4 Manfaat Kulit Timun yang Tidak Anda Duga

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Ketika Anda menyiapkan timun untuk dikonsumsi, apa yang biasanya Anda lakukan? Mengupas kulitnya atau dibiarkan saja? Setiap orang memang memiliki kesukaannya masing-masing. Biasanya timun yang kulitnya tidak dikupas akan jadi lebih renyah dan agak pahit. Sementara timun yang dikupas kulitnya terasa lembut. Akan tetapi, adakah cara terbaik untuk mengonsumsi timun? Dengan atau tanpa kulitnya? Untuk mencari tahu jawabannya, simak informasi seputar kulit timun berikut ini.

Manfaat kulit timun

Timun kaya akan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Apalagi jika Anda mengonsumsinya bersama dengan kulitnya. Ya, kulit timun sebaiknya dibiarkan saja, tidak dikupas habis. Jika kulit timun dikupas, Anda akan kehilangan berbagai nutrisi penting yang sayang untuk dilewatkan. Jadi, lain kali Anda mengonsumsi timun, jangan kupas kulitnya.

1. Kaya akan serat

Kulit timun kaya akan serat yang tidak larut. Serat tidak larut adalah jenis serat pangan yang tidak larut dalam air, yang berarti jenis serat ini akan melewati saluran pencernaan Anda dengan utuh. Karena tidak langsung diurai, serat tidak larut ampuh untuk membantu melancarkan usus dan saluran pencernaan Anda dengan cara mendorong sisa makanan dan zat-zat yang sudah diolah keluar dari tubuh. Maka, Anda pun jadi lancar buang air besar. Serat tidak larut juga baik untuk meringankan sembelit.

Sementara itu, daging timun mengandung banyak serat larut. Serat larut dibutuhkan tubuh untuk mengikat cairan jadi lebih kental di dalam sistem pencernaan Anda. Anda pun jadi kenyang lebih lama karena perut tidak dibiarkan kosong. Maka, kombinasi serat larut dan tidak larut inilah yang terbaik bagi Anda dan keluarga.

BACA JUGA: 7 Alasan Kenapa Anda Harus Rutin Minum Air Timun

2. Kandungan vitamin K

Jangan mengupas kulit timun kalau Anda tak mau melewatkan khasiat vitamin K. Vitamin ini mampu memicu produksi protein-protein tertentu yang dibutuhkan tulang Anda agar tetap kuat dan padat. Selain baik untuk tulang, vitamin K juga bisa memperbaiki dan memicu produksi sel-sel baru dalam tubuh. Darah Anda juga memerlukan vitamin K supaya tidak terlalu encer dan untuk mencegah perdarahan. Vitamin ini bisa Anda temukan paling banyak pada kulit timun.

3. Beta karoten yang tinggi

Pada kulit timun, terdapat kandungan beta karoten yang tinggi. Beta karoten yang merupakan salah satu jenis vitamin A ini bisa ditemukan pada buah-buahan atau sayur-mayur yang berwarna pekat dan terang. Maka, dibandingkan dengan daging timun yang warnanya pucat, kulit timun lah yang menjadi sumber terbesar beta karoten. Zat ini bagus untuk menjaga kesehatan mata dan indra penglihatan Anda. Selain itu, beta karoten juga dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus, bakteri, dan kuman penyebab penyakit.

4. Rendah kalori

Tak perlu merasa bersalah kalau Anda makan banyak timun, misalnya di salad, gado-gado, asinan, atau lalapan. Pasalnya, meski memiliki segudang nutrisi, kulit dan daging timun hanya menawarkan kadar kalori sedikit saja, yaitu 1-2 kalori pada setiap irisan timun. Karena timun juga mengandung banyak air, maka makan timun bisa membuat Anda lebih kenyang tapi tidak banyak kalorinya.

BACA JUGA: Cara Menghitung Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan Per Hari

Tips memilih timun yang segar

Hati-hati ketika Anda memilih timun di pasar, tukang sayur, atau supermarket. Kalau Anda ingin menikmati kulitnya juga, sebaiknya Anda perhatikan baik-baik bentuk fisiknya. Anda tentu tidak ingin salah membeli timun yang pahit atau sudah terkontaminasi bahan-bahan kimia dari pestisida atau lilin makanan.

BACA JUGA: Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Warna kulit timun yang sehat adalah hijau rumput sampai hijau gelap. Jangan memilih yang terlalu kuning atau terlalu terang warnanya. Perhatikan juga jika kulit timun tampak mengkilat. Besar kemungkinan timun tersebut sudah dilapisi lilin makanan agar tampak lebih bercahaya. Maka, carilah timun yang tampak segar alami. Untuk menghindari risiko pestisida berbahaya, Anda juga bisa memilih timun organik.

Perhatikan juga bentuk dan kepadatan timun. Hindari timun yang sudah lembek jika ditekan. Anda juga bisa melihat apakah timun berbentuk proporsional dari ujung atas hingga bawah. Hal ini bisa menjadi acuan untuk menentukan apakah timun Anda rasanya sudah cukup manis. Namun, sebersih dan sebaik apapun timun yang Anda beli, pastikan untuk mencuci bersih timun dengan air matang sebelum dikonsumsi.

Share now :

Direview tanggal: Desember 18, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 7, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca