5 Manfaat Xylitol, Si Pemanis Alami yang Baik Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sebagai pengganti gula, xylitol ternyata bermanfaat bagi kesehatan Anda, lho. Pemanis yang biasa Anda temukan di permen karet ini mempunyai glikemik indeks (GI) yang rendah dan 33% kalori yang lebih sedikit dibandingkan sukrosa. Tanpa basa-basi lagi, ini beragam manfaat xylitol yang bisa Anda peroleh dalam penggunaan yang normal.

Manfaat xylitol untuk kesehatan

Xylitol adalah karbohidrat alami yang berasal dariekstraksi pohon dan tanaman berserat kayu, seperti Birch. Selain digunakan pada permen karet, xylitol juga bisa Anda temukan di berbagai jenis buah dan sayuran, contohnya plum dan kembang kol.

Selain manis, pemanis alami ini memberikan sensasi dingin pada mulut ketika Anda mengonsumsinya dan tidak meninggalkan rasa mual yang sering dirasakan saat makan gula pasir.

Lalu, apa saja ya manfaat xylitol untuk kesehatan?

1. Indeks glikemik yang rendah

indeks glikemik makanan, tak punya diabetes

Tidak seperti gula pasir dan sirup fruktosa yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, xylitol dapat menjadi pemanis pengganti, terutama bagi para penyandang diabetes. Hal tersebut dikarenakan karbohidrat alami ini mengandung GI sebesar 7, yang termasuk kategori GI rendah.

Selain itu, pemanis yang diproses secara kimiawi ini membuat tubuh tidak dapat memecah karbohidrat menjadi gula dan mengalirkannya ke aliran darah. Oleh karena itu, penyandang diabetes dapat mengonsumsi makanan dengan normal tanpa takut hipoglikemia atau hiperglikemia.

2. Baik untuk kesehatan gigi

gigi susu tidak tanggal sampai dewasa

Selain bermanfaat untuk penyandang diabetes, xylitol juga ternyata baik untuk kesehatan gigi dan mulut Anda.

Sebuah penelitian dari University of Connecticut US menunjukkan bahwa Streptococcus mutans, bakteri yang sering menyebabkan plak pada gigi, dapat dinetralisir dengan xylitol. Hal ini dapat mengurangi plak, karies, dan lubang pada gigi.

Selain itu, pada studi lainnya mengungkapkan bahwa xylitol juga berpengaruh terhadap kesehatan gusi Anda, terutama bakteri yang menyebabkan gingivitis Porphyromonas gingivalis. Jika masalah yang disebabkan oleh bakteri ini tidak diatasi dengan baik, jumlahnya akan semakin banyak hingga mencapai aliran darah dan menyebabkan peradangan serta pembengkakan.

Oleh karena itu, para peneliti pun melihat bahwa xylitol ternyata dapat mengatasi masalah tersebut. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan protein pada sistem imun, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri.

3. Mencegah infeksi telinga

telinga berair
Sumber: Sohu

Pada dasarnya, mulut, hidung, dan telinga Anda saling terhubung. Oleh karena itu, apabila bakteri pada mulut merajalela, telinga Anda bisa terkena imbasnya.

Bakteri yang menyebabkan plak pada gigi Anda bisa menyebabkan infeksi pada telinga Anda, terutama gendang telinga. Ternyata, manfaat xylitol pada gigi juga berpengaruh dalam mengatasi kondisi ini.

Sebuah penelitian yang melibatkan 850 anak menunjukkan bahwa permen xylitol yang mereka kunyah mengandung anti virus dan anti bakteri. Keduanya mengurangi infeksi pada telinga hingga 30%. Selain itu, xylitol juga melawan Candida Albicans, yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi kandida. Oleh karena itu, mengonsumsi xylitol dengan wajar dapat mengurangi hingga mencegah infeksi pada telinga.

4. Bersifat antioksidan

mencegah asam lambung

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health bahwa antioksidan dapat mengatasi radikal bebas yang menyebabkan diabetes, kanker, dan penyakit kardiovaskular. Nah, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa xylitol mengandung antioksidan yang dapat menetralisir pemicu penyakit di atas.

Hal tersebut ditunjukkan melalui tikus yang menyandang diabetes mengonsumsi xylitol. Beberapa hari kemudian mulai terlihat bahwa apa yang dimakannya melakukan serangan balasan kepada radikal bebas. Walaupun terlihat menjanjikan, tentu saja diperlukan percobaan terhadap manusia untuk memastikan hal ini.

5. Sinus lebih sehat

pansinusitis adalah

Sebuah studi oleh Dr. Peter Hwang dari rumah sakit Stanford mengungkapkan bahwa xylitol yang telah larut di dalam air ternyata dapat mengatasi gejala sinusitis. Oleh karena itu, banyak orang yang telah beralih ke pengobatan yang melibatkan xylitol untuk meredakan gejala sinusitis mereka.

Dosis aman penggunaan xylitol

menelan permen karet sistem pencernaan

Supaya Anda mendapatkan manfaat dari xylitol, tentu saja Anda harus mengonsumsinya dalam batas wajar. Segala sesuatu yang berlebihan akan memiliki konsekuensi dan efek samping. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika Anda menggunakan xylitol dalam dosis yang aman.

Setiap orang memiliki batas aman tersendiri dalam menggunakan obat-obatan, tidak terkecuali xylitol. Dilansir dari webmd.com, pada tubuh orang dewasa setidaknya dapat menerima 7 – 20 gram xylitol per hari yang tentu saja dibagi dalam dosis yang lebih kecil yaitu tiga hingga lima dosis. Biasanya diberikan sebagai permen atau permen karet. Dianjurkan agar permen karet xylitol dikunyah 10-20 menit setelah makan.

Nah, anak kecil pun yang berusia lebih dari 5 tahun dapat menggunakan xylitol sebagai pengganti gula mereka. Mereka dapat mengonsumsi 5 – 8 gram per hari untuk mengurangi bakteri plak pada mulut.

Efek samping xylitol

diare pada hiv

Selain berbagai manfaat yang dapat diberikan oleh xylitol, ternyata mengonsumsinya secara berlebihan dapat memberikan efek samping yang bisa mempengaruhi kesehatan Anda. Dosis xylitol yang berlebihan ternyata bisa membuat Anda diare dan perut kembung. Selain itu, memberikan xylitol kepada hewan peliharaan Anda, seperti anjing, sangat berbahaya karena meracuni tubuh mereka.

Nah, setelah Anda mengetahui manfaat xylitol ternyata baik untuk kesehatan Anda, cobalah untuk memulai mengganti gula Anda dengan xylitol. Akan tetapi, tidak perlu terburu-buru agar tubuh Anda terbiasa dengan sendirinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Tak Terduga dari Mengunyah Permen Karet

Selain membuat napas segar, masih ada banyak manfaat tak terduga dari mengunyah permen karet, baik bagi kesehatan mulut, tubuh, hingga pikiran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 10 September 2019 . Waktu baca 3 menit

5 Manfaat Ngemil Kedelai Sebelum Olahraga yang Sayang Dilewatkan

Camilan kedelai ternyata memiliki segudang manfaat untuk Anda. Nah, cobalah untuk mengonsumsinya sebelum olahraga agar mengetahui apa saja manfaatnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kebugaran, Hidup Sehat 29 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Hasilnya Akan Efektif Jika Pasang Kawat Gigi (Behel) Waktu Sudah Dewasa?

Kawat gigi biasanya mulai dipakai saat usia anak-anak hingga remaja. Alhasil, kebanyakan orang mengira bahwa pasang behel saat dewasa tidak tepat. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 7 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Sama-sama Manis, Ini Bedanya Kandungan Air Tebu dengan Air Gula

Air tebu merupakan olahan alami yang masih memiliki kandungan nutrisi asli dari tanaman tebu. Lantas, apa perbedaan nutrisinya dengan air gula biasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 13 Juli 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
cara menjaga kesehatan gigi

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
asam mefenamat (mefenamic acid)

4 Cara Ampuh Mengatasi Sakit Gigi Saat Sedang Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat obat kumur

Tips Memilih Obat Kumur yang Tepat untuk Gigi dan Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit
waktu memakai benang gigi

Kapan Waktu yang Tepat Memakai Benang Gigi (Flossing)?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 5 Februari 2020 . Waktu baca 4 menit