis meningkat.
  • Cermat dalam memilih bahan dari celana dalam. Anda bisa memilih jenis katun untuk digunakan sehari-hari. Tetapi ketika berolahraga pilihlah jenis celana dalam yang memang didesain untuk berolahraga, dengan bahan yang nyaman dan cenderung menjaga area genital tetap berada pada kadar kelembapan yang seharusnya. Dan jangan gunakan celana dalam khusus untuk berolahraga lebih dari sekali tanpa dicuci bersih terlebih dahulu.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

    Kuku yang cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, namun bisa terasa menyakitkan dan mungkin bernanah. Begini cara mengobatinya.

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

    Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    kode wadah plastik pada makanan atau minuman

    Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    tanggal kedaluwarsa

    4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    manfaat bersepeda

    Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit