Memangnya Ampuh Kerokan Bawang Merah untuk Atasi Masuk Angin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kehujanan atau begadang seharian suntuk sering membuat Anda masuk angin. Untungnya, kondisi ini dapat diobati dengan mudah, salah satunya kerokan dengan bawang merah. Namun, apakah kerokan pakai bawang merah ampuh atasi masuk angin menurut sisi medis?

Ampuhkah kerokan pakai bawang merah saat masuk angin?

Dalam literatur kedokteran, Anda tidak akan menemukan kondisi atau penyakit yang disebut dengan masuk angin.

Ini hanya sebutan masyarakat Indonesia yang sebenarnya merujuk pada sekumpulan gejala, seperti demam, badan pegal, perut mual dan kembung, hidung mampet, serta tidak bisa buang angin.

Kondisi tersebut dapat diobati dengan obat-obatan, seperti paracetamol, ibuprofen, dekongestan, dan antihistamin.

Selain minum obat, orang Indonesia juga sering kali mengobati masuk angin dengan kerokan menggunakan bawang merah.

Biasanya, cara kerokan menggunakan bawang merah ini dilakukan dengan mengupas bawang merah menjadi beberapa bagian besar.

Kemudian, dicampurkan dengan minyak esensial atau baby oil. Setelah itu, bawang merah akan digosokkan pada tubuh. Biasanya leher bagian depan, belakang, dan sepanjang bagian punggung belakang adalah area untuk kerokan.

Meski sudah turun-temurun dilakukan, apakah kerokan dengan bawang merah ini sebenarnya ampuh untuk atasi masuk angin?

Sebuah studi tahun 2002 melaporkan manfaat bawang merah pada sebuah jurnal Phytotherapy Research. 

Bawang merah diketahui mengandung senyawa antikanker, antiplatelet (mencegah penggumpalan darah), dan antibiotik. Jika dikonsumsi, kandungan nutrisi bawang merah tentu akan bermanfaat bagi kesehatan.

cara mengatasi masuk angin

Walaupun tidak dimakan, bawang merah juga memberikan manfaat ketika digunakan sebagai bahan kerokan untuk mengatasi masuk angin.

Seperti dikutip dari laman Detik Health, Prof. Dr. dr. Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM. M.Kes, menjelaskan efek kerokan dengan bawang.

Menurutnya, kerokan dengan bawang memberikan efek vasodilatasi, yaitu melancarkan peredaran darah dan menimbulkan efek menenangkan.

Kedua efek itulah yang menjadikan kerokan bawang merah ampuh untuk mengatasi masuk angin pada beberapa orang.

Selain itu, bawang merah juga lebih aman digunakan ketimbang menggunakan uang koin dan minyak.

Menggosokkan koin secara berulang dapat menimbulkan gesekan yang kuat hingga membuat kulit iritasi. Sementara, bawang merah memiliki tekstur yang lebih tumpul sehingga risiko mengiritasi kulit lebih kecil.

Oleh karena itu, bawang merah lebih direkomendasikan sebagai bahan kerokan bagi bayi, anak-anak, maupun orang dewasa yang kondisi kulitnya menipis.

Cara lain mengatasi masuk angin selain kerokan

minum air putih menghilangkan batu ginjal

Kerokan memang cukup ampuh untuk mengusir masuk angin. Namun, tidak semua orang akan langsung pulih dengan pengobatan ini.

Agar Anda dapat pulih dengan cepat dari masuk angin, ikuti beberapa tips berikut ini.

1. Tingkatkan asupan makanan bergizi

Setelah kerokan dengan bawang merah, tubuh tentu perlu waktu untuk memulihkan diri dari masuk angin.

Untuk mendukung sistem imun supaya lebih kuat, Anda perlu mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Jangan sampai gejala masuk angin membuat Anda malas makan.

Cobalah buat sup dari potongan daging ayam, rempah-rempah, dan potongan sayuran untuk meningkatkan nafsu makan. Jangan lupa, konsumsi buah-buahan sebagai camilan.

2. Perbanyak minum air

Selain makanan, tubuh juga perlu air. Air membantu organ tubuh bekerja secara normal, begitu juga dengan sistem imun.

Jadi, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Tidak hanya dengan air putih, Anda juga bisa memenuhi kebutuhan cairan tubuh lewat konsumsi buah langsung atau jus.

3. Istirahat yang cukup

Langkah terakhir yang bisa membuat kerokan bawang merah lebih ampuh mengatasi masuk angin adalah cukup istirahat.

Jangan sibukkan diri Anda dengan main ponsel atau menonton TV seharian penuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Katanya, Tidur Pakai Kipas Angin Bikin Masuk Angin. Benarkah?

Tidur pakai kipas angin memang bisa mencegah Anda dari kepanasan. Namun, para orangtua sering bilang kalau hal ini dapat memicu masuk angin. Apakah benar?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 27 September 2018 . Waktu baca 3 menit

Membedakan Gejala Masuk Angin Pada Anak-Anak dan Orang Dewasa

Apakah gejala masuk angin cuma badan meriang dan perut kembung saja? Belum tentu, lho! Gejala masuk angin bisa beda pada anak-anak dan dewasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 4 September 2018 . Waktu baca 3 menit

4 Cara Mudah untuk Mengatasi Serangan Masuk Angin

Masuk angin adalah kombinasi dari beberapa gejala dan bukan nama suatu penyakit. Maka, cara mengatasi masuk angin pun harus disesuaikan dengan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 4 September 2018 . Waktu baca 3 menit

5 Pilihan Obat Masuk Angin yang Manjur Meredakan Gejalanya

Kadang, minum obat masuk angin herbal saja tidak cukup untuk meredakan gejalanya yang mengganggu. Yuk coba berbagai obat medis berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 4 September 2018 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
anak kerokan

Anak Kerokan Saat Masuk Angin, Amankah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 10 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit
leher

Hati-hati saat Kerokan di Bagian Leher

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit